
Tari dan Aldo tertidur setelah melakukan hubungan badan. Satu jam kemudian, Tari terbangun. Dia melihat ke samping. Masih ada Aldo.
Tari membangunkan Aldo dan mengajaknya mandi. Kembali Tari dan Aldo melakukan hubungan di kamar mandi.
Mereka keluar kamar hotel setelah berpakaian rapi. Sebelum keluar, Tari memberikan uang buat Aldo.
"Ini buat uang jajan. Uang kuliah nanti tante transfer."
"Terima kasih, Tante."
"Minggu besok Tante mau ke Singapura. Kamu ikut?"
"Aku ujian, Tante. Maaf kali ini aku nggak bisa ikut."
"Nggak apa. Tante mau ke klub dengan tante Susah. Kamu nggak ikut juga."
"Kalau ke Klub boleh deh aku ikut."
Tari tersenyum dan menggandeng tangan Aldo berjalan keluar dari kamar hotel. Tari selalu memilih hotel tempat dia berhubungan saat ini dikarenakan jauh dari keramaian.
Tari sedang melakukan pembayaran, ketika seseorang menyapa Aldo.
"Aldo, udah lama nggak ketemu," ucap Meidi.
"Meidi. Lagi ngapain di sini?"
__ADS_1
"Emang kalau ke hotel mau bermain sepak bola. Jelas nginap lah," ucap Meidi.
"Ini pacarmu?" ucap Aldo melirik ke arah Elvan.
"Sayang, kita pacaran apa bukan sih?" ucap Meidi. Elvan hanya menjawab dengan senyuman.
"Kamu mau nginap dengan cowokmu?"
"Ya, kamu menginap dengan siapa? Dengan pacar juga? Mana pacarmu?" tanya Meidi.
"Bukan, aku hanya sendirian."
"Mana mungkin sendirian. Kamu pasti datang dengan pacarmu. Mana? Aku ingin tau, wanita mana yang kamu pilih setelah kita berpisah. Oh ya. Kenalkan ini Elvan," ucap Meidi dan menarik tangan Aldo untuk bersalaman. Elvan mengulurkan tangannya dengan Aldo.
"Sejak kita putus, aku nggak pernah pacaran, Meidi."
"Elvan, kamu marah. Aku dan Aldo ini pacaran dulu saat sekolah menengah. Jangan marah dan cemburu gitu, dong!"
"Siapa yang marah, Meidi. Kamu kembali pacaran dengan Aldo, aku juga tidak keberatan."
"Jangan bicara begitu, Elvan. Kamu selalu saja mempermalukan aku. Apa aku ini tidak ada artinya bagimu?"
"Sepertinya aku harus pamit," ucap Aldo. Dia tidak ingin gara-gara dirinya Meidi dan Elvan bertengkar.
Baru Aldo akan membalikkan badan terdengar namanya dipanggil seseorang.
__ADS_1
"Aldo ... sini Sayang. Kita pulang lagi!" ucap tante Tari.
Elvan dan Meidi serempak memandangi asal suara. Elvan dan Tari kaget saat mata mereka bertemu.
"Mama!" ucap Elvan.
"Elvan," ucap mama Tari dengan suara pelan.
Elvan berjalan mendekat ke arah mama Tari yang masih berdiri terpaku. Wanita itu tidak menyangka jika akan bertemu Elvan. Apa lagi dalam kondisi dan situasi yang tidak menguntungkan saat ini.
Tari menarik napas panjang ketika melihat Elvan yang berjalan mendekati tempat dirinya berdiri.
Apa yang akan aku katakan jika Elvan bertanya sedang apa aku di sini. Dan dia pasti bertanya siapa Aldo. Kenapa aku tidak melihat kehadiran Elvan.
"Mama, sedang apa di sini?" tanya Elvan.
"Tadi mama dan teman-teman adakan pertemuan buat membahas kerja sama. Kalau kamu sendiri sedang apa di sini?"
"Aku tadi bermain kerumah teman. Karena udah magrib, aku dan Meidi memutuskan untuk menginap. Mana teman Mama yang lainnya? Kanapa Mama memanggil pria itu dengan kata Sayang?"
"Aldo itu anak teman Mama," ucap Mama Tari.
"Meidi, Aldo sinilah!" panggil Elvan.
Meidi dan Aldo yang menyadari jika sesuatu yang tidak mengenakan akan terjadi, berjalan pelan mendekati Elvan dan mamanya.
__ADS_1
...****************...
Bersambung