SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Tujuh Puluh Lima. SDCM.


__ADS_3

Calista dan Tio tidak pulang ke rumah setelah acara usai. Tio mengajaknya menginap di hotel tempat acara berlangsung.


Tanti pulang di antar Elvan. Dalam perjalanan, awalnya mereka hanya diam larut dalam pikiran masing-masing. Elvan akhirnya yang memulai percakapan.


"Sebentar lagi kamu wisuda?" tanya Elvan, memecah kesunyian diantara keduanya.


"Dua bulan lagi."


"Apa rencana kamu setelah wisuda?"


"Yang pasti ingin bekerja praktikan ilmu yang aku dapatkan."


"Hanya ingin mencari pekerjaan? Jika itu kamu bisa minta tolong Calista agar dapat bekerja di perusahaan papa."


"Aku nggak ingin dikatakan aji mumpung!"


"Kamu juga harus tunjukan pada semua jika kamu emang pantas di terima. Bukan karena Calista."

__ADS_1


"Tentu saja. Aku juga ingin dapat menutup mulut orang yang telah menghina dan mencibir keluargaku."


"Selain bekerja apa yang ingin kamu capai?" tanya Elvan lagi.


"Apa lagi yang diinginkan wanita singel seperti aku. Pastilah ingin mendapatkan jodoh yang bisa menerima kita dengan sepenuh hatinya. Menjadikan kita Ratu dihatinya, seperti Calista. Aku juga ingin mendapatkan pria seperti Papa kamu."


"Seperti Papa?" tanya Elvan lagi.


"Jangan berpikiran yang aneh, deh. Aku bukan ingin jadi orang ketiga dalam rumah tangga seseorang."


"Maksudnya?" Tanti bertanya balik. Bukannya Tanti tidak mengerti maksud Elvan, cuma Tanti takut Elvan hanya bercanda.


Sebenarnya dari awal Calista pacaran dengan Elvan, Tanti telah menyukainya. Elvan sangat perhatian pada Calista. Walau kenyataannya dia membohongi wanita itu.


Saat berpacaran Elvan dengan Calista, pria itu tidak pernah membiarkan Calista pulang kuliah dengan angkot. Elvan akan menyempatkan waktunya untuk mengantar dan menjemput Calista.


Perhatian Elvan itu yang membuat Tanti menyukai Elvan. Itulah makanya Tanti langsung marah saat mendengar Calista menikah dengan Tio. Tanti pikir kesalahan ada pada Calista.

__ADS_1


"Aku ingin memulai hubungan denganmu. Kita bisa jalani dulu. Jangan terburu menjawab ya. Kita bisa saling mengenal sebelum menjalin hubungan yang lebih serius. Kamu mungkin telah tau, jika aku bukanlah pria baik. Namun, aku berjanji akan berusaha merubah diriku menjadi pria yang baik. Aku ingin hidup dengan wanita baik-baik yang bisa menerima masa laluku."


"Aku juga bukan wanita sempurna. Bukanlah manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Aku tidak peduli masa lalu seseorang. Yang aku inginkan masa depan. Lebih baik jelek di awal dari pada jelek di akhir. Masa lalu bisa buat pembelajaran untuk kedepannya."


"Apakah itu berarti kamu mau kita lebih dekat dan saling mengenal?" tanya Elvan.


Tanti hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia juga menunduk tidak berani menatap wajah Elvan.


"Tapi kamu harus tahan berjauhan denganku selama dua tahun. Aku hanya kan ke sini jika liburan kuliah. Aku ingin buktikan pada Papa jika aku benar ingin berubah. Agar Papa bisa bangga denganku. Selama ini Papa telah begitu baik, mau menjaga dan merawat aku. Saatnya aku membalas kebaikan Papa."


"Itu emang kewajiban orang tua dengan anaknya. Kamu jangan terbebani untuk membalasnya. Yang harus kamu pikirkan, semua kamu lakukan agar orang tuamu bangga memiliki anak seperti kamu."


Tanti ,aku ini bukan anak kandung Papa Tio. Tentu aja semua yang aku lakukan juga untuk membalas semua kebaikan Papa Tio, yang telah membesarkan aku seperti anak kandungnya sendiri. Hingga detik ini kasih sayangnya Papa Tio masih sama aku rasakan. Walaupun sebentar lagi Papa Tio akan memiliki anak kandung, namun perhatiannya tidak berubah. Aku lebih menyayangi Papa Tio dari mama Tari, mama kandungku. Saat kita telah sepakat akan melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, aku akan jujur denganmu, Tanti.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2