
Waktu terus berlalu, akhirnya Bagus dan Nurul menikah. Tetapi pernikahan mereka hanya disaksikan oleh keluarga besar saja dan hanya dilakukan di KUA dan tidak ada pesta sama sekali. Karena memang mereka menikah dalam keadaan masih sekolah. Yang penting bagi mereka adalah mereka sudah sah menjadi suami istri lebih dulu karena memang sekolah mereka hanya tinggal sebentar lagi.
Ibu nya Bagus, Ibu Parni sebenarnya tidak setuju jika Nurul menjadi menantunya. Karena mereka sudah menikah dini dan apalagi Nurul membuat Bagus berpindah agama meskipun hanya ketika menikah saja. Tetapi mau bagaimana lagi Bagus mencintai Nurul dan Ibu Parni hanya bisa memberi mereka restu.
Karena masih sekolah dan takut hamil muda, keduanya tidak diperbolehkan tidur bersama lebih dulu sebelum lulus sekolah. Sehingga keduanya masih tidur di rumah masing-masing. Tetapi Nurul berkewajiban membantu usaha Ibu Parni yang kini sudah menjadi mertuanya yaitu usaha ayam potong.
"Besok pagi jangan lupa ya Nurul, Ibu ada pesanan 1000 potong." ucap Ibu Parni ketika Nurul pamit pulang.
Sore tadi Nurul ke rumah Bagus dan malam ini dia akan kembali pulang ke rumahnya. Dan sudah menjadi kebiasaan Nurul bangun di jam 2 pagi kemudian dia datang ke rumah mertuanya untuk membantu usahanya. Jika sudah pagi Nurul kembali ke rumah untuk bersiap sekolah. Meskipun saat itu hanya tinggal ujian biasa tetapi Nurul harus sekolah. Dan jangan ditanya bagaimana keadaan tubuh Nurul, dia sebenarnya merasa capek dan mengantuk tetapi memang itu konsekuensi yang dia ambil.
"Iya Bu." jawab Nurul, kemudian berpamitan dan pulang ke rumah.
...----------------...
Melihat Nurul yang bekerja keras membuat Ibu Parni sedikit luluh kepadanya. Ibu Parni berniat membangunkan rumah untuk Bagus dan Nurul tempati di samping rumahnya. Supaya jika ada pesanan sewaktu-waktu akan lebih mudah membangunkan dan menyuruh Nurul untuk membantu. Dengan alasan supaya dekat dengan orang tua, meskipun sebenarnya Bagus dan Nurul berhak menentukan hidup rumah tangga mereka sendiri tetapi seakan Ibu Parni tidak memberinya kesempatan.
Ibu Parni terus berusaha meyakinkan Bagus agar bisa mengajak Nurul untuk tinggal di samping rumah Ibu Parni. Karena Bagus memang anak yang penurut sehingga dia mengikuti saran dari orang tuanya.
Saat ini Bagus dan Nurul sedang berada di sebuah warung sederhana, mereka sedang makan malam bersama. Karena mereka ingin menikmati waktu berdua. Keduanya sedang menunggu pesanan makanan yang baru saja mereka pesan.
"Ow ya Dek, Ibu menyuruh kita untuk tinggal di rumah sebelah kalau nanti kita sudah lulus sekolah." ucap Bagus membuka obrolan.
Terlihat Nurul yang sedang berpikir mendengar ucapan dari Bagus.
"Apa gak sebaiknya kita kontrak rumah sendiri Mas? Kan bagaimana pun kita sudah menikah." jawab Nurul setelah cukup lama berpikir.
__ADS_1
"Tapi kan Mas belum kerja Dek, statusnya masih sekolah. Gimana Mas bisa menghidupi kamu kalau kita kontrak sekarang? Kita dapat uang kan juga karena kerja sama Ibu." ucap Bagus menjelaskan.
Karena memang usaha yang dikelola Ibu Parni tidak memiliki karyawan khusus. Hanya anak-anak mereka yang membantu, apalagi sekarang ada Nurul yang membantu juga sehingga cukup meringankan pekerjaan Ibu Parni.
Benar juga apa yang dikatakan Bagus. Akhirnya mau tidak mau Nurul pun mengikuti saran dari mertuanya tersebut untuk menempati rumah disebelah rumahnya.
...----------------...
Waktu terus berjalan, Bagus dan Nurul pun sudah lulus dan keduanya sudah mulai menempati rumah di sebelah rumah Ibu Parni. Dan kebetulan rumah Bagus yang berhadapan dengan rumah Judika sehingga membuat Nurul yang hampir setiap hari tanpa disengaja selalu bertemu dengan Judika. Dan ketika bertemu keduanya memang bersikap biasa tetapi mata mereka yang seakan berbicara satu sama lain.
Karena sudah lulus sekolah Nurul pun boleh untuk hamil. Selama program hamil dan lulus sekolah Nurul tidak bekerja sama sekali. Sehingga ketika selesai membantu mertuanya, Nurul akan seharian berada dirumah. Sesekali dia merasa nyaman tapi kelamaan Nurul merasa jenuh ingin sekali dia bekerja.
Malam ini Bagus dan Nurul sudah bersiap beristirahat. Keduanya sudah berada di atas ranjang. Dan seperti biasa mereka akan mengobrol lebih dulu.
"Mas, aku ingin kerja. Aku jenuh seharian dirumah." ucap Nurul mencoba meminta ijin kepada suaminya.
"Beda lah Mas, kalau sama Ibu kan pagi sudah selesai trus aku jenuh seharian dirumah. Kalau kamu kan beda bisa keluar rumah antar-antar pesanan dan lain-lain." ucap Nurul yang masih kekeh dengan keinginannya.
"Trus mau kamu gimana?" tanya Bagus.
"Ya aku mau kerja." jawab Nurul dengan yakin.
"Gak capek nanti, habis bantu Ibu langsung berangkat kerja sampai sore?" tanya Bagus lagi yang masih mencoba memberi pengertian kepada istrinya.
"Ya resiko Mas, namanya juga kerja." jawab Nurul.
__ADS_1
"Trus kamu mau kerja apa?" tanya Bagus.
"Nanti coba aku tanya ke teman ku yang penting sekarang kamu udah kasih ijin." jawab Nurul.
Bagus terlihat berpikir, sebenarnya dia tidak ingin memberi ijin istrinya untuk bekerja di luar tetapi karena Nurul yang terlihat ingin sekali bekerja sehingga membuat Bagus memberinya ijin.
"Ya sudah kamu boleh kerja. Tapi kalau capek jangan lupa istirahat, Mas gak mau kamu nanti malah sakit." ucap Bagus akhirnya memberi ijin kepada Nurul.
Nurul pun memeluk Bagus dengan erat karena merasa senang sudah diijinkan bekerja sehingga Nurul juga bisa melihat ke dunia luar dan tidak merasa jenuh lagi.
"Tapi tunggu dulu." ucap Bagus tiba-tiba sambil melepaskan pelukan Nurul.
Dan Nurul pun mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang dimaksud oleh Bagus.
"Maksudnya?" tanya Nurul.
"Sebelum kamu kerja beneran, sekarang kerja dulu yuk." jawab Bagus sambil menaikturunkan alisnya dengan tersenyum mesum kepada Nurul.
Seketika Nurul pun mengerti apa maksud dari ucapan Bagus. Nurul pun tidak menolak karena bagaimanapun itu adalah hak Bagus untuk meminta darinya dan sudah menjadi kewajiban Nurul untuk melayani suaminya.
Akhirnya malam itu menjadi saksi cinta mereka. Suara ******* dan lenguhan dari keduanya menggema di dalam mereka. Mereka pun mengarungi asmara bersama dan malam itu menjadi saksi penyatuan yang mereka lakukan.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏