
Elvan dan Meidi janjian bertemu di salah satu kafe. Elvan ingin mengakhiri hubungannya dengan Meidi, sebagai partner ranjang.
Elvan di minta Tio untuk belajar bisnis di Singapura selama dua tahun. Setelah itu Elvan akan dipercaya memegang salah satu cabang perusahaan.
Elvan sadar kesalahannya selama ini pada Meidi. Tidak seharusnya dia menjadikan Meidi sebagai patner ranjangnya.
Meidi masuk ke kafe dengan langkah pelan. Dia telah menebak pastilah Elvan ingin bertemu agar semuanya berakhir.
Elvan sedang bermain dengan ponselnya saat Meidi datang. Wanita itu tersenyum dengan Elvan.
"Duduklah! kenapa masih berdiri?" tanya Elvan, melihat Meidi yang hanya berdiri memandangi dirinya.
Meidi duduk di bangku yang berada dihadapan Elvan. Entah mengapa dia menjadi canggung jika harus duduk di samping Elvan. Meidi mengambil minum yang telah Elvan pesan dan meneguknya.
"Kenapa kamu kekuatan gugup begitu?" tanya Elvan, melihat tingkah Meidi yang malu-malu.
"Mungkin karena kita udah lama tidak bertemu. Jadi canggung lagi," ujar Meidi.
"Baru satu bulan kita tidak bertemu. Bukan waktu yang lama."
__ADS_1
"Bagiku terasa lama banget, karena biasanya setiap hari bertemu kamu."
"Mulai hari ini kamu harus terbiasa tanpa aku."
"Tanpa kamu inginkan, aku juga telah belajar untuk tanpamu dan melupakan kamu. Aku sadar siapa diri ini."
"Maaf, Meidi. Aku tidak bermaksud membuat kamu kecewa begini. Dari awal kita berhubungan aku telah sering mengingatkan kamu, jika kita tidak boleh bermain hati."
"Aku mengerti, jangan kamu terlalu serius menanggapi."
"Meidi, aku meminta kamu datang dan bertemu karena ada yang ingin aku katakan."
"Aku ingin kamu melupakan hubungan kita selama ini. Walau kita telah sepakat dari awal jika hubungan yang kita jalani ini hanyalah sekadar partner ranjang, namun aku juga harus mengakhiri ini, bukan menghilang begitu saja."
Elvan memandangi Meidi, wanita itu hanya diam. Elvan harus mengakhiri ini agar mereka berdua bisa mencari pasangan buat pendamping masing-masing. Elvan juga tidak ingin Meidi salah paham dengan hubungan mereka selama ini.
"Aku ingin kita membuka lembaran baru kehidupan kita dengan mencari pasangan buat pendamping hidup nantinya. Maafkan jika selama ini aku telah memanfaatkan kamu sebagai pemuas kebutuhanku."
"Aku sebenarnya paham, bahwa aku hanya dijadikan pelampiasan semata. Namun aku selama ini memilih buta dengan menciptakan ilusi-ilusi yang seolah nyata. Setelah ku sadari kamu itu bukan mencariku, kamu hanya seorang yang kesepian yang menjadikanku sebagai objek pelampiasan. Ternyata aku salah memantapkan hati padamu. Aku pikir aku ini adalah peran utama, tetapi aku hanya sekadar peran pengganti di saat peran utamanya tidak ada," gumam Meidi.
__ADS_1
Tampak mata Meidi berkaca, dia menahan air matanya agar tidak tumpah membasahi pipinya.
Meidi sadar semua ini kesalahannya. Dari awal Elvan udah menikah ingatkan jika hubungan mereka hanya sekadar partner ranjang tidak lebih. Namun, hatinya tidak bisa berbohong jika dia mendongak Elvan.
"Sekali lagi maafkan aku, Meidi. Bukankah dari awal sudah aku ingatkan, jangan pernah jatuh cinta padaku. Aku ini bukan untukmu. Bukannya aku ingin memanfaatkan kamu. Aku dari dulu telah ingin mengakhiri, namun kamu tidak mau. Kamu selalu mengatakan, jika kamu tidak masalah aku memiliki kekasih dan pendamping hidup, karena kita ini tidak ada hubungan," ucap Elvan.
"Ya, aku tau. Aku yang salah. Aku terjebak dengan permainan dan ucapan aku sendiri. Aku jatuh cinta denganmu tanpa bisa aku menghimdari perasaan ini."
"Meidi, aku harap pengertian darimu. Mulai hari ini lupakan aku. Jangan pernah mengajak pria manapun untuk menjadi partner ranjang, karena yang rugi kamu sebagai wanita. Aku harap aku pria terakhir yang kamu ajak ke ranjang tanpa ikatan pernikahan. Mulai lembaran baru. Aku yakin, akan ada pria yang bisa menerima kamu apa adanya. Kita akan sama-sama belajar memperbaiki diri."
"Baiklah Elvan. Aku juga minta maaf jika kehadiranku membuat hubunganmu dengan Calista bubar. Cuma aku ingin kamu dengar kataku ini, jika ada yang lebih baik dariku, maka pergilah. Jika kamu dikecewakan, maka pulanglah. Aku akan selalu menjadi tempatmu pulang, walau hanya sekedar singgah sementara kemudian pergi lagi."
"Sekali lagi maaf, Meidi. Aku telah mencoba membuka hatiku untukmu. Namun, hatiku belum bisa menerima. Mungkin kita memang ditakdirkan hanya sebagai sahabat. Jika kamu butuh bantuan, aku siap membantu. Aku akan pergi kuliah selama dua tahun. Aku doakan, saat aku kembali kau telah menemukan pria yang tepat dan mencintai kamu apa adanya."
Elvan berdiri dan menyalami Meidi. Setelah itu Elvan pergi meninggalkan wanita seorang diri. Saat bayangan Elvan menghilang, tangis Meidi pecah.
Kau tak akan pernah mengerti betapa dalamnya cinta ini dan betapa besarnya perjuangan ku. Karena di mata mu, aku tak berarti lagi. Aku hanyalah sosok semu, pelampiasan sesaatmu.Kehadiranmu kepadaku itu hanya sebuah pelampiasan dirimu kepadanya. Jadi pelampiasan itu menyakitkan!.Perasaanku tak pernah berarti apa-apa untukmu dan aku hanya pelampiasan sesaat atas kesepianmu. Hatiku tidak setangguh itu, ragaku tidak sekuatmu. Pulihku butuh waktu.
...****************...
__ADS_1
Bersambung