Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Ketagihan Dan Kebablasan


__ADS_3

Sejak kejadian di losmen, Alex dan Shasha sudah kembali sering melakukan hubungan suami istri keduanya seakan merasa ketagihan setelah melakukan sekali. Dan tempat mereka melakukannya adalah di kost yang sengaja Alex sewa ketika dia merasa bosan di rumah. Shasha pun menjadi tidak malu-malu lagi ketika melakukan bahkan dia yang lebih sering mendominasi permainan.


Pulang dari losmen beberapa hari yang lalu, Alex segera memberikan rekaman video dirinya dan Shasha yang dia ambil secara diam-diam. Tetapi Joko sudah berjanji tidak akan menyebarkan video tersebut. Dan setelah melihat buktinya, Joko menepati ucapannya dengan bertaruh sebuah iphone. Joko pun segera memberikan apa yang menjadi hak Alex.


Hubungan pertemanan Shasha dan Lita pun menjadi semakin renggang, karena Shasha yang lebih mengutamakan Alex daripada Lita. Dan tentang Shasha yang sudah tidak perawan lagi tidak berani Shasha ceritakan kepada Lita. Lita pun sebenarnya merasa jika Shasha sudah mulai berubah sejak berpacaran dengan Alex. Bahkan perubahan Shasha bukan ke arah yang baik tetapi justru ke arah jelek karena Shasha yang sering bolos jam pelajaran dengan alasan yang bermacam-macam.


"Kog Shasha sekarang berubah gitu ya sama aku? Shasha juga tambah gemuk aja kalau aku perhatiin. Apa karena memang sebahagia itu bisa pacaran sama Alex?" gumam Lita seorang diri di kantin yang saat itu bel masuk sudah berbunyi tetapi Lita yang masih betah di kantin.


"Ayo Lita, kita masuk! Gurunya udah jalan tu." ajak teman sekelas Lita yang kebetulan saat itu juga masih berada di kantin.


Seketika Lita melihat ke arah yang ditunjuk oleh temannya tersebut dan segera bangkit berdiri.


"Ah iya ayo! Jangan sampai kita kena hukuman." jawab Lita sambil keduanya sedikit berlari menuju kelas mereka.


...----------------...


Sedangkan Shasha dan Alex saat ini berada di tempat kost. Mereka sengaja bolos sekolah karena ada salah satu pelajaran yang tidak mereka sukai. Shasha dan Alex baru saja merengkuh kenikmatan bersama, bahkan keduanya masih sama-sama tanpa sehelai benang dan hanya tertutup oleh selimut yang mereka gunakan bersama.


Shasha berbaring bersandar di lengan Alex sedangkan Alex membelai sayang rambut Shasha. Tapi tiba-tiba saja perut Shasha terasa seperti di aduk-aduk. Shasha segera berlari menuju kamar mandi yang memang ada di dalam kamar kost. Shasha memuntahkan isi perutnya tetapi tidak ada sesuatu pun yang keluar.


"Huuueeeekk...."

__ADS_1


Alex yang merasa khawatir pun segera ikut berlari ke kamar mandi dan membantu Shasha dengan memijat pelan tengkuk Shasha.


"Kamu kenapa Yank? Masuk angin?" tanya Alex perhatian.


Shasha hanya diam saja karena dia merasa sangat lemas untuk menjawab, bahkan ketika akan kembali ke ranjang pun Shasha tidak kuat, Alex pun menggendong Shasha dan dibawanya ke ranjang.


"Kamu belum makan ya tadi?" tanya Alex.


"Iya Yank." jawab Shasha


"Ya udah aku beliin makan dulu ya." ucap Alex dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Shasha.


Alex segera memakai pakaiannya dan bersiap untuk membeli makanan di sekitar tempat kost Alex. Setelah kepergian Alex, Shasha kembali merasa mual dan kembali muntah-muntah di kamar mandi. Bahkan kepala Shasha menjadi pusing. Ketika dirasa sudah enakan Shasha kembali ke ranjang dan memakai pakaiannya kemudian segera berbaring untuk mengurangi rasa pusing dan mual yang dia rasakan.


Keesokan harinya ketika bangun pagi Shasha kembali merasakan apa yang kemarin dia rasakan. Tetapi tiba-tiba saja Shasha teringat bahwa dirinya belum mendapatkan tamu bulanan selama 3 bulan. Bahkan selama 3 bulan terakhir hubungan suami istrinya bersama Alex terus berjalan. Shasha pun menjadi panik dan takut. Shasha takut jika Bagus tahu keadaannya saat ini. Shasha akan membuat Bagus gagal menjadi single parent.


"Aku harus buktiin biar gak penasaran seperti ini." gumam Shasha yang masih berada di kamar mandi.


Shasha pun segera membersihkan diri dan bersiap akan pergi ke sekolah. Shasha akan bertingkah seperti biasa dan seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"Kamu gak sarapan dulu Sha?" tanya Bagus ketika Shasha berpamitan untuk berangkat sekolah.

__ADS_1


"Gak usah Pa, nanti aja di kantin. Shasha buru-buru." jawab Shasha.


"Ya udah hati-hati ya." ucap Bagus.


Shasha pun segera keluar dari rumah untuk berjalan kaki menuju halte, karena memang setiap harinya Shasha sendiri yang meminta berangkat naik kendaraan umum.


"Kayaknya anak ku tambah gemuk." gumam Bagus ketika melihat Shasha dari belakang yang sedang berjalan.


Shasha tidak langsung menuju halte, tetapi Shasha sengaja mampir ke apotek lebih dulu untuk membeli testpack. Karena dia ingin segera mengecek apakah benar dirinya hamil atau tidak. Dan jika memang hamil Alex harus segera tahu hal ini dan tentu saja Shasha ingin meminta pertanggungjawaban. Memang akan sangat konyol jika Shasha dan Alex menikah karena mereka saat ini masih duduk di bangku SMP kelas 2. Tetapi nasi sudah menjadi bubur semua tidak bisa diputar kembali dan penyesalan pun selalu datang di akhir.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan di apotek, Shasha segera naik bis menuju sekolah. Sekitar 20 menit bis yang membawanya sudah sampai di sekolah, Shasha segera menuju ke toilet tanpa masuk ke kelas lebih dulu. Shasha yang memang sudah tahu cara penggunaan testpack pun segera menggunakannya dengan cara yang sudah dia ketahui.


Dengan penuh rasa was-was, Shasha mencelupkan alat testpack ke dalam air seni yang sudah dia tampung sebelumnya. Tidak perlu menunggu waktu lama, 2 garis merah segera menandai testpack yang dia pegang. Bagaikan di sambar petir di siang hari, Shasha pun menjadi gemetar dan lemas. Karena memang ini adalah kesalahannya sendiri yang tidak bisa menjaga diri sehingga dirinya menjadi kebabalasan.


Shasha tidak ingin terpuruk sendirian, dia segera membereskan testpack dan semuanya kemudian keluar dari toilet dan mencari keberadaan Alex. Shasha segera menuju lapangan basket dimana Alex dan teman-temannya biasa berkumpul.


Tanpa Shasha ketahui ternyata Lita melihat Shasha yang keluar dari toilet dengan terburu-buru. Ketika Lita ingin memanggil Shasha tetapi Shasha sudah pergi dan karena penasaran Lita pun mengikuti kemana Shasha pergi. Karena Lita berpikir mungkin saja Shasha sedang ada masalah dan Lita takut jika Shasha melakukan kesalahan.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2