Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Taruhan


__ADS_3

Waktu terus berjalan, Shasha tetap bertahan untuk tinggal bersama Bagus meskipun terus saja Bagus melarangnya untuk kembali menemui Nurul dengan diam-diam. Dan dengan terpaksa akhirnya Shasha pun mengikuti perintah Bagus. Karena bagaimanapun Shasha masih memiliki pemikiran dewasa, yaitu jika dia tetap memilih ikut Nurul maka beban Nurul akan semakin berat apalagi Nurul memiliki anak balita yang tentu saja membutuhkan banyak biaya belum lagi untuk biaya sekolah Shasha sendiri.


Shasha saat ini duduk di kelas 2 SMP. Dia menjadi salah satu anggota OSIS di sekolahnya apalagi Shasha merupakan cewek cantik sehingga dengan mudahnya dia bisa terpilih menjadi anggota OSIS.


Ada seorang cowok yang cukup tampan di sekolah Shasha, dia merupakan salah satu idola dan merupakan pemain basket di sekolahan Shasha. Dia bernama Alex. Alex merupakan cowok playboy karena dia memiliki banyak cewek di sekolahan lain tetapi meskipun begitu masih tetap banyak juga yang mengidolakannya. Shasha pun sebenarnya juga mengidolakannya tetapi Shasha bukan tipe cewek yang mengejar cowok.


"Sha, yuk kita ke lapangan basket. Alex latihan tuh, kan lumayan bisa lihat cowok ganteng gratisan." ucap Lita anggota OSIS juga.


Shasha pun hanya ikut saja karena dia merasa bosan jika harus kembali ke kelas. Begitu tiba di pinggir lapangan basket, Lita pun terlihat sangat sumringah begitu melihat Alex yang sedang mendrible bola dan bahkan Lita berteriak memberi semangat ketika Alex berhasil memasukkan bola di dalam ring. Shasha lebih memilih duduk di tempat duduk yang tersedia yang memang untuk penonton diluar lapangan. Shasha terus saja menggelengkan kepala merasa heran dengan tingkah temannya karena begitu histeris seperti melihat seorang artis.


"Lebay banget sih, artis juga bukan." gumam Shasha.


Alex dan pemain yang lainnya beristirahat sebentar sebelum kembali melanjutkan permainan. Mereka hanya duduk-duduk dipinggir lapangan saja sambil minum air mineral yang sudah disediakan pelatih.


"Eh, lihat gak dua cewek yang disebelah sana?" Joko menyenggol lengan Alex yang saat itu duduk disampingnya sambil menunjuk dengan gerakan mata saja, karena dia tidak ingin jika cewek yang dimaksud mengetahuinya.


Joko sebenarnya juga cukup populer di sekolahan tetapi karena wajahnya masih kurang dibanding Alex sehingga banyak kaum hawa yang lebih memilih Alex dibanding dirinya. Tetapi Joko tidak merasa iri sedikitpun, karena dirinya pun sama seperti Alex, yaitu seorang playboy.


Alex pun mengikuti kemana arah gerak mata Joko. Dan benar saja Alex melihat Shasha yang masih duduk manis dan juga Lita yang terlihat heboh sendiri. Padahal semua pemain masih beristirahat tetapi Lita masih tetap konsisten memberi semangat.


"Kenapa emangnya tu cewek?" tanya Alex penasaran, karena memang Alex tidak peduli dengan cewek-cewek disekolahnya yang mengagumi dirinya, tetapi Alex juga belum pernah melihat Shasha ketika dirinya sedang bertanding ataupun hanya latihan. Sehingga membuat Alex cukup penasaran dengan pribadi Shasha apalagi fisik Shasha yang memang cantik sehingga tidak rugi jika dirinya bisa berpacaran dengan Shasha.

__ADS_1


"Yang duduk itu namanya Shasha, dia anak 2C. Kita taruhan kalau kamu bisa pacaran sama dia apalagi sampai bisa tidur sama dia, aku kasih kamu handphone. Tapi kalau kamu gagal kamu yang harus beliin aku handphone." bisik Joko.


Memang gak kaleng-kaleng kalau Joko sudah berani taruhan karena memang dia adalah anak orang kaya sehingga sangat mudah bagi Joko untuk mengeluarkan uang. Joko sengaja memberi taruhan kepada Alex untuk berpacaran dengan Shasha, karena jika dirinya yang mengajak Shasha pacaran pasti akan ditolak mentah-mentah oleh Shasha apalagi sudah jelas jika Alex lah yang lebih tampan.


Alex menatap Joko tidak percaya dengan taruhan yang diberikan Alex kepadanya. Memang mereka berdua sudah terbiasa taruhan, tetapi untuk kali ini taruhannya Joko sudah berlebihan.


"Kamu yakin?" tanya Alex tidak percaya.


"Kenapa? Kamu takut?" Joko balik bertanya.


Tetapi tanpa diduga, yang awalnya Alex akan menolak taruhannya kali ini tetapi ternyata Alex menyetujui taruhan Joko. Alex menyodorkan tangannya untuk mereka saling berjabat tangan tanda bahwa mereka akan memulai taruhan.


"Deal?" tanya Alex meyakinkan, karena Alex yakin jika Shasha bisa dengan mudah didekati seperti cewek-cewek lainnya yang sudah menjadi korbannya selama ini.


Akhirnya keduanya pun menggunakan Shasha untuk bahan taruhan bahkan lebih parahnya jika Alex bisa tidur dengan Shasha. Padahal status mereka masih SMP tetapi sudah memiliki pikiran seperti itu.


Akhirnya waktu istirahat pun berakhir, Alex dan Joko kembali akan bersiap-siap untuk melanjutkan latihan mereka pada siang itu. Ketika akan berdiri Alex sempat melihat ke arah Shasha yang sedang duduk dan bersamaan dengan itu Shasha juga sedang melihat ke arah Alex. Alex pun dengan sengaja mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Shasha. Shasha yang menyadari bahwa Alex melakukan itu untuk dirinya pun mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa maksud Alex.


Tetapi Lita yang sedari tadi memperhatikan Alex, merasa percaya diri jika baru saja Alex mengedipkan sebelah matanya untuk dirinya.


"Ahhhhhh...!" teriak Lita dengan girang.

__ADS_1


"Kamu lihat tadi Sha, Alex godain aku." ucap Lita masih dengan teriakan histerisnya.


Padahal Shasha tahu sendiri bahwa Alex mengedipkan sebelah matanya untuk dirinya, tetapi justru Lita lah yang merasa diperhatikan oleh Alex.


"Hmmm...." Shasha hanya menjawab dengan deheman saja, karena dia tidak mau membuat Lita kecewa hanya karena masalah sepele seperti itu.


"Udah ahh, yuk masuk kelas uda mau pulang nih. Kita uda kelamaan bolos pelajarannya." ajak Shasha, karena memang biasanya jika masuk di dalam anggota OSIS mereka akan sering ijin keluar kelas untuk mengikuti kegiatan ataupun rapat OSIS.


"Tar dulu Sha, tungguin mereka selesai aja lah." pinta Lita memohon.


"Gak ahh, aku mau balik." jawab Shasha sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Lita.


Akhirnya dengan terpaksa Lita pun mengikuti Shasha dengan cemberut dan terlihat terasa berat meninggalkan Alex.


Tidak berapa lama latihan basket pun selesai. Dan Alex melihat ke arah dimana Shasha duduk sebelumnya tetapi ternyata tidak menemukan Shasha disana. Bahkan Alex melihat disekitar luar lapangan juga tidak menemukan Shasha.


"Aku harus bisa mendapatkanmu, bagaimanapun caranya." batin Alex dengan optimis.


Setelah itu Alex dan teman-temannya pun menuju ruang ganti dan bersiap akan pulang karena memang sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 👍


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2