
Bagus pun mengendarai motornya dengan perlahan keluar dari area tempat kerja Nurul karena Bagus masih terus berusaha menghubungi Nurul. Tetapi tiba-tiba saja Bagus melihat motor yang sama persis dengan motor Nurul dan benar saja itu adalah Nurul yang mengendarai motornya dan terlihat sedang mengikuti motor didepannya.
Awalnya Bagus ingin memanggil Nurul tetapi karena jarak mereka yang cukup jauh membuat Bagus berniat mengejar Nurul lebih dulu. Tetapi semakin dikejar membuat Bagus semakin penasaran karena ternyata arah Nurul pergi tidak menuju ke rumahnya tetapi justru ke arah yang berbeda. Bagus yang ingin memanggil pun jadi mengurungkan niatnya. Akhirnya Bagus mengikuti Nurul dibelakangnya tanpa sepengetahuan Nurul.
Beberapa saat mengikuti Nurul membuat Bagus semakin curiga dengan arah tujuan Nurul, karena Nurul berhenti di sebuah hotel bersama dengan seseorang yang dia ikuti didepannya tersebut. Bagus pun kembali meyakinkan dirinya bahwa apa yang dia lihat adalah benar istrinya bersama dengan orang lain. Karena Bagus belum tahu pasti siapa lelaki yang bersama istrinya itu.
Bagus segera mengeluarkan ponselnya dan kembali menghubungi Nurul yang ternyata tetap saja masih tidak bisa menyambung. Kemudian dengan segera Bagus mengambil foto ketika Nurul dan lelaki tersebut masuk ke dalam hotel. Sebagai seorang suami tentu saja Bagus merasa marah dan sakit hati karena dia melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh istrinya yaitu masuk ke dalam hotel bersama lelaki lain.
Akhirnya Bagus memilih untuk menunggu sampai Nurul keluar dari hotel tersebut. Bagus masuk ke sebuah warung yang berada di depan bangunan hotel tersebut tetapi tetap pandangannya selalu mengawasi ke hotel.
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan ternyata ibunya yang menghubunginya.
"Bagus, kamu dimana? Kog lama? Belum ketemu sama Nurul?" tanya Ibu Parni ketika panggilannya diterima oleh Bagus.
Seketika Bagus pun ingat bahwa kedatangannya ke tempat kerja Nurul adalah untuk menjemput Nurul dan memberitahu bahwa Shasha rewel tetapi Bagus menerima kenyataan yang berbeda. Dia justru melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya kembali selingkuh.
"Oh iya Bu, maaf Bagus ada urusan mendadak di rumah teman. Apa Shasha masih rewel?" bohong Bagus, karena Bagus tidak ingin menceritakannya dulu sebelum semuanya terbukti.
"Shasha baru aja tidur, tapi Ibu takut nanti kalau bangun cariin Nurul lagi. Makanya kalau bisa kamu cepat pulang bawa Nurul." jawab Ibu Parni.
"Iya Bu." ucap Bagus.
Kemudian panggilan pun berakhir dan Bagus tetap masih terus memperhatikan keadaan di sekitar hotel.
2 jam berlalu dan waktu sudah sore, dimana biasanya orang-orang yang bekerja sudah mulai pulang. Dan dari dalam hotel keluarlah 2 orang yang sangat Bagus kenali. Ya, Bagus sudah mengetahui siapa lelaki yang bersama istrinya dan masuk ke dalam hotel bersama. Karena Bagus sempat berkenalan dengannya.
__ADS_1
Bagus segera berlari menghampiri kedua orang yang baru saja keluar dari hotel yang entah apa yang mereka lakukan selama 2 jam di dalam sana. Tanpa bertanya pun Bagus sudah bisa menebak apa yang mereka lakukan.
"Ow jadi ini yang pamitnya pergi bekerja ternyata malah asyik berduaan di hotel sama laki-laki yang bukan mukrimnya?" ucap Bagus dengan suara lantang dan tentu saja hal itu membuat Febri dan Nurul terkejut karena tidak menyangka akan tertangkap basah oleh Bagus bahkan ketika mereka baru saja menyelesaikan acara mereka di dalam kamar hotel.
"Mm..mas Bagus?" ucap Nurul dengan terbata karena dia cukup terkejut dan takut.
Bagus tidak menghiraukan ucapan Nurul karena dia sedang menatap tajam ke arah Febri yang berdiri di samping Nurul. Sedangkan Febri hanya menatap biasa saja ke arah Bagus yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Mas aku bisa jelasin ini semua." ucap Nurul dengan panik karena dia takut Bagus akan berbuat anarki kepada Febri ditempat umum.
"Kamu, Nurul Astuti aku Talak 3...!!" seru Bagus dengan lantang dan tegas sambil menatap ke arah Nurul.
"Aku tunggu kamu dirumah ku." lanjut Bagus dengan penuh penekanan, serta menatap Febri dan Nurul bergantian kemudian segera pergi meninggalkan keduanya dan mengendarai motornya untuk kemudian pulang ke rumah menunggu kedatangan Nurul.
Sedangkan di depan pintu keluar hotel tinggallah Febri dan Nurul yang masih terlihat takut.
"Uda kamu tenang dulu, semuanya pasti baik-baik aja." jawab Febri yang mencoba menenangkan Nurul.
"Baik-baik aja gimana? Gak lihat tadi Mas Bagus marah kayak gitu?" tanya Nurul dengan kesal.
"Iya aku tahu, tapi yang penting dia gak berbuat kasar sama kamu." jawab Febri.
"Tapi Mas Bagus udah nalak aku, dan otomatis aku udah jadi janda sekarang." ucap Nurul dengan sesenggukan karena dia mulai menangis.
"Kamu gak usah takut, aku akan bertanggung jawab. Aku akan nikahi kamu kalau kamu sudah benar-benar cerai sama suami kamu." ucap Febri dengan tegas dan yakin.
__ADS_1
Dan perkataan Febri membuat Nurul menatapnya dengan tidak percaya. Tetapi dengan Febri berkata seperti itu membuat Nurul menjadi semakin dicintai oleh Febri. Dan cinta Febri memang sudah terbukti bukan hanya cinta karena nafsu saja tetapi benar-benar cinta yang tulus.
"Aku janji. Kamu bisa pegang janji aku." lanjut Febri dengan memegang kedua tangan Nurul dan meyakinkan Nurul.
Nurul pun menatap ke dalam bola mata Febri untuk melihat apakah ada kebohongan disana tetapi Nurul tidak menemukannya. Nurul pun akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Ya udah sekarang kamu pulang dulu, selesaikan urusan kamu dulu nanti aku pasti akan bertanggung jawab." ucap Febri.
Akhirnya Febri dan Nurul pun kembali ke rumah masing-masing. Dan Nurul sudah pasti sedang menyiapkan hatinya untuk menerima apapun keputusan yang akan diambil oleh Bagus dan keluarganya. Sedangkan Febri, dia memang bersungguh-sungguh dengan ucapannya untuk bertanggung jawab atas Nurul jika sampai dia berpisah dengan suaminya.
Ternyata ketika Nurul, Febri dan Bagus sedang bertengkar ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dari dalam warung tempat Bagus menunggu Nurul.
"Wah parah, itu pasti mereka ketahuan selingkuh itu." ucap salah satu dari mereka sambil menerka-nerka apa yang dibicarakan oleh Nurul, Febri dan Bagus karena mereka hanya melihat dari kejauhan.
"Masa sih?" tanya yang lainnya.
"Iya, tadi mungkin suami sah nya nunggu di sini trus pas lihat istrinya keluar dari hotel langsung ketangkep basah itu pasti." jawab orang tersebut.
"Halah udahlah gak usah menerka-nerka gitu, itu juga urusan rumah tangga orang lain yang kita gak kenal." jawab yang lainnya lagi.
"Iya bener itu."
...****************...
Kalau jaman sekarang lihat yang begituan pasti udah di videoin dan bakalan viral 🤭
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏