SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Tiga Puluh Lima. SDCM.


__ADS_3

Tio pulang setelah bertemu Elvan. Sampai di apartemen, Tio langsung menuju kamar. Tampak Calista yang tertidur berbalutkan selimut.


Tio berpikir, Calista pasti sedang tertidur lelap. Pria itu masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah berpakaian, Tio naik ke ranjang dan memeluk tubuh Calista.


Tio kaget saat merasakan suhu tubuh Calista yang panas. Tio langsung duduk duduk dan memegang dahi Calista. Dahinya terasa hangat banget.


"Sayang, kamu sakit? Kanapa nggak menghubungi aku?"


Calista tidak menjawab, badannya tampak menggigil. Padahal suhu tubuhnya hangat.


Tio membuka selimut dan langsung menggendong istrinya. Tio membawa Calista menuju rumah sakit langganannya.


Sampai di rumah sakit, Tio kembali menggendong Calista menuju ruang IGD. Dokter langsung menangani Calista.


Setelah setengah jam, Dokter keluar menemui Tio yang duduk di ruang tunggu.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?"


"Istri Pak Tio demam. Suhu tubuhnya mencapai 40 derajat. Harus di rawat hingga suhunya normal."


"Baiklah, Dok. Mana yang terbaik buat istri saya saja."


"Bapak Tio bisa mengurus administrasi sekarang, biar bisa istrinya dipindahkan. Setelah semua beres temui saya di ruangan."


"Baiklah Dok, saya akan ke administrasi dulu. Terima kasih."


Tio meninggalkan Dokter berjalan menuju administrasi rumah sakit. Tio memilih ruangan VVIP untuk Calista.


Tanpa Tio sadari, ada seseorang mengikutinya dari tadi. Orang itu mengawasi apa yang Tio lakukan.


Perawat dibantu Tio mendorong tempat tidur Calista menuju ruang VVIP yang dipesan Tio.

__ADS_1



Tio menggendong Calista,memindahkan ke tempat tidur. Setelah perawat pergi Tio naik ke ranjang dan mengecup dahi Calista.


"Kamu pasti banyak pikiran. Demam jadinya," ucap Tio sambil mengusap rambut istri kecilnya itu.


"Om bisa saja berkata jangan pikirkan. Namun, kenyataan itu nggak akan semudah ucapan. Saat kita dihujat, pasti akan kepikiran juga."


"Sekarang istirahatlah, aku mau menemui Dokter dulu." Tio mengecup dahi Calista. Setelah itu baru meninggalkan Calista.


Calista mencoba memejamkan matanya. Baru akan terlelap, Calista terbangun karena pintu ruangannya dibuka seseorang.


Calista membalikkan badan ingin melihat siapa yang masuk. Jantungnya berdetak cepat melihat wanita yang masuk dan mendekatinya.


"Ternyata kamu pelakor itu. Dari awal kamu dekat dengan Elvan aku sudah tidak suka. Ternyata dugaanku tepat, kamu pasti sengaja mendekati Elvan hanya untuk jadi pelakor!" ucap Tari dengan nada tinggi.


Calista hanya diam tidak tahu harus menjawab apa. Dia sadar posisinya salah merebut suami orang.


"Aku tau kamu mendekati Tio karena melihat keuangannya. Kamu hanya ingin morotin Tio'kan?"


"Omong kosong. Kamu bisa mencari pria muda yang juga mencintai kamu, kenapa harus Tio. Apa kamu nggak pernah berpikir apa yang aku rasakan saat ini? Coba kamu yang berada di posisi aku,apa kamu bisa menerima suamimu direbut orang," ucap Tari masih dengan suara tinggi.


"Jangan bangga jadi pelakor, karena suami orang memilih bukan karena cinta, hanya sebagai pelampiasan napsu saja. Kalaupun akhirnya terus bersama, itu hanya karena keterpaksaan pria yang sulit mengendalikan hawa napsunya. Wanita bodoh adalah wanita yang lebih memilih suami orang ketika dia sebenarnya tahu bisa mendapatkan pria bebas yang lebih memberi ketenangan!" ucap Tari lagi.


Calista merasakan dadanya sesak mendengar ucapan Tari. Tari mendekati Calista dan mencengkeram pengekangan tangannya kuat. Calista meringis merasakan sakit. Namun, dia nggak bisa melawan karena untuk menggerakkan tubuhnya saja terasa sulit. Badannya lemah.


"Salah satu ciri wanita tidak laku adalah menjatuhkan pilihan terakhir pada suami orang karena jika memang laku tentu akan ada pria single yang bisa mengambil hatinya. Kalau jadi kamu, aku justru sangat malu. Bangga dan merasa bisa mengalahkanku karena suamiku seolah sangat mencintaimu. Padahal kamu tidak sadar bahwa hobi suamiku adalah mengaku cinta untuk meniduri semua wanita yang ditemuinya," ucap Tari lagi.


"Tertawa, bangga, bahkan merasa bahagia karena sudah merebut suami orang adalah salah satu ciri bahwa kamu adalah wanita yang sudah tidak punya urat malu. Namun, perlu kamu ingat aku nggak akan tinggal diam. Kamu bisa tertawa saat ini, tunggu kehancuranmu. Jika aku bercerai dari Tio karena kamu, aku pastikan kamu juga nggak akan dapat bersamanya!" teriak Tari lagi.


"Ingat ja*la*ng,barang yang di dapat karena hasil merampas milik orang itu tidak akan bertahan dan kekal. Suatu saat kamu pasti juga akan merasakan kehilangan seperti aku. Karma itu real."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Tari pergi meninggalkan Calista. Wanita itu merasakan dadanya sesak dan akhirnya Calista tidak sadarkan diri.


Tio masuk ke ruang rawat setelah menemui Dokter. Dia pikir Calista tidur. Tio memegang tangan Calista dan merasakan suhu tubuh wanita itu dingin.


Tio memanggil Dokter melihat wajah Calista yang sangat pucat. Dokter dan perawat datang memeriksa.


Dokter mengatakan jika Calista pingsan karena terlalu stress. Tio duduk di samping wanita itu dan menggenggam tangannya. Tampak wajah Tio yang sangat cemas.


Hampir satu jam berlalu, Calista perlahan membuka matanya. Dia melihat Tio yang duduk di sampingnya dengan wajah sedih.


"Sayang, akhirnya kamu sadar," ucap Tio mencium tangan Calista.


Air mata keluar dari sudut matanya. Calista merasakan dadanya kembali sesak karena menahan tangis.


"Sayang, setelah kamu sembuh kita ke luar negeri untuk bulan madu," ucap Tio tersenyum.


Dokter mengatakan demam yang dialami Calista karena dirinya terlalu stres, yang disebut dengan demam Psikogenik. Dokter menyarankan agar Tio menjauhkan apa yang membuat Calista stres agar cepat dalam proses penyembuhan.


Demam psikogenik merupakan peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh stres. Kondisi ini juga kadang disebut dengan hipertermia akibat stres. Demam psikogenik didiagnosis ketika suhu tubuh mencapai 37 derajat Celcius atau lebih saat seseorang mengalami stres akut atau kronis tanpa penyebab demam secara fisikStres kronis dan paparan peristiwa emosional dapat menyebabkan demam psikogenik.


Demam psikogenik merupakan demam yang disebabkan oleh faktor psikologis, bukan virus atau penyebab peradangan lainnya.


Demam psikogenik dapat terjadi pada siapa saja yang sedang stres, tetapi paling sering menyerang wanita muda.


"Aku mau kita pisah," ucap Calista pelan. Tio langsung memeluk tubuh Calista. Dia tidak mau mendengar ucapan itu.


"Jangan pernah katakan itu lagi, Sayang. Apa pun yang terjadi kita nggak akan pisah. Bertahanlah, buktikan jika kita saling mencintai," ucap Tio memeluk tubuh Calista.


"Aku jahat. Aku pelakor. Aku nggak punya perasaan," ucap Calista. Tangisnya pecah.


"Udah, Sayang. Jangan teruskan ucapanmu itu. Katakan siapa yang membuat kamu begini. Elvan, atau Tari. Jujurlah. Kamu itu sudah menjadi istriku. Menjadi tanggung jawabku untuk menjagamu dari orang yang ingin berbuat jahat."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung


__ADS_2