
Tio tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Melihat jawaban Tio, Elvan menjadi kaget.
"Jadi selama ini Papa udah tau jika mama selingkuh dan tidak melakukan adapun untuk mencegahnya?" tanya Elvan.
"Bukannya Papa tidak mencegah mama-mu. Sudah sering Papa mencoba menasihati, namun tidak pernah digubris. Dari pada terus bertengkar, akhirnya papa membiarkan saja apa yang mama kamu lakukan."
"Seharusnya Papa mengancam mama agar dia tidak selingkuh, dan membuang uang percuma dengan berfoya-foya bersama temannya."
"Sudah, Elvan. Kamu pasti tau jika papa dan mama udah pisah ranjang lebih dari sepuluh tahun. Kamu pikir kenapa? itulah ancaman dari Papa. Apa mama kamu berubah?"
"Kalau begitu, mungkin Papa dan Mama emang lebih baik bercerai dari pada saling menyakiti."
"Terima kasih atas pengertiannya. Papa janji tidak akan berubah, walau Papa dan mama nanti bercerai. Kau tetap anak Papa." Tio memeluk Elvan.
Walau Tio telah mengetahui Elvan bukan anak kandungnya, Tio tetap memberikan kasih sayang bahkan melebihi Tari.
"Papa dan Calista pamit. Nanti kamu mau Papa belikan apa buat makannya?"
"Terserah Papa aja. Pasti Papa tau seleraku. Apa Calista sakit, Pa?"
"Hanya periksa ke Dokter kandungan."
"Apa Calista hamil, Pa?"
"Hamil ...? Bukan, hanya ingin periksa, kenapa sering sakit perut saat akan datang bulan? Papa jadi kepikiran."
"Pikir apa, Pa?"
"Mungkin saja Calista hamil. Udah telat satu minggu. Kalau emang benar, berarti kamu akan jadi Kakak."
Elvan tersenyum simpul. Setelah itu menarik napas. Dadanya terasa sesak.
Seharusnya itu bukan calon adikku, tapi calon anakku yang ada di rahim Calista. Inilah takdir, tidak ada seorangpun yang bisa menebak jalannya. Siapa yang pernah menduga jika kekasihnya akan menjadi ibu tirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku pamit sebentar. Jika kamu butuh sesuatu, minta tolong perawat saja."
"Oke. Semoga kabar baik yang akan kamu terima."
Calista hanya tersenyum, belum mengerti maksud dari perkataan Elvan.
Tio dan Calista keluar dari kamar inap Elvan. Pria itu memandangi kepergian dua orang yang dicintainya hingga hilang dari pandangan.
Tio dan Calista dipersilakan langsung masuk ke ruang dokter kandungan. Kebetulan baru mereka berdua yang datang. Praktik sebenarnya baru akan dimulai dua jam lagi. Dokter kandungan telah datang karena baru saja selesai operasi.
"Selamat Pagi,Dok" sapa Tio dan Calista bergantian.
"Selamat Pagi, Pak, Buk. Silakan duduk!" ucap Dokter. Tio dan Calista duduk dihadapan Dokter.
"Ada yang bisa saya bantu."
"Saya ingin tahu penyebab pasti, kenapa setiap hari pertama dan kedua menstruasi, istri saya merasakan sakit perut."
"Saya bisa jelaskan, namun sebelumnya saya boleh bertanya dengan Ibu Calista?" tanya Dokter itu dengan tersenyum ramah.
"Berapa lama biasanya rasa sakit yang ibu rasakan?"
"Satu atau dua hari,Dok."
"Saya akan jelaskan sedikit ya, Buk. Nyeri haid atau dismenore terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer adalah rasa nyeri yang umum dialami wanita, terutama di masa awal menstruasi.Itu biasa terjadi pada wanita. Nyeri haid masih dikatakan normal apabila berlangsung antara dua sampai tiga hari. Akan tetapi, nyeri haid yang terjadi sepanjang waktu menstruasi bisa disebut tidak normal," ucap Dokter itu masih dengan tersenyum.
"Apa penyebabnya rasa sakit itu, Dok?" tanya Tio.
:Adanya peluruhan dinding rahim saat haid memicu kontraksi sehingga menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim. Kontraksi ini memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim, akibatnya jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menimbulkan rasa nyeri saat haid," ucap Dokter itu menjelaskan.
(sumber : google)
"Berarti sakit yang istri saya rasakan itu masih terbilang normal karena hanya dirasakan saat awal menstruasi."
__ADS_1
"Betul,Pak Tio."
"Saya ke sini juga ingin tahu mengenai kondisi istri saya saat ini. Beberapa hari ini istri saya sering mengeluh pusing, kadang mual, cepat lelah. Menstruasi juga udah telat satu minggu."
"Baiklah, Pak. Akan kita periksa dulu keadaan Ibu. Bisa ibu berbaring di tempat tidur."
"Bisa, Dok."
Calista dan Tio berdiri dari duduknya. Tio membantu istrinya berbaring di tempat tidur pasien.
Mama kembali memberikan bonus visual. Biar pada semangat bacanya setelah melihat yang bening.
Tio
Calista
Elvan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung...
Selamat Pagi semuanya. Mama kembali datang membawa rekomendasi karya anak online mama. Jangan lupa mampir ya.
JUDUL: KEMBALINYA SUAMIKU
NAPEN: SUSANTI 31
__ADS_1
Salsa Natasya Anajani tidak pernah menyangka akan mendapat kejutan yang luar biasa di hari ulang tahun putra kecilnya. Suami yang telah lama tiada kini kembali lagi dengan versi yang berbeda, mungkin fisik dan ketampanan masih sama, tapi tidak dengan sikap dan cinta untuknya. Azka Afrizal Wijaya pulang dengan ingatan yang hilang sepenuhnya, bahkan dengan tega mempertanyakan status Salsa istrinya. "Apa benar dia anakku dan kau istriku? Apa kau punya bukti tentang itu?" Mampukah Salsa membuktikan statusnya pada Azka? Atau ia harus menjadi asing di mata suaminya sendiri?