
Alex benar-benar akan menepati taruhannya bersama dengan Joko, yaitu mendapatkan status pacaran dengan Shasha dan juga tidur dengan Shasha. Dan Alex yakin akan membutuhkan waktu lama jika dengan hal seperti itu, tetapi beruntung Joko tidak memberi batas waktu sehingga memudahkan Alex untuk menjalankan rencananya.
Alex sengaja mencari tahu lebih dulu tentang Shasha. Baik itu tentang kebiasaannya di sekolah maupun rumah Shasha dan bagaimana keluarga Shasha agar membuat Alex lebih mudah melakukan pendekatan kepada Shasha.
Saat ini Shasha sedang berada di perpustakaan, karena memang sering-sering ini Shasha menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk mengerjakan tugas di kelompoknya. Alex yang memang sudah mengikuti Shasha pun ikut masuk ke perpustakaan hanya untuk bisa mengenal Shasha lebih dekat.
Shasha melihat-lihat buku di rak-rak yang ada dan setelah cukup lama mencari akhirnya dia menemukan buku yang sedang dia cari. Tetapi karena letak bukunya berada di rak paling atas sehingga membuat Shasha kesusahan apalagi dengan postur tubuh Shasha yang tidak terlalu tinggi tersebut.
Bagaikan seorang dewa penolong, Alex pun menghampiri Shasha kemudian mengambil buku yang dimaksud oleh Shasha. Sebelum memberikan kepada Shasha, Alex melihat dan membaca judul dari buku tersebut.
"Buku yang ini?" tanya Alex sambil menunjukkan buku yang barusan dia ambil kepada Shasha.
Shasha hanya diam saja dan ingin mengambil buku tersebut dari tangan Alex, tetapi dengan segera Alex menarik tangannya sehingga membuat Shasha tidak bisa mengambil bukunya.
"Aku juga dapat tugas ini, gimana kalau aku ikut nebeng jawaban kamu. Kan kita beda kelas, gak mungkin juga Pak Galih akan mengecek satu-satu." ucap Alex kepada Shasha.
Tetapi dengan segera Shasha merebut buku yang dipegang Alex, dan karena Alex yang saat itu tidak fokus membuat Shasha berhasil merebut bukunya.
"Kerjain aja sendiri!" ketus Shasha kemudian segera berlalu dari hadapan Alex dan menuju tempat duduk yang memang dikhususkan untuk pembaca buku di perpustakaan.
Shasha sengaja berbuat seperti itu kepada Alex, karena Shasha tahu bagaimana sepak terjang Alex selama ini. Alex yang terkenal palyboy pun sudah menjadi ciri khas dalam diri Alex.
"Boleh juga, kamu harus jadi milikku." gumam Alex dengan senyum smirk, karena ketika sedang berbicara dengan Shasha pandangan mata Alex terus melihat ke arah dua benda kenyal Shasha yang masih tertutup baju seragam. Tetapi meskipun tertutup Alex masih bisa tahu seberapa besar gumpalan yang dimiliki oleh Shasha dan menurut Alex itu cukup besar baginya.
Alex pun mengikuti kemana Shasha duduk dan sengaja duduk disamping Shasha. Mereka sempat berdebat beberapa kali tetapi segera ditegur terus oleh penjaga perpustakaan karena tidak boleh berisik ketika berada di perpustakaan sehingga membuat Shasha akhirnya membiarkan saja apa yang dilakukan Alex disampingnya. Bahkan Alex dengan sengaja menggoda Shasha dengan mengambil buku yang dipakai Shasha, tetapi Shasha tidak bisa marah dan hanya bisa menatap Alex dengan tajam sedangkan Alex tidak merasa takut sedikit pun dengan tatapan mata Shasha, justru Alex kembali menggoda dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Shasha.
Hingga pada akhirnya Shasha selesai mengerjakan tugasnya dan mengembalikan buku yang dia pinjam dan keluar dari perpustakaan. Alex pun masih tetap mengikuti kemana Shasha pergi dan hal itu membuat Shasha menjadi risih.
__ADS_1
"Kamu ngapain sih ngikutin aku terus?" tanya Shasha dengan kesal.
"Kamu harus ganti rugi waktuku." jawab Alex dengan santai.
"Maksud kamu?" tanya Shasha yang tidak mengerti maksud dari perkataan Alex.
"Aku udah nungguin kamu ngerjain tugas sampai selesai lho, masa kamu gak merasa hutang budi sama aku?" tanya Alex pura-pura bersedih.
"Siapa juga yang suruh. Kamu sendiri kan yang ngikutin aku." jawab Shasha tidak peduli.
"Pokoknya kamu harus ganti waktuku dengan makan bareng sekarang juga." ucap Alex dengan tegas.
"Ogah!" jawab Shasha dengan tidak kalah tegas.
Tetapi dengan segera Alex memegang tangan Shasha dan digandengnya untuk memaksa Shasha agar ikut dengannya.
"Gak!" jawab Alex tanpa mempedulikan Shasha yang berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya.
"Trus kita mau kemana?" tanya Shasha yang melihat Alex berjalan ke arah yang berbeda dengan kelasnya sambil tetap menggandeng tangan Shasha.
"Kan aku udah bilang, kamu harus ganti waktuku dengan kita makan bareng sekarang." jawab Alex.
"Tapi ini kan belum jam istirahat dan juga gerbang masih tutup." ucap Shasha mengingatkan jika Alex mungkin saja lupa bahwa mereka belum bel istirahat.
"Kita lewat jalan lain." jawab Alex yang masih terus saja berjalan.
Akhirnya Shasha pun mengikuti kemana Alex akan membawanya. Karena Shasha berpikiran positif jika Alex tidak mungkin berbuat macam-macam dengannya apalagi masih di kawasan sekolahan.
__ADS_1
Alex pun mengajak Shasha melewati jalan kecil yang menuju keluar sekolahan dan hal itu membuat Shasha terkejut karena selama bersekolah di sekolahan itu Shasha tidak pernah mengetahui sekalipun ada jalan tembus keluar sekolah.
"Kamu sering bolos lewat sini?" tanya Shasha baik-baik.
Dan hal itu cukup membuat Alex tersenyum tanpa sepengetahuan Shasha, karena akhirnya Shasha bisa luluh secepat itu.
"Hmmm... Kalau kamu mau bolos, ajak-ajak aku nanti kita barengan lewat sini." jawab Alex.
Shasha hanya diam saja, jika memang hal itu terjadi Shasha bolos sekolah bersama Alex trus mereka akan bolos kemana.
Alex masuk melalui pintu kecil dan sengaja mengajak Shasha untuk masuk berdua. Karena memang jalannya sempit sehingga membuat Shasha dan Alex saling berhadapan. Dan tentu saja dua benda kenyal milik Shasha sempat menempel di dada bidang Alex dan hal itu seolah membuat Alex tersengat listrik.
"Belum pegang aja uda kayak gini rasanya, gimana kalau pegang." batin Alex sambil membayangkan memegang benda kenyal milik Shasha, dan hanya dengan membayangkannya saja membuat si junior milik Alex terbangun.
Wajah Alex dan Shasha pun jadi semakin dekat hanya berjarak beberapa centi saja. Dan membuat Alex memberanikan diri memajukan wajahnya sedikit demi sedikit ke wajah Shasha. Begitu kedua bibir mereka akan bersentuhan tiba-tiba saja Shasha berdehem. Karena sebenarnya dia belum siap melakukan hal seperti itu apalagi status Alex dan Shasha saat itu masih belum jelas karena baru saja mengenal.
Alex pun segera memundurkan wajahnya karena mendengar deheman dari Shasha. Dan Alex tidak ingin terburu-buru karena bisa membuat Shasha ilfeel kepadanya dan dia tidak bisa memenangkan taruhan.
"Sorry." ucap Alex kemudian memilih keluar lebih dulu dan menuju warung yang sudah menjadi langganannya yang berada diluar sekolah.
Dan mau tidak mau Shasha pun mengikuti kemana Alex membawanya.
...****************...
Tetap semangat 👍
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1