
Nurul sudah selesai mandi dan berdandan, dia bersiap akan pergi dengan Liana. Judika sudah terlihat pergi lebih dulu sendirian beberapa menit yang lalu. Karena memang Judika akan memesan kamar hotel lebih dulu. Begitu Liana juga sudah siap, Nurul pun segera mengeluarkan motornya dan saat itu Ibu Parni sedang berada di teras rumah dan tentu saja tahu jika Nurul dan Liana akan pergi mencari kerjaan bersama.
"Pergi dulu Bu." pamit Nurul kepada mertuanya.
"Ya." jawab Ibu Parni singkat.
Ibu Parni terus saja memperhatikan setiap apa yang dilakukan oleh Nurul. Ibu Parni juga tahu bagaimana pakaian Nurul saat itu. Terlihat sedikit agak berbeda seperti hari kemarin ketika akan mencari pekerjaan juga, dan pagi itu Nurul terlihat sangat cantik. Tapi Ibu Parni tidak berpikiran jelek kepada Nurul karena memang berpikir bahwa Nurul memang akan mencari pekerjaan.
Setelah di rasa siap, Nurul dan Liana pun mengendarai motornya menuju hotel yang dimaksud oleh Judika sebelumnya. Nurul sudah hafal karena ternyata ketika ada kesempatan mereka berdua selalu bertemu di hotel tersebut tanpa sepengetahuan siapapun. Dan kebetulan saat ini ada Liana yang bisa menjadi alasan keduanya untuk bertemu kembali.
Ketika Nurul dan Liana tidak terlihat lagi, Wahyu keluar dari rumah sengaja untuk menghampiri Ibu Parni dan duduk disampingnya.
"Mbak Nurul sama Liana mau kemana itu Budhe?" tanya Wahyu berbasa basi. Wahyu memang memanggil Ibu Parni Budhe, karena memang panggilan orang jawa seperti itu ketika yang diajak bicara lebih tua dari orang tuanya sekalipun mereka tidak memiliki hubungan darah apapun.
"Cari kerjaan." jawab Ibu Parni.
"Masih belum dapat juga?" tanya Wahyu lagi.
"Kalau uda dapat ya pasti uda kerja kan." jawab Ibu Parni sesuai apa yang dia tahu.
"Budhe gag curiga mereka gag hanya cari kerjaan?" bisik Wahyu.
"Maksudnya?" tanya Ibu Parni yang langsung menoleh ke arah Wahyu yang duduk disampingnya karena cukup terkejut dengan pertanyaan Wahyu.
"Siapa tahu Mbak Nurul janjian sama Mas Judika trus sengaja mengajak Liana buat alasan." bisik Wahyu lagi sengaja membuat Ibu Parni marah dan mencoba merusak rumah tangga Nurul dengan Bagus.
Ibu Parni juga merasa bahwa Judika dan Nurul ada hubungan tetapi Ibu Parni tidak mau percaya begitu saja jika beliau belum mengetahui dengan mata kepalanya sendiri. Karena memang perasaan orang tua itu sangat kuat terhadap segala hal yang terjadi apalagi mengenai anak-anaknya. Dan sebenarnya berita tentang Nurul dan Judika tidak sekali dua kali didengar oleh Ibu Parni. Kemarin-kemarin mungkin Ibu Parni masih bisa memendam dan menyimpannya sendiri, tapi mungkin tidak untuk kali ini.
__ADS_1
Ibu Parni terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu. Antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari Wahyu. Memang sebelum Nurul menikah dengan Bagus, Ibu Parni tidak terlalu suka dengan Nurul karena melihat keseharian Nurul ketika berinteraksi dengan lawan jenis sangat dekat. Tetapi ketika Nurul dan Bagus menikah, Ibu Parni membuang semua pikiran tersebut karena Bagus begitu meyakinkan Ibu nya dan menepis pikiran buruk tentang Nurul kepadanya.
Melihat Ibu Parni yang diam saja semakin membuat Wahyu semangat memberikan info terpanas kepadanya. Dan Wahyu pun tersenyum di dalam hatinya. Padahal Wahyu tidak mendapat keuntungan apapun jika sampai membuat rumah tangga Bagus dan Nurul berantakan tetapi entah kenapa Wahyu tetap melakukan hal itu.
"Kata Liana tadi pagi, dia sama Mbak Nurul mau janjian sama Mas Judika ke hotel lho Budhe." lanjut Wahyu lagi semakin membuat pikiran Ibu Parni kemana-mana.
Ibu Parni tidak menanggapi apapun perkataan Wahyu. Ibu Parni hanya diam saja tetapi tentu saja Ibu Parni akan melakukan sesuatu. Karena tidak mendapat respon apapun dari Ibu Parni, Wahyu pun pamitan pulang ke rumah.
...----------------...
Tidak berapa lama Bagus pulang dari pasar setelah mengirim beberapa pesanan ayam ke beberapa tempat. Setelah itu Bagus bersantai di rumahnya sendiri sambil merokok, karena Nurul baru saja mengirim pesan jika dirinya dan Liana pulang sore karena bertemu dengan teman lama Nurul dan diajak main ke rumahnya dan tentu saja itu hanya alasan Nurul karena masih ingin berlama-lama dengan Judika.
Ketika sedang melamun sambil merokok sendirian, Ibu Parni menghampiri Bagus dan duduk di depan Bagus. Begitu melihat Ibu nya datang Bagus segera mematikan rokok yang semula dia hisap ke dalam asbak. Bagus begitu peduli dengan kesehatan Ibu nya sehingga dia tidak ingin Ibu nya menjadi perokok pasif karena perokok pasif justru lebih berbahaya daripada perokok aktif.
"Nurul kemana?" tanya Ibu Parni basa basi karena ingin melihat apakah Nurul sudah berpamitan kepada suaminya.
"Kog belum pulang? Ini kan uda siang." tanya Ibu Parni lagi.
"Barusan Nurul kirim pesan katanya pulang sore Bu karena main ke rumah teman lamanya dulu." jawab Bagus.
Ibu Parni menghela nafas panjang. Memang sepertinya untuk kali ini perbuatan Nurul tidak bisa ditoleransi lagi. Ibu Parni berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan rumah tangga anaknya.
"Wahyu tadi cerita, katanya tadi pagi Liana bilang ke dia kalau dia dan Nurul akan janjian dengan Judika ke hotel." ucap Ibu Parni mencoba memberi tahu Bagus tentang berita yang dia dengar.
Bagus pun menghela nafas dengan kasar. Karena masih saja Ibu nya menuduh Nurul yang tidak-tidak padahal sudah berkali-kali Bagus meyakinkan Ibu nya untuk mempercayai Nurul tapi selalu saja Ibu nya berpikiran jelek tentang istrinya itu.
"Bu, kan Bagus uda bilang jangan banyak ngobrol sama Wahyu. Wahyu itu orangnya suka gosip, suka fitnah orang." jawab Bagus dengan kesal.
__ADS_1
"Iya bener, tapi perasaan Ibu berkata bahwa kali ini memang benar apa yang dikatakan sama Wahyu." ucap Ibu Parni mencoba mengatakan apa yang dia rasakan.
"Udah lah Bu, Bagus capek mau istirahat." jawab Bagus dan dengan halus mengusir Ibu nya karena dia tidak ingin membahas hal tersebut semakin panjang karena nanti dia akan bertengkar dengan Ibu nya.
"Ya sudah terserah kamu, tapi saran Ibu sekali-kali kamu ngecek istri kamu pergi ke mana." ucap Ibu Parni sambil keluar dari rumah Bagus dan menuju rumahnya.
Bukannya tidak mendengar perkataan Ibu nya, tapi Bagus memang sengaja tidak menjawabnya. Bagus hanya diam saja, tapi sejujurnya dia memikirkan perkataan Ibu nya tersebut.
...----------------...
Sedangkan di jalan Nurul membelokkan motornya menuju hotel yang dimaksud. Tentu saja Liana yang berada di belakang boncengan menjadi terkejut karena perkataan Nurul semalam tentang bertemu dengan Judika di hotel bukan candaan tapi sebuah kenyataan.
"Lhoh Mbak beneran ini kita ke hotel begini?" tanya Liana yang masih polos dan merasa takut, karena mereka ke hotel yang bukan bintang lima tapi hotel tempat biasa orang-orang bertemu dan hanya mengutamakan nafsu mereka.
"Iya." jawab Nurul santai sambil memarkirkan motornya menuju tempat parkir yang tersedia, tentu saja tempat parkirnya sedikit tersembunyi agar tidak terlihat dari luar hotel dan disana juga sudah terparkir motor Judika.
"Ayo." ajak Nurul menuju ke kamar hotel yang berjejer-jejer dengan diikuti Liana dibelakangnya dengan takut-takut.
Nurul sudah hafal kamar yang biasa dipesan oleh Judika ketika mereka bertemu disana.
...****************...
Haduh santai sekali ya Nurul 🤔
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1