SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Empat Puluh Delapan. SDCM.


__ADS_3

Tio berdiri dari duduknya. Jarum jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Setelah Tio pergi, Calista membaringkan tubuhnya kembali ke sofa.


Baru akan memejamkan mata, Calista dikagetkan dengan suara gelas yang terjatuh. Calista bangun dan melihat Elvan yang akan meraih air minum. Calista berdiri dan berjalan mendekati Elvan.


"Kamu mau minum?" tanya Calista. Elvan hanya menganggukan kepalanya.


Calista mengambilkan segelas air dan membantu Elvan buat minum. Calista mengambil sapu untuk membersihkan pecahan kaca.


Saat sedang menyapu, datang perawat dan membantu Calista. Setelah perawat pergi, Calista ingin kembali duduk, namun langkahnya terhenti karena Elvan memanggil namanya.


"Calista," panggil Elvan pelan.


"Ada apa?" tanya Calista.


"Apa kamu bahagia menikah dengan papa?"


"Apa aku harus menjawabnya?" Calista balik bertanya. Dia mendekati ranjang Elvan.


"Aku ingin tau bagaimana perasaan kamu setelah menikah dengan papa."


"Aku bahagia. Papa kamu sangat perhatian dan memanjakan aku. Apa jawaban itu yang ingin kamu dengar."

__ADS_1


"Aku menyesal pernah menduakan kamu. Maafkan, aku."


"Aku sudah memaafkan kamu."


"Aku masih tidak mengerti bagaimana aku bisa menyakitimu, dengan sepenuh hati aku memohon padamu untuk memaafkanku, padahal kamu adalah semua yang aku miliki.Aku mengabaikan kebahagiaanmu dalam upaya untuk membuat diriku bahagia, tanpa aku menyadari bahwa kebahagiaanku ada padamu. Maaf, maafkan aku Calista. Mohon maaf atas segala perbuatanku, mohon maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan padamu selama ini."


"Mungkin, Tuhan mempertemukan kita hanya sebatas untuk saling mengenal bukan untuk saling memiliki. Manusia tak akan bisa merasakan cinta yang akan hadir jika dia belum bisa melepaskan segala bentuk penderitaan dari kisah sebelumnya. Oleh karena itu, lepaskan saja dan mulailah hal baru. Hanya karena suatu hubungan berakhir, bukan berarti kita berhenti mengenal satu sama lain. Kita hanya berhenti menyakiti satu sama lain. Mulailah dengan lembaran baru."


"Bagaimana aku bisa memulai dengan lembaran baru jika namamu masih terus tertulis dihati ini."


"Aku dan kamu sekarang telah berbeda. Kamu harus ingat, jika aku saat ini telah menjadi ibumu."


"Semua akan bisa kamu hadapi jika kamu telah ikhlas melepaskan."


"Ajari aku melupakan kamu dan melepaskan kamu dengan ikhlas. Aku tau semua ini karena salahku dan aku telah menerima ganjarannya. Aku harus rela melihat orang yang aku sayangi bahagia bersama orang lain, dan yang lebih sakitnya, orang itu adalah bagian terpenting dalam hidupku."


"Jika kamu memang menyayangi aku dengan tulus, pasti kamu rela melepaskan aku bahagia bersama orang lain."


"Apa kamu memang sangat bahagia bersama Papa?" tanya Elvan lagi.


"Ya,aku bahagia bisa menikah dengan papa kamu. Maafkan jika aku menyakiti kamu dan mama kamu. Namun, aku tidak bisa mengabaikan rasa cinta ini."

__ADS_1


"Jika kamu emang bahagia bersama Papa, aku akan belajar mengikhlaskan kamu."


"Itu yang terbaik saat ini. Apa lagi aku telah terikat pernikahan dengan papa kamu. Tidak mungkin aku dipisahkan lagi."


"Semoga kamu dan Papa bahagia selalu. Kamu dan Papa adalah dua orang terpenting dan yang paling aku sayangi."


"Aku duduk kembali. Kamu juga harus istirahat biar cepat pulih. Besok akan aku kabari Meidi biar kamu bisa ditemani."


"Apa kamu tidak mau menjaga aku lagi."


"Bukannya aku tidak mau. Mungkin kamu lebih suka dan nyaman jika Meidi ada disampingnya. Aku tetap akan menjagamu juga."


"Terima kasih karena pernah menjadi bagian tepenting dalam hidupku. Tak apa-apa apabila kita bukan jadi yang terbaik, setidaknya kita pernah berusaha walaupun kenyataannya memang tak bisa dipaksakan.Sekuat apapun kamu menjaga, yang pergi akan tetap pergi. Sekuat apapun kamu menolak, yang datang akan tetap datang. Perpisahaan memang tak akan pernah mudah karena sifat dasar manusia ingin memiliki bukan melepaskan.Perpisahaan seringkali mengajarkan kita betapa berharganya seseorang setelah dia tiada. Perpisahaan itu ada, agar kita bisa menghargai sebuah pertemuan."


(sumber : google)


Tanpa Calista dan Elvan sadari, Tio telah berada di balik pintu sejak tadi. Pria itu mendengar semua yang mereka ucapkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2