Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Iphone


__ADS_3

Waktu terus berlalu, kedekatan Alex dan Shasha bahkan hubungan keduanya dengan status berpacaran pun sudah menjadi rahasia umum di sekolahan mereka. Banyak siswi yang kecewa karena tidak bisa lagi mendekati atau mengambil hati Alex sebagai idola mereka dalam bermain basket. Bahkan tidak sedikit juga dari mereka yang sudah tidak ingin menonton pertandingan basket meskipun hanya sekedar latihan. Karena mereka berpikir bahwa sudah tidak mungkin lagi bisa mendapatkan hati Alex. Tetapi masih banyak juga dari siswa siswi yang memang setuju jika Alex dan Shasha berpacaran, karena mereka memang cocok cantik dan tampan.


Sore ini tim basket Alex akan kembali latihan karena memang akan ada pertandingan yang akan mereka ikuti. Tetapi Shasha tidak bisa menemani, dia sudah berjanji kepada Lita akan pergi dengan Lita membeli buku. Karena memang biasanya dimana ada Alex disitupun ada Shasha.


"Hebat juga kamu, gerakanmu cukup lihai." ucap Joko yang duduk disamping Alex yang sedang istirahat untuk beberapa saat.


"Jelas donk, demi iphone." jawab Alex, karena Alex sudah tahu kemana arah pembicaraan Joko.


"Eh jangan lupa taruhannya lho ya!" lanjut Alex mengingatkan Joko tentang taruhannya.


"Kamu tenang aja, aku uda siapkan iphone nya karena aku yakin kamu bakal menang. Tapi yang jelas aku butuh bukti." jawab Joko.


"Tenang aja, aku uda pikirkan semua itu." ucap Alex yakin.


"Tumben gak ngintilin kamu?" tanya Joko setelah mereka terdiam beberapa saat dan melihat ke sekeliling bahwa tidak ada Shasha disana.


"Lagi pergi sama Lita cari buku." jawab Alex.


Tidak berapa lama pelatih pun kembali memanggil mereka untuk memulai latihan lagi.


...----------------...


Setiap hari Alex selalu menunjukkan perhatiannya kepada Shasha. Bahkan sejak dari pagi sampai malam ponsel Shasha tidak pernah berhenti mendapat kiriman pesan dari Alex. Karena Shasha adalah seorang wanita yang mudah sekali tersentuh emosionalnya, tentu saja dia merasa menjadi wanita sepenuhnya di hidup Alex. Tanpa Shasha ketahui bahwa sebenarnya Alex hanya memanfaatkan Shasha.


Suatu ketika Alex mengajak Shasha untuk bolos sekolah dengan alasan akan pergi mencari teman Alex yang sudah lama tidak ketemu. Karena jika mengajak Shasha di hari libur, Alex akan sangat susah mendapat ijin dari Bagus dan tentu saja Alex harus memiliki alasan yang cukup jelas agar Bagus percaya. Maka dari itu Alex memilih untuk membolos saja dengan mengajak Shasha.


Saat ini keduanya sudah mengendarai motor Alex dengan membelah jalanan di tengah kota. Mereka sudah janjian bertemu disuatu tempat sebelumnya. Alex mengendarai motornya menuju tempat wisata pada umumnya.


"Yank, kog kita malah kesini? Katanya mau cari teman kamu?" tanya Shasha yang bingung karena Alex mengajaknya pergi ke tempat wisata yang cukup terkenal dengan losmen nya.


"Katanya sih kerja disekitar sini Yank, makanya kita cari kesini." jawab Alex dengan masih mencari losmen yang cukup nyaman untuk mereka nantinya, karena sebelumnya Alex sudah mensurvey daerah tersebut.


"Oh gitu ya." ucap Shasha, akhirnya Shasha pun menurutinya. Shasha ikut saja kemana Alex akan membawanya.


Ketika akan tiba di losmen yang menjadi tujuannya, tiba-tiba saja Alex memberhentikan motornya di pinggir jalan sambil berakting sakit perut. Shasha pun turun dari motor dan ingin melihat keadaan Alex.


"Kamu kenapa Yank?" tanya Shasha khawatir.

__ADS_1


"Aduh, gak tahu ini Yank tiba-tiba aja perutku rasanya sakit banget. Aku gak kuat." jawab Alex dengan akting yang sangat meyakinkan.


Shasha pun ikut bingung karena Shasha tidak bisa mengendarai motor Alex yang besar.


"Trus gimana donk Sayang?" tanya Shasha.


"Teman kamu masih belum tahu dimana ya?" tanya Shasha lagi.


"Gak tahu Yank, gak bisa dihubungi. Kayaknya kita perlu sewa losmen dulu nanti kalau perutku udah enakan kita bisa jalan lagi." jawab Alex dengan berpura-pura lemas menahan rasa sakitnya.


Shasha terlihat berpikir cukup keras, karena jika Shasha tidak mau maka Alex akan sangat kasihan dengan kesakitannya tetapi jika Shasha mau dia takut akan terjadi sesuatu hal.


"Gimana Yank? Aku beneran udah gak kuat nahan sakit." tanya Alex karena Shasha yang masih diam saja.


"Tapi kita gak nginep kan?" tanya Shasha dengan ragu-ragu, karena dia juga bingung akan menjelaskan apa kepada Bagus nantinya.


"Gak kog Yank, aku janji kalau udah enakan kita langsung pulang aja gak jadi cari temanku." jawab Alex dengan segera agar Shasha tidak berubah pikiran.


Akhirnya Shasha pun mau dan keduanya mencari losmen terdekat. Setelah Alex mendaftar akhirnya mereka pun mendapatkan kunci kamar. Alex dan Shasha segera masuk ke dalam kamar, dan Alex segera berbaring sambil memejamkan mata di atas ranjang untuk lebih meyakinkan aktingnya. Shasha pun dengan ragu masuk dan duduk di samping ranjang tempat Alex berbaring, Shasha pun tersentuh dan merasa kasihan dengan Alex.


"Yank, aku boleh minta tolong?" tanya Alex.


"Minta tolong kamu belikan obat sakit perut di toko dekat losmen tadi." jawab Alex sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.


"Obat apa?" tanya Shasha.


"Obat apapun untuk sakit perut. Aku juga gak tahu Yank. Ini uangnya." jawab Alex.


"Iya aku belikan. Pakai uang ku aja." ucap Shasha kemudian bangkit berdiri dan akan keluar dari kamar.


"Yank..." tetapi Alex segera memanggilnya sebelum Shasha benar-benar keluar dari kamar.


Shasha pun berhenti dan menoleh ke arah Alex.


"Makasih ya." ucap Alex, Shasha hanya tersenyum kemudian segera keluar dari kamar dan kembali menutup pintu.


Setelah yakin jika Shasha benar-benar keluar, Alex segera bangkit berdiri kemudian mengambil kamera kecil di dalam tas nya dan melihat ke sekeliling kamar mencari tempat untuk dia letakkan kamera kecil tersebut. Karena saat ini adalah kesempatan Alex untuk memanfaatkan Shasha mendapatkan iphone. Dan dengan kamera kecil tersebut akan dia pakai sebagai bukti untuk dia berikan kepada Joko.

__ADS_1


Ketika dirasa cukup aman Alex kembali berbaring dan berpura-pura sakit karena bersamaan dengan itu Shasha sudah kembali dari membeli obat. Ternyata Shasha kembali tidak hanya membeli obat saja tetapi juga makanan dan minuman hangat untuk Alex.


Shasha segera menyuap Alex dengan makanan yang dia beli setelah itu meminum obat, Alex pun menurut karena untuk membuat Shasha yakin jika Alex benar-benar sakit.


"Sekarang kamu istirahat ya, biar nanti pas bangun udah enakan." ucap Shasha sambil membantu Alex berbaring dengan benar.


"Aku ingin gini sebentar Yank." ucap Alex, kemudian dengan segera tidur dipangkuan Shasha yang saat itu duduk di tepi ranjang dengan bersandar di kepala ranjang.


Awalnya Shasha merasa canggung, memang dia terkenal playgirl yang bergonta ganti pacar tetapi jika berhadapan langsung dengan lawan jenis seperti ini baru kali ini dia alami. Tetapi ketika melihat Alex yang terlelap dan benar-benar sakit akhirnya Shasha pun diam saja. Bahkan dia mengelus-elus rambut Alex agar semakin nyaman tidur di pangkuannya.


Alex tidak benar-benar tidur, dia hanya ingin membuat Shasha yakin jika obat yang dibelinya membuatnya mengantuk. Setelah dirasa cukup lama akhirnya Alex pun sedikit mengeliat dalam tidurnya dan menguap, kemudian membuka mata dan dilihatnya Shasha yang memejamkan mata dengan kepala bersandar di kepala ranjang. Tangan Alex perlahan membelai pipi Shasha dengan posisinya yang masih tidur dipangkuan Shasha.


Shasha pun terkejut dan membuka mata karena mendapat sentuhan dari Alex.


"Udah bangun Yank? Gimana udah enakan?" tanya Shasha perhatian.


Alex tidak menjawabnya, dia hanya terus menatap Shasha dan seolah tatapan matanya penuh dengan gairah. Apalagi keadaan mereka yang berada di dalam kamar dan hanya berduaan saja. Tangan Alex memegang tengkuk Shasha kemudian dengan perlahan membuatnya menunduk dan hanya dalam hitungan detik saja kedua bibir mereka bertemu. Yang awalnya hanya bersentuhan, dengan naluri masing-masing keduanya pun saling bertukar saliva.


Sebagai seorang playboy, Alex cukup berpengalaman untuk hal tersebut. Alex memberikan ciuman dengan sangat lembut sehingga membuat Shasha terlena. Entah setan apa yang merasuki keduanya, saat ini mereka sudah saling tanpa sehelai benang pun. Shasha yang sebenarnya menolak, dengan rayuan yang diberikan Alex pun akhirnya hanya bisa pasrah saja.


"Tapi aku takut Yank." ucap Shasha dengan takut ketika Alex sudah berada di atas tubuhnya.


"Tenang aja Sayang, rileks ya. Sakitnya hanya sebentar kog." bisik Alex dengan lembut kemudian memberikan rangsangan kepada Shasha agar lebih rileks dan tidak takut.


Setelah dirasa Shasha mulai terangsang, Alex dengan segera melesatkan miliknya ke dalam milik Shasha.


"Aaahhhh...." teriak Shasha karena merasa sakit dan terkejut yang bersamaan tetapi dengan segera Alex membungkamnya dengan ciuman liar sehingga membuat Shasha yang kesakitan berangsur-angsur menjadi kenikmatan.


Alex pun bergerak dengan bebas diatas tubuh Shasha ketika Shasha sudah mulai bisa mengimbangi permainan mereka.


"Iphone di depan mata." batin Alex dengan tersenyum puas.


Puas karena mendapat iphone juga puas karena ternyata Shasha masih perawan dan dialah yang menjadi orang pertama yang merasakan miliknya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2