Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Mampus..!


__ADS_3

2 jam berlalu, pergumulan panas antara Judika dan Nurul mereka lakukan berkali-kali hingga beberapa kali mencapai ******* keduanya. Nurul segera membersihkan diri dia dan Liana akan keluar dari hotel lebih dulu baru nanti setelah beberapa saat Judika menyusul.


Ketika Nurul sedang mandi, Nurul Judika pun ikut masuk ke dalam dan terjadilah untuk kesekian kalinya pergumulan panas mereka. Seperti mereka tidak pernah ada puasnya untuk melakukan hal tersebut.


"Aku pulang dulu ya." ucap Nurul berpamitan kepada Judika.


Judika sejak Nurul selesai mandi dia hanya bergelanyut manja di pelukan Nurul seakan tidak ingin keduanya berpisah lagi. Tapi mau bagaimana lagi akhirnya dengan berat hati Judika melepas kepergian Nurul.


"Hati-hati Sayang." jawab Judika sambil menciumi seluruh wajah Nurul dan tidak lupa kembali mema-gut mesra bibir Nurul.


Akhirnya Nurul pun keluar dari kamar dia berjalan menuju kamar yang disewakan untuk Liana.


Tok! Tok! Tok!


"Li..! Liana." panggil Nurul.


Liana di dalam ternyata tertidur sambil tv yang masih menyala. Mendengar pintu diketok, Liana segera bangun dan membuka pintunya. Liana membuka sedikit pintu karena dia kira yang mengetuknya adalah pegawai hotel lagi karena dia tidak mendengar panggilan Nurul. Dan ternyata wajah Nurul yang mendominasi di depan pintu. Liana segera membuka seluruhnya. Nurul pun segera masuk.


"Habis mandi Mbak siang-siang gini?" tanya Liana yang melihat penampilan Nurul seperti orang habis mandi karena rambutnya yang basah.


"Iya lah kan habis berkeringat bersama." jawab Nurul dengan santai dan sambil terkekeh.


"Memangnya kalian habis gituan?" tanya Liana yang cukup mengerti apa yang dilakukan lawan jenis di dalam kamar yang tertutup selama berjam-jam.


"Tau sendiri lah." jawab Nurul lagi.


Liana hanya bisa menggelengkan kepala.


"Uda ayo kita pulang, tapi kita cari makan dulu. Lapar." ajak Nurul.


"Iya tunggu bentar, cuci muka dulu." jawab Liana yang langsung segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Keduanya segera menuju tempat perkir untuk mengambil motor Nurul. Begitu sampai di parkiran mereka berdua ditegur oleh penjaga parkir.


"Sudah selesai Mbak?" tanya Mas nya.


"Uda Mas, seperti biasa. Belakang." jawab Nurul, maksudnya adalah yang membayar nanti Judika sebagai pelanggan setia di hotel tersebut.


"Beres Mbak." jawab Mas nya.

__ADS_1


Keduanya memang tidak saling kenal tapi keduanya cukup sering bertemu. Lebih tepatnya Nurul yang sering ke tempat itu. Liana yang berada di belakang nya pun hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran.


Akhirnya keduanya pun segera pulang dan tidak lupa mereka mengisi perut mereka lebih dulu sambil mencari alasan untuk mengeringkan rambut Nurul yang basah.


...----------------...


Beberapa hari berlalu, Nurul pun sudah bekerja di perusahaan mebel tetapi tidak dengan Liana karena lamaran yang Liana masukan belum ada panggilan sama sekali. Dan selama itu juga Bagus mencari fakta tentang berita yang dia dengar dari Ibu nya, Wahyu dan juga istri Judika sendiri, Erli.


Ya, ternyata Erli pun sudah mengetahui suaminya yang berselingkuh dengan Nurul. Tetapi karena Erli yang sangat mencintai Judika sehingga Erli tidak menceraikan Judika. Justru Erli menemui Bagus untuk menyuruh Nurul agar menjauhi Judika, karena jika tidak maka Erli akan membeberkan berita perselingkuhan mereka. Sebagai suami yang baik tentu saja Bagus tidak ingin mempermalukan istrinya.


Saat ini Bagus sengaja menemui sahabat baiknya Judika yaitu Hari dirumahnya. Karena Bagus tahu jika Judika sedang pergi bersama dengan Erli sehingga tidak mungkin jika Judika akan menemui Hari.


"Hai Gus, sorry barusan selesai mandi." ucap Hari yang baru saja keluar dari kamar untuk memakai pakaian karena dia baru saja pulang kerja dan baru saja selesai mandi.


"Iya gak apa-apa." jawab Bagus.


"Ada apa kog tumben-tumbenan nih?" tanya Hari yang merasa bahwa pasti ada sesuatu sehingga Bagus mencari dirinya secara pribadi.


"Hari, kita sama-sama cowok. Aku mohon kamu mau jujur ya sama aku." ucap Bagus ambigu.


Hari pun mengerutkan keningnya karena dia benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud oleh Bagus.


"Apa benar kamu tahu kalau Judika dan Nurul berselingkuh? Bahkan mereka sering keluar masuk hotel bareng?" tanya Bagus pada intinya.


Mendengar pertanyaan Bagus membuat Hari terkejut. Karena tentu saja dia tahu apa yang dilakukan sahabatnya itu. Sebenarnya Hari juga tidak tinggal diam, Hari sering menasehati Judika tentang status mereka berdua tetapi Judika seakan menutup telinga karena cinta dan nafsu yang sedang menguasai mereka berdua. Dan sekarang semuanya terbuka satu persatu, tentu saja nama Hari akan terseret sebagai orang terdekat Judika.


"Mampus..!" batin Hari.


"Wah kalau untuk urusan itu aku gak tahu Gus." jawab Hari dengan berbohong.


Sebenarnya Hari sendiri bingung harus menjawab apa karena tidak mungkin juga dia akan menjerumuskan sahabatnya ke dalam permasalahan. Akhirnya Hari pun memilih untuk berbohong, tetapi dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan kembali menegur Judika.


"Kamu gak bohong kan Hari?" tanya Bagus lagi yang tentu saja tidak percaya begitu saja dengan jawaban Hari karena mengingat seberapa dekatnya Hari dengan Judika.


"Masa iya aku ikut campur urusan rumah tangga kalian semua." jawab Hari dengan terkekeh hanya sekedar untuk menutupi rasa takutnya jika Bagus tidak percaya.


Bagus pun menghela nafas pelan. Karena mau ditekan seperti apapun jika Hari sudah berkata seperti itu maka tidak akan bisa mengubahnya.


Akhirnya Bagus pun pamit pulang karena percuma saja mengorek informasi kepada Hari.

__ADS_1


Setelah Bagus pamit pulang, Hari segera menghubungi Judika. Yang dia butuhkan saat ini adalah harus bertemu dengan Judika dan ngomong langsung dengannya.


Ternyata nasib baik belum berpihak kepada Hari, Judika tidak bisa dihubungi karena ternyata dia baru tahu bahwa sedang ada acara dengan keluarga besar Erli. Hingga sampai malam pun ponsel Judika tidak bisa dihubungi. Karena merasa lelah akhirnya Hari pun berhenti menghubungi Judika.


Pukul 00.00 Judika baru saja sampai rumah dan saat ini dia sedang menikmati kopi sendirian di teras rumahnya. Karena memang sudah larut malam tidak mungkin dia akan mencari Hari untuk menemaninya.


Baru saja mengaktifkan ponselnya Judika dibuat bingung dengan banyaknya panggilan tidak terjawab dari Hari beberapa jam yang lalu.


"Kenapa ni anak, telepon sampai puluhan kali gini. Butuh duit berapa emangnya kog sampai gak sabar." gumam Judika dengan terkekeh.


Karena memang biasanya Hari sering meminjam uang Judika sehingga membuat Judika merasa biasa saja jika Hari menghubunginya karena ingin meminjam uang saja.


Akhirnya tidak menunggu lama Judika segera memencet panggilan telepon untuk menghubungi Hari. Dan dengan segera juga Hari menerima panggilan darinya.


"Kemana aja sih kamu? Dicariin dari tadi juga." kesal Hari begitu panggilan tersambung.


"Butuh duit berapa?" tanya Judika yang masih mengira bahwa Hari hanya akan meminjam uang saja.


"Bodoh! Aku gak butuh uang kali ini!" jawab Hari yang masih kesal.


"Trus apaan?" tanya Judika yang juga mulai kesal dengan Hari.


"Buruan kamu ke sini, tadi Bagus ke rumah ku nanya tentang kamu sama Nurul yang sering pergi ke hotel." jawab Hari dengan berbisik di telepon, karena takut jika mungkin saja keluarganya mendengar.


"Yang bener?" tanya Judika dengan terkejut dan tidak percaya.


Jujur saja sebenarnya Judika juga takut jika hal seperti ini terjadi dan dirinya belum siap. Karena bisa saja akan mempermalukan keluarga besarnya apalagi rumah Bagus dan Judika berhadapan dan tentu saja setiap hari mereka akan sering bertemu entah disengaja ataupun tidak.


"Uda buruan!" ucap Hari.


"Oke-oke." jawab Judika.


Judika pun segera berpamitan kepada Erli bahwa dia akan pergi kerumah Hari dan Erli pun memberi ijin, karena Erli berpikir bahwa tidak mungkin suaminya malam-malam begitu menemui Nurul.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2