
Sesampainya dirumah, Alex segera menemui kedua orang tuanya yang kebetulan saat itu sedang berada di ruang keluarga. Beberapa bulan yang lalu kedua orang tua Alex memang menyuruh Alex untuk pindah sekolah di Jogja dan tinggal bersama dengan salah satu saudaranya tetapi Alex menolak karena saat itu sedang menjalankan tantangan dari Joko untuk mendapatkan Iphone.
"Baiklah kalau begitu besok Ayah akan mengurus semuanya." ucap Ayah Alex yang langsung menyetujui keinginan Alex setelah Alex mengutarakannya tanpa menanyakan apa alasan Alex yang mendadak ingin pindah ke Jogja.
"Tapi kalau boleh apa Alex boleh berangkat malam ini Yah?" tanya Alex yang ingin sesegera mungkin pergi menghindari tanggung jawab kepada Shasha.
"Memangnya kamu sudah pamitan sama teman-teman kamu?" tanya Ibu Alex.
"Uda kog Bu, ya nanti tinggal kirim pesan lagi bisa kog Bu." jawab Alex berbohong.
"Ya sudah kalau begitu biar Ibu bantu kamu kemas-kemas biar Ayah yang akan urus semuanya sekarang." ucap Ayah Alex.
Alex dan Ibunya pun segera pergi ke kamar Alex untuk berkemas keperluan Alex yang akan dibawa malam itu juga. Memang keluarga Alex cukup terpandang sehingga tidak sulit mengurus segala sesuatu dengan cepat.
Selama berkemas, ponsel Alex terus bergetar ternyata Joko lah yang menghubunginya. Karena Joko merasa bahwa Alex benar-benar akan lepas tanggung jawab terhadap Shasha. Tetapi Joko belum tahu jika Alex akan segera pergi ke luar kota malam ini juga. Tujuan Joko menghubungi Alex adalah untuk meminta kejelasan Alex. Tetapi Alex mengabaikan panggilan dari Joko dan memang tidak ingin kepergiannya malam ini diketahui oleh teman-temannya terlebih Joko, karena bisa saja bahwa nanti Joko akan memberitahu Shasha dan percuma saja Alex menghindar ke Jogja.
__ADS_1
"Itu ada yang telepon kog gak diangkat?" tanya Ibu Alex.
"Biarin aja Bu, nanti aja kalau Alex uda dijalan Alex kabari. Paling juga cuma mau tanya uda berangkat belum." jawab Alex kembali berbohong.
Akhirnya Ibu Alex pun mengiyakan dan kembali membantu Alex untuk berkemas. Tidak lupa sesekali memberi nasehat kepada Alex untuk tidak macam-macam di luar kota nanti. Dan Alex pun hanya menjawab Iya saja hanya untuk membuat Ibunya tidak banyak bicara.
Setelah dirasa cukup dan selesai, Alex dan Ibunya pun keluar dari kamar untuk menemui Ayahnya di ruang keluarga.
"Sudah siap semua?" tanya Ayah Alex.
"Ayah sudah pesankan tiket kereta dan di depan sudah ada mobil yang akan mengantarkan kamu ke stasiun." ucap Ayah Alex.
"Baik Yah, terima kasih banyak." jawab Alex kemudian memeluk Ayahnya.
"Kamu gak makan dulu sebelum pergi?" tanya Ibu Alex.
__ADS_1
"Gak usah Bu, nanti aja di jalan sekalian." jawab Alex.
Kemudian Alex segera berpamitan kepada kedua orang tuanya dan pergi ke stasiun dengan menggunkan mobil yang sudah disiapkan orang tuanya untuk menghindari tanggung jawab terhadap Shasha dan kehamilannya.
Sedangkan di kamarnya terlihat Joko yang marah karena Alex tidak menerima panggilan darinya.
"Brengsek si Alex! Emang sengaja dia gak angkat telepon ku! Awas aja kalau sampai bawa-bawa namaku soal kehamilan Shasha." ancam Joko.
Akhirnya Joko pun memilih meletakkan ponselnya di tempat tidur dan meninggalkan kamarnya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1