SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Enam Puluh Satu. SDCM.


__ADS_3

Calista masih belum sadarkan diri. Dokter mengatakan masa kritis sudah dilewati ,hanya menunggu saat dirinya sadar.


Tio menggenggam tangan Calista dan mengecupnya berulang kali. Tio sangat cemas, takut terjadi sesuatu yang buruk pada Calista atau bayi yang sedang dikandungnya.


Karena rasa kantuknya,Tio tertidur di sisi ranjang dengan tangan Calista yang masih dalam genggamannya.


Calista yang telah sadarkan diri melihat Tio yang tertidur sambil menggenggam tangannya menjadi terharu.


Calista sadar, semua yang telah terjadi adalah takdir dari Tuhan. Sebenci atau semarah apa pun Calista pada Tio dan Tari, itu tidak akan dapat mengembalikan ayah dan ibunya.


Tio juga tidak bersalah dalam kasus ini. Dia hanya sebagai saksi yang kebetulan berada dalam satu mobil dengan penabraknya.


Namun, sebagai manusia, Calista merasa sedih karena orang yang paling dia sayang dan tempat bersandarnya ternyata secara tidak langsung terlibat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.


Calista mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Tio, membuat pria itu terbangun. Tio langsung duduk dengan tegak.


"Sayang, kamu udah sadar." Tio mengecup pipi istrinya itu.


Air mata kembali mengalir dari mata Calista dan membasahi pipinya. Tio menghapus dengan tangan secara pelan.


"Jangan menangis, Sayang. Aku mohon, jangan menangis. Nanti dadamu kembali sesak. Jika kamu marah, kamu bisa memukulku, tapi nanti setelah kamu sembuh. Jika sekarang,kamu jangan menangis lagi. Di rahimmu ada bayi kita. Dia akan merasakan sesak juga jika kamu nangis."


"Dadaku sakit, Daddy. Hatiku sakit," ucap Calista.

__ADS_1


"Iya, aku mengerti. Pasti sulit bagimu menerima semua ini."


Tio memeluk tubuh Calista dan menghapus air mata istrinya itu. Calista masih terisak dalam pelukan Tio.


Setelah Calista agak tenang, Tio melepaskan pelukannya.


"Kamu mau makan. Sudah dari malam belum makan," ucap Tio. Hari sudah menunjukkan pukul lima subuh.


"Aku nggak lapar," ucap Calista.


"Sayang, makan dikit aja ya," bujuk Tio. Tio tahu saat ini perubahan sikap Calista bukan hanya karena dirinya sedang marah ketika mengetahui Tio terlibat dengan kecelakaan kedua orang tuanya saja tapi juga karena perubahan hormon tubuhnya saat hamil. Tio harus lebih bersabar menghadapi sikap Calista yang sering berubah-rubah.


Ketika hamil, Bunda akan mengalami perubahan fisik dan fisiologis. Dengan perubahan yang dialami tubuh, Bunda juga akan mengalami perubahan emosional dan psikologis.


Penting untuk dipahami bahwa perubahan ini disebabkan oleh lonjakan hormon yang sepenuhnya terjadi secara normal dan alami.


Tio membantu Calista duduk dan menyuapkan bubur yang diberikan rumah sakit. Separuh habis dimakan.


Tio naik ke ranjang pasien. Dipeluknya Calista, dan dibawa kedekapan dadanya. Tio mengecup pucuk kepala istrinya itu.


"Sayang, maafkan aku. Semua yang terjadi murni kecelakaan. Tidak ada unsur kesengajaan. Aku akan menerima apa saja yang ingin kamu lakukan, tapi aku mohon jangan menyiksa diri kamu lagi. Aku bertambah merasa bersalah melihat kamu sedih dan terpuruk begini."


"Daddy ...," ucap Calista lirih.

__ADS_1


"Apa,Sayang?"


"Aku mau marah. Mau memukul, mau mencaci, Daddy. Karena perbuatan Daddy dan tante Tari aku harus kehilangan ayah dan ibu. Daddy tau, setiap malam aku menangis. Sedih. Kenapa ayah dan ibu meninggalkan aku. Kenapa mereka tidak membawa aku juga? Seandainya waktu itu aku tidak sekolah, aku pasti ikut mereka pergi dan aku juga pasti ikut mereka meninggalkan dunia ini."


"Sayang, jangan bicara begitu. Kamu mau marah, mau mencaci, atau mau memukul aku. Silakan. Namun, jangan pernah bicara begitu lagi. Semua telah menjadi takdir. Saat ini aku akan menjadi ayah dan suamimu juga. Aku akan menggantikan peran ayahmu. Aku akan menjagamu dan menyayangi kamu sepenuh hati."


"Aku mau marah tapi nggak bisa," ucap Calista. Kembali air mata jatuh ke pipi mulusnya.


"Marahlah, Sayang. Jangan di tahan. Kalau mau menangis silakan. Namun jangan lama-lama. Aku tidak mau kamu pingsan lagi."


Calista menenggelamkan kepalanya ke dada Tio. Dari awal Tio mengatakan semuanya, Calista ingin marah. Ingin memaki, tapi tidak bisa dilakukan karena rasa sayangnya pada Tio yang begitu besar.


"Marahlah, apa yang ingin kamu katakan. Jangan di tahan," ucap Tio memeluk tubuh Calista.


"Aku nggak bisa. Aku sayang, Daddy," ucap Calista dengan terisak.


Mendengar ucapan Calista, Tio makin mempererat pelukannya. Sebesar apa cinta Calista pada dirinya, lebih besar cinta dan sayangnya pada istrinya itu. Saat ini saja, dada Tio sebenarnya juga sesak, melihat istrinya terluka karena perbuatannya dulu. Tio berjanji akan menebus semua dengan memberikan semua cinta dan kasih sayangnya.


...****************...


Bersambung


Selamat Pagi Semuanya. Selamat Tahun Baru Islam bagi yang merayakan. Semoga tahun baru ini kita semua diberi keberkahan dan limpahan rahmat dari Allah.

__ADS_1


Apa udah ada yang nonton webseries CINTA ALBIRRU di Genflix. Webseries yang diangkat dari novel mama NODA MERAH PERNIKAHAN. Kalau belum nonton, bisa nonton sekarang. Jangan lupa baca juga novelnya ya.



__ADS_2