
Setelah mengadakan kesepakatan bersama dan Bagus memutuskan untuk mencari kontrakan jauh dari rumah Judika, akhirnya Bagus mendapatkan tempat kontrakan yang cukup untuk keduanya memulai hidup baru.
Dan benar saja setelah mereka pindah ke kontrakan, Nurul pun hamil anak pertama mereka. Bagus sangat bahagia mendengar kehamilan Nurul karena memang sejak dulu Bagus menginginkan Nurul untuk hamil.
"Dek, kamu kan uda hamil apa gak sebaiknya berhenti kerja aja?" tanya Bagus, saat ini keduanya sedang berbaring di ranjang bersama dan akan beristirahat sambil Bagus mengelus-elus perut Nurul yang sudah terlihat itu.
Nurul masih setia bekerja di perusahaan mebel sedangkan Bagus juga masih bekerja membantu Ibu nya usaha ayam potong.
"Lhoh kog malah berhenti sih Mas? Kan harusnya memang tetap bekerja, kebutuhan kita nanti tambah banyak kan mau punya anak." jawab Nurul membantah pernyataan Bagus.
"Tapi Mas kasihan sama kamu Dek, kamu hamil tapi masih bekerja keras. Nanti orang mikirnya aku jadi suami gak becus gak bisa jaga istrinya." ucap Bagus memberi pembelaan.
"Uda lah Mas gak usah dipikirin omongan orang. Kita makan gak ikut mereka kog, ngapain juga mikirin mereka." kesal Nurul, karena suaminya itu masih aja memikirkan apa kata orang.
Memang ada kalanya kita memikirkan itu tapi tidak semuanya omongan orang harus kita dengarkan dan pikirkan.
Bagus hanya diam saja mendengarkan perkataan Nurul.
"Mas gak usah kuatir, Nurul dan anak kita pasti baik-baik aja kog. Nanti kalau memang Nurul uda gak kuat Nurul akan ngomong sama Mas." lanjut Nurul.
__ADS_1
Bagus pun menganggukkan kepala dan memeluk Nurul dengan erat lalu keduanya tertidur untuk melepaskan lelah mereka.
...----------------...
Kabar tentang hamilnya Nurul tentu saja sudah tersebar di desa nya. Meskipun Nurul dan Bagus sudah tidak tinggal di desa tersebut tetapi mereka kadang masih mengunjungi orang tua mereka masing-masing sehingga ketika perut Nurul besarpun mereka tahu jika Nurul sedang hamil.
Dan Erli pun orang yang membenci Nurul karena pernah tidur dengan suaminya pun juga mendengar berita kehamilan Nurul. Saat ini Erli sedang berada di teras rumah bersama dengan Wahyu. Setelah kejadian waktu itu membuat Erli menjadi dekat dengan Wahyu karena Wahyu yang pintar mencari celah untuk masuk di lingkungan Erli.
"Eh Mbak Erli, uda denger belum kalau Mbak Nurul hamil?" tanya Wahyu yang memang salah satu orang yang suka bergosip dan memanas-manasi situasi.
"Iya tahu." jawab Erli malas, karena memang dia paling malas jika harus membahas tentang Nurul.
Erli terlihat berpikir sebentar, apakah benar apa yang ada dipikirannya dan orang-orang yang mendengar berita kehamilan Nurul.
"Masa iya itu anak Mas Judika?" tanya Erli balik dengan bergumam tetapi masih bisa didengar oleh Wahyu.
Wahyu pun hanya menggedikkan kedua bahunya tanda dia tidak tahu.
"Ya bisa saja Mbak, kan siapa tahu aja." jawab Wahyu yang kembali menyulut api.
__ADS_1
"Iya pasti itu anaknya Mas Judika. Kalau berani nanti kalau uda lahir suruh tes DNA berani gak dia." tantang Erli yang masih mempertanyakan jika anak yang dikandung Nurul adalah darah daging suaminya.
"Iya bener Mbak." jawab Wahyu.
Kabar angin memang cepat sekali tersebar. Entah dari mulut siapa ke mulut siapa omongan Erli yang seperti itu sampai juga di telinga Nurul. Saat ini Nurul dan Bagus sedang berada di rumah orang tua mereka masing-masing. Nurul sengaja tidak ke rumah Bagus karena jika nanti dia terlihat di sekitar rumahnya akan menjadi gosip lagi akhirnya Nurul pun memilih untuk ke rumah Ibu nya saja.
"Mbak uda denger belum kalau Mbak Erli ngomongin yang jelek-jelek tentang Mbak Nurul?" tanya seseorang yang beli di warung makan Ibu Sumi, dan kebetulan saat itu Nurul berada di warung membantu Ibu nya.
"Gak tahu, memangnya Erli ngomong apa?" tanya Nurul penasaran.
"Katanya anak yang dikandung Mbak Nurul ini anaknya Mas Judika. Kalau berani nanti setelah lahir Mbak Nurul ditantang untuk tes DNA." jawab orang tersebut yang menyampaikan apa yang dia dengar dari omongan mulut ke mulut.
"Erli bilang gitu?" tanya Nurul dengan kesal karena menuduh sembarangan tanpa bukti.
"Oke, aku berani tes DNA asalkan dia yang bayarin!" lanjut Nurul dengan menantang balik omongan Erli.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏