
Beberapa bulan setelah Nurul dan Bagus menikah, Judika pun juga memutuskan untuk menikah. Sebenarnya dia belum terlalu siap untuk menikah tetapi karena ada cewek yang mengejar-ngejarnya bahkan berani mendekati keluarganya untuk tujuan tertentu sehingga Ibu nya Judika pun memberi restu. Dia bernama Erli gadis dari desa sebelah yang memang sudah lama menyukai Judika.
Sebenarnya Erli tahu jika Judika menyukai Nurul maka Erli pun mencari celah untuk mendekati Judika. Dan setelah tersiar kabar bahwa Nurul sudah menikah dengan Bagus, maka Erli pun bergerak cepat untuk mendapatkan hati Judika meskipun dengan berbagai cara. Akhirnya usahanya pun berhasil Erli menikah dengan Judika.
...---------------...
Setelah mendapatkan ijin dari Bagus untuk bekerja, Nurul segera membuat surat lamaran pekerjaan. Dia mencari lowongan pekerjaan di beberapa tempat bersama dengan tetangganya yang tinggal tepat di depan rumah Bagus dan Nurul yang sengaja dibangunkan oleh Ibu Parni untuk mereka berdua. Keduanya memang mengirim surat lamaran bersamaan. Dan siang tadi mereka juga sudah kembali mengirimkannya ke beberapa tempat.
Dan malam ini keduanya sedang duduk bersama di teras rumah Liana, tetangga depan rumah Nurul.
"Semoga segera dapat panggilan ya Mbak kita." ucap Liana kepada Nurul.
Mereka berdua memang sering mengobrol bersama hampir tiap hari. Dan kebetulan malam ini Bagus dan Ibu Parni sedang mengirim pesanan ayam ke beberapa tempat, Nurul tidak ikut karena dia juga baru saja membersihkan tempat yang baru saja mereka gunakan untuk menggoreng ayam-ayam pesanan tersebut. Setelah selesai Nurul pun mengobrol dengan Liana sambil menunggu suami dan mertuanya pulang.
"Iya Li uda banyak tempat yang kita kirimi surat lamaran." jawab Nurul.
Dan bersamaan dengan itu Judika menghampiri mereka tetapi sengaja tidak duduk berdekatan dengan Nurul dan Liana. Karena bagaimanapun juga Judika menyadari bahwa Nurul sudah menikah apalagi mereka berdua tinggal di depan rumah Judika. Dan malam ini Judika berani ikut bergabung dengan Nurul dan Liana karena melihat bahwa Bagus dan Ibu Parni sedang mengirim pesanan sehingga Judika berani menghampiri Nurul dan Liana yang sedang mengobrol. Karena jika hanya Nurul saja mungkin Judika tidak akan berani tetapi karena ada Liana sehingga bisa untuk alasan Judika nantinya mengobrol dengan Liana.
Judika berani ikut mengobrol dengan Nurul dan Liana karena malam itu istrinya sedang berada di rumah orang tuanya di kampung sebelah tetapi Judika tidak ikut dengan alasan ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan akhirnya Erli pun berangkat sendiri untuk pulang ke rumah orang tuanya tanpa ada rasa curiga pun terhadap suaminya.
"Gak dingin di luar?" tanya Judika basa basi sambil duduk di samping Liana karena biar tidak ada yang curiga jika Judika dan Nurul dekat.
Dan mulai saat itu Liana menjadi saksi keduanya bahwa sebenarnya Judika dan Nurul masih saling mencintai dan kisah mereka belum selesai.
"Eh Mas Judika, mau duduk sini aja?" tanya Liana sengaja menggoda karena dia tahu bahwa Judika dan Nurul masih ada rasa.
"Jangan Li, gak enak nanti kalau ada yang lihat." jawab Judika.
"Brarti kalau gak ada yang lihat boleh donk." bisik Liana sengaja menggoda keduanya.
__ADS_1
Dan benar saja Judika dan Nurul hanya tersenyum penuh arti. Keduanya seperti saling memahami hanya dalam pandangan mata saja.
"Memangnya Mbak Erli gak ada Mas?" tanya Liana sambil melirik ke arah rumah Judika yang berada tepat disamping rumahnya.
"Gak ada. Lagi pulang dia." jawab Judika.
"Gak ditemeni?" tanya Liana lagi.
"Mendingan nemenin yang disini." jawab Judika sambil melirik ke arah Nurul sedangkan Nurul yang merasa pun hanya tersenyum.
"Jadi obat nyamuk nih." gumam Liana.
"Besok kalian masih kirim surat lamaran?" tanya Judika.
"Kayaknya gak deh, soalnya kita udah kirim banyak banget ya kan Li?" jawab Nurul sambil bertanya kepada Liana untuk lebih meyakinkan.
"Iya kita cuma tinggal tunggu panggilan aja Mas." jawab Liana.
"Kalau misalnya besok kalian tetap keluar alasan cari kerjaan mau gak?" tanya Judika dengan ide nya.
"Maksudnya?" tanya Liana yang tidak paham.
Tetapi ternyata Nurul mengerti apa yang dimaksud oleh Judika dan sedari tadi tangan Judika dan Nurul saling menggenggam di belakang tubuh Liana tanpa Liana sadari.
"Iya besok kita ditempat biasa kan?" tanya Nurul kepada Judika dengan menghiraukan pertanyaan dari Liana.
Tapi kemudian Liana tersadar bahwa tangan Judika dan Nurul saling menggenggam dibelakangnya.
"Wah! Pantesan." ucap Liana dan akan beranjak berdiri.
__ADS_1
Tetapi kemudian Judika menahannya dan membuat Liana kembali duduk.
"Eh! Jangan berdiri! Udah kamu duduk aja." ucap Judika dan Liana pun menurutinya.
"Maksudnya apa Mbak? Besok kita kirim lamaran lagi?" tanya Liana kepada Nurul.
"Iya kita besok alasan cari kerjaan lagi, tapi nanti kamu ikut kita." jawab Nurul.
"Kita? Mas Judika juga? Kemana?" tanya Liana yang semakin tidak mengerti.
"Ke hotel." bisik Nurul.
"Ha??!!" teriak Liana tetapi segera dia tutup mulutnya dengan kedua tangan, karena teriakannya akan mengundang perhatian orang yang mungkin ada di sekitarnya.
Nurul dan Judika sangat percaya kepada Liana karena mereka yakin bahwa Liana tidak akan membocorkan mereka yang sedang bermain api. Bagi Judika dan Nurul pun mereka terlalu berani mengambil resiko jika saja nanti hubungan gelap mereka terbongkar. Karena selain mereka yang sudah menikah, rumah mereka yang berhadapan dan juga mereka yang masih berada dalam lingkup satu desa.
Tetapi Judika dan Nurul seakan tidak menyadari bahwa sepandai-pandainya mereka menyimpan bangkai maka suatu saat baunya akan tercium juga. Entah dari mana semuanya akan terbongkar, bisa jadi dari orang terdekat atau pun dari orang sekitar yang memang mencurigai gerak gerik Judika dan Nurul ketika bertemu.
Dan benar saja, dari dalam rumah tetangganya yang tidak terlihat dari luar ada Ibu muda yang terus saja memperhatikan Judika, Nurul dan Liana dari dalam rumahnya.
"Kayaknya ada yang gak beres sama Judika dan Nurul deh. Tapi masa iya, kan disana ada Liana. Atau jangan-jangan Liana tahu semuanya tentang Judika dan Nurul." gumam Ibu muda tersebut yang masih penasaran dengan apa yang dilihatnya sejak tadi.
"Aku harus cari tahu nih, bisa jadi berita hot ini pastinya." lanjutnya sambil tersenyum smirk seakan ada niat jahat dalam pikirannya.
...****************...
Hayooo siapa Ibu muda itu yaa 🤔🤔
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏