
Meidi hanya tersenyum menanggapi ucapan Tari. Jika di tanya keinginannya. Pasti Meidi ingin menikah dengan Elvan, tapi Meidi sadar Elvan tidak pernah menganggap dirinya lebih dari sekedar partner ranjang.
"Maaf, Tante. Aku emang mencintai Elvan namun apakah anak Tante itu juga mencintai aku? Aku tidak pernah melihat dia memandang dengan cinta, hanya napsu. Kami hanya partner ranjang seperti tante dan Aldo. Bedanya, Aldo juga mengharapkan uang tante. Jika kami berdua murni melakukan atas dasar kebutuhan."
"Bagaimana kamu bisa samakan dengan tante?" ucap Tari marah.
"Emang tidak sama. Kalau Aldo emang menjual dirinya untuk kesenangan. Aku dan Elvan melakukan hubungan karena butuh."
"Sudahlah, sepertinya kamu tidak mengerti apa maksudku. Kamu tidak akan bisa diajak kerjasama."
"Kerjasama yang hanya menguntungkan dari pihak tante saja
"Bo*doh kamu. Kenapa bisa kamu berkata begitu? Apa kamu menikah dengan Elvan itu juga bukan suatu keuntungan bagimu? Seharusnya kamu bersyukur aku mengizinkan dan merestui kamu dan Elvan. Elvan bisa dapatkan gadis manapun yang dia mau."
"Itulah salah satu alasan kenapa aku tidak bisa kerjasama, karena sampai kapanpun Elvan tidak akan pernah memandang ke arahku."
"Baiklah jika begitu. Sepertinya tante salah mengajak orang untuk kerjasama. Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Tante pamit. Jangan sampai Elvan tau pertemuan kita ini."
__ADS_1
Tari berdiri dari duduknya dan meninggalkan Meidi seorang diri. Saat Tari telah menghilang dari pandangan, Meidi langsung lemas. Duduk bersandar.
"Aku juga ingin menikah dengan Elvan. Namun, semua itu mustahil. Elvan tidak akan pernah mau menikah denganku," gumam Meidi dengan diri sendiri.
...----------------...
Tio dan Calista telah berpakaian rapi. Hari ini Tio akan mengundang semua wartawan dari berbagai media cetak untuk mengumumkan perceraiannya.
Awalnya Calista tidak ingin ikut. Wanita itu takut jika nanti banyak yang menghujatnya. Namun, Tio meyakinkan Calista semua akan baik-baik saja. Akan lebih di hujat jika Calista selalu bersembunyi.
Tio dan Calista telah duduk didepan didampingi pengacara Tio. Semua wartawan yang diundang telah memenuhi ruangan itu.
Setelah itu Tio mengumumkan tentang perceraiannya yang telah resmi ditetapkan pengadilan agama. Tio lalu memperlihatkan buktinya.
"Saya dan Tari telah pisah ranjang lebih dari sepuluh tahun. Selama itu saya tetap bertahan demi Elvan, anak kami. Jika akhirnya saya menyerah, semua juga demi kebaikan bersama. Untuk apa kami berpura-pura bahagia dan menipu orang banyak dengan tetap bersama."
Tio tersenyum dengan seluruh wartawan sebelum melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Selama ini saya mencoba bersabar dan bertahan, namun tidak ada perubahan dalam rumah tangga kami. Kami memilih berpisah agar saya dan Tari bisa saling mencari kebahagiaan masing-masing."
Salah satu wartawan mengangkat tangan, ingin bertanya.
"Maaf Pak Tio, boleh saya bertanya?" tanya wartawan.
"Silakan!"
"Apa benar isu yang beredar, jika sebenarnya bapak Tio telah selingkuh dengan wanita muda. Itulah sebabnya Pak Tio ingin bercerai."
Tio kembali tersenyum menanggapi pertanyaan wartawan itu.
"Tidak semua rumor yang beredar itu benar. Mengenai hubungan kami yang telah pisah ranjang selama 10 tahun, itu emang benar adanya. Itulah alasan kenapa saya lebih sering menginap di apartemen."
"Mengenai selingkuh itu bagaimana, Pak?" tanya wartawan yang lain.
Tio menarik napas dalam sebelum menjawab pertanyaan wartawan. Tio lalu memandangi Calista dan tersenyum. Tio menggenggam tangan Calista agar istrinya itu kuat jika ada kata-kata dari wartawan yang akan menyinggung dirinya.
__ADS_1
...****************...
Bersambung