
Calista dan Tio berdiri dari duduknya. Tio membantu istrinya berbaring di tempat tidur pasien.Dokter dibantu perawat memeriksa keadaan Calista.
Sambil mengecek tekanan darah Calista, Dokter mulai bertanya dengan istrinya Tio itu.
"Biasanya setiap tanggal berapa bu Calista datang bulannya?" tanya Dokter.
"Biasanya awal bulan udah menstruasi," jawab Calista.
"Kalau begitu sebelum USG, sebaiknya kita pakai tespek aja."
"Kenapa, Dok?" tanya Calista cemas.
"Untuk mengetahui ibu positif atau negatif hamil."
"Oh, begitu. Saya kira buat apa, Dok."
Tio kembali membantu Calista bangun dari ranjang. Setelah memberi wadah untuk menampung air seninya, Calista masuk ke kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian Calista telah keluar dengan membawa hasil dari tespek. Dokter mengambil dari tangan Calista dan melihat hasilnya.
"Selamat ibu Calista, anda positif hamil. Selamat juga buat bapak Tio."
Mendengar ucapan Dokter, Tio spontan memeluk Calista. Akhirnya impian Tio untuk memiliki anak kandung akan terwujud.
Kekecewaan pada Tari yang telah membohongi dirinya, di balas dengan indah. Tio akan menimang bayi dari darah dagingnya sendiri.
"Terima kasih, Sayang. Akhirnya kamu mewujudkan impianku untuk memiliki anak. Darah dagingku." Tio memeluk erat Calista.
Dokter mengatakan akan melakukan USG. Tio kembali membantu istrinya naik ke ranjang. Dokter di bantu perawat mengoles jel pada perut Calista.
Mata Tio tidak berkedip menatap layar monitor. Semua penjelasan dari dokter di di dengar Tio dengan penuh perhatian.
__ADS_1
Setelah menjelaskan sedikit dan melihatkan benih yang masih berupa titik di layar, Dokter meminta Calista kembali duduk.
"Bapak udah lihatkan calon janinnya. Alhamdulillah semua sehat. Ibu dan calon bayi."
"Udah berapa bulan usia bayi itu, Dok?"
"Usia kandungan Ibu Calista saat ini baru lima minggu."
"Baru lima minggu. Saya pikir udah tiga bulan," ucap Tio lagi.
"Daddy gimana,sih. Kita baru menikah satu setengah bulan, nggak mungkin bayinya udah langsung tiga bulan umurnya," bisik Calista.
Tio hanya tersenyum mendengar bisikan dari Calista, begitu juga dokter.
"Ibu Calista baru telat beberapa minggu datang bulannya, nggak mungkin langsung hamil dua bulan, Pak. Cepat banget prosesnya," canda Dokter itu.
"Maklum Dok, udah nggak sabar menggendong bayi," ucap Tio.
Aku nggak tau jika kita bisa mengetahui kehamilan dari awal. Ketika aku menikah dengan Tari, dia telah hamil tiga bulan.
"Pusing saat hamil terjadi karena perubahan hormon kehamilan yang diproduksi tubuh membuat pembuluh darah Anda melebar. Di satu sisi, pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk meningkatkan aliran darah yang menuju ke janin."
"Apa itu tidak bahaya, Dok?" tanya Tio lagi. Ini pertama baginya. Dulu, saat Tari hamil, Tio tidak pernah menemani ke dokter karena harus kuliah dan bekerja.
"Pusing dan mual di awal kslehamilan itu udah umum terjadi. Semua itu karena Kadar hormonal dan volume darah mengalami perubahan pada masa kehamilan awal. Hal ini berdampak pada timbulnya keluhan seperti mual dan pusing saat hamil. Salah satu hormon yang cukup berperan dalam timbulnya keluhan pusing dan mual pada ibu hamil ada hormon beta-HCG. Hormon beta HCG itu sendiri berada dalam kadar tertinggi di pagi hari. Itulah mengapa sebagian besar ibu hamil merasakan keluhan pusing, mual, atau muntah lebih berat di pagi hari (morning sickness)."
"Bagaimana cara mengatasinya, Dok?"
"Ada berapa cara untuk mengurangi rasa mual dan pusing. Cara jitu atasi pusing dan mual saat hamil muda adalah:
__ADS_1
Perhatikan Jam Makan.
Memilih Makanan dengan Hati-Hati.
Hindari Berbaring Setelah Makan.
Tetap Lakukan Aktivitas Ringan.
Cukupi Kebutuhan Cairan. .
Makan Permen.
Istirahat yang Cukup. Dan yang terakhir Atur Sirkulasi Udara di Rumah atau Tempat Kerja."
"Sampai berapa lama semua itu dirasakan, Dok?"
"Mual saat hamil biasanya dimulai sejak awal masa kehamilan dan mencapai puncaknya di sekitar minggu ke-9. Rasa mual akan berangsur-angsur mereda setelah melewati usia kehamilan 12 minggu."
Dokter menjelaskan semuanya dengan penuh perhatian. Calista hanya mendengarnya.
"Baiklah, Dok. Terima kasih atas waktunya.".
"Sama-sama,Pak.Jika ada keluhan lain bisa konsultasi lagi kasini."
"Baik, Dok."
Calist dan Tio menyalami Dokter sebelum keluar dari ruangan. Tampak Tio yang selalu senyum semringah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung.
(sumber : google)