Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Akhirnya...


__ADS_3

Waktu terus berlalu, Hendrik sudah bisa move on dari Nurul. Hendrik sudah tidak lagi memikirkan tentang Nurul. Sedangkan Judika sebenarnya dia suka dengan Nurul tetapi dia kurang begitu berani untuk mengungkapkannya. Apalagi tentang Ibu Sumi yang memang tidak akan menyetujui jika Nurul menikah dengan tetangganya sendiri sehingga membuat nyali Judika ciut.


Tetapi berbeda dengan Judika dan Hendrik, justru Bagus berani untuk mendekati Nurul secara terang-terangan. Sesuai dengan perkataannya kepada Nurul beberapa hari yang lalu bahwa dia ingin menjemput Nurul di rumahnya langsung tidak di pinggir jalan seperti biasanya.


Malam ini Nurul sedang mengirim pesan kepada Bagus, Nurul bertanya apakah Bagus yakin besok akan menjemputnya di rumah dan bahkan meminta ijin langsung kepada Ibu nya.


"Beb, beneran besok kamu mau jemput aku dirumah? Apa gak ditempat biasanya aja?" tanya Nurul kepada Bagus lewat pesannya.


Bagus dan Nurul sudah menjadi pasangan kekasih beberapa hari yang lalu. Padahal saat itu Nurul baru saja putus dengan Hendrik belum lama, tetapi Nurul begitu yakin menerima Bagus karena merasa bahwa Bagus serius dengannya. Karena juga hanya Bagus lah yang berani akan menjemputnya langsung di rumah dan akan meminta ijin langsung kepada Ibu nya meskipun Bagus tahu berita yang beredar bahwa Ibu Sumi tidak akan menyetujui Nurul menikah dengan tetangga sendiri.


Tidak berapa lama, pesan yang dikirim Nurul mendapat balasan dari Bagus.


"Ya beneran lah, masa aku bohong. Kan aku uda bilang aku bakal hadapi Ibu kamu apapun resikonya. Karena kalau aku mau sama anaknya ya aku harus mau sama Ibu nya." jawab Bagus melalui pesan.


Ketika Nurul membuka dan membaca pesan tersebut, dia langsung terharu dan berkaca-kaca karena merasa bahwa Bagus begitu bertanggung jawab. Dan hal itu semakin membuat Nurul yakin kepada Bagus.


"Terima kasih Beb ❤." tulis Nurul dengan disertai emoticon hati.


...----------------...


Keesokan harinya, bangun tidur Nurul merasa takut dan khawatir jika nanti Bagus datang Ibu nya akan menolak dan menentang Bagus yang sudah memberanikan diri meminta ijin. Sampai sarapan pun Nurul masih terlihat gelisah.


"Kamu kenapa Nurul? Kog kayak gelisah gitu? Gak suka sama lauknya?" tanya Ibu Sumi ketika memperhatikan Nurul yang tidak semangat seperti biasanya.

__ADS_1


"Ehm.. Gak kog Bu." jawab Nurul kemudian kembali fokus dengan makanannya agar Ibu nya tidak semakin curiga meskipun pikirannya tidak fokus ke makanan yang sedang dia nikmati.


Akhirnya Ibu Sumi pun diam saja meskipun sebenarnya banyak pertanyaan dibenaknya.


Tidak berapa lama terdengar suara motor berhenti di depan rumah Ibu Sumi. Meskipun rumah Bagus dan Nurul dekat tetapi Bagus menjemput Nurul dengan menggunakan motor karena mereka akan berangkat sekolah bersama.


"Siapa itu? Kog kayaknya berhenti di depan rumah." tanya Ibu Sumi sambil berdiri dan berjalan ke depan rumah untuk melihat siapa yang baru saja datang.


Nurul pun juga mendengar suara motor dan dia yakin bahwa itu adalah Bagus yang akan menjemputnya sekolah. Nurul menjadi semakin gelisah karena tidak tahu apa yang akan terjadi. Dia hanya diam saja di meja makan.


Begitu sampai di depan rumah, Ibu Sumi melihat Bagus yang baru saja turun dari motornya. Ibu Sumi jelas mengenal Bagus karena dia merupakan anak dari tetangganya sendiri dan Bagus pun tidak jarang juga membeli di warung Ibu Sumi.


"Bagus, waduh belum matang. Nanti pulang sekolah aja ya." ucap Ibu Sumi kepada Bagus ketika melihat Bagus yang hendak menghampirinya.


Memang biasanya Bagus membeli makanan yang dijual di warung Ibu Sumi dan pagi itu Ibu Sumi tentu saja mengira bahwa Bagus akan membeli juga. Karena hampir tidak pernah Bagus ke rumahnya untuk keperluan lain selain untuk membeli makanan.


Ibu Sumi sempat terdiam sebentar, beliau tidak langsung segera menjawab apa yang menjadi tujuan Bagus datang ke rumahnya. Karena Ibu Sumi masih belum yakin bahwa ada lelaki yang berani terang-terangan meminta ijin kepadanya untuk menjemput Nurul padahal hampir semua orang tahu bahwa Ibu Sumi tidak mau jika Nurul menikah dengan tetangga sendiri.


Bersamaan dengan itu Nurul keluar dari dalam rumah dan berdiri di samping Ibu nya yang masih shock dengan kedatangan Bagus.


"Iya Bu, Bagus mau jemput Nurul sekolah kan sekolah kita arahnya sama." ucap Nurul mencoba ikut menjelaskan maksud dari kedatangan Bagus pagi itu ke rumah mereka.


Ibu Sumi terlihat menghela nafas panjang. Beliau bingung sendiri dengan jawaban apa yang akan diberikan kepada Bagus. Jika Ibu Sumi menolak Bagus dan tidak memberi ijin pasti Ibu Sumi akan di cap sebagai orang tua yang jahat karena saat itu Bagus datang dengan baik-baik dan tentu saja nanti akan menjadi gosip bagi tetangga-tetangga lainnya. Tetapi jika Ibu Sumi mengijinkan, tentu saja kedepannya mereka akan menjalin hubungan yang lebih serius dan pasti ujung-ujungnya mereka akan menikah dan Nurul pasti akan menikah dengan tetangga sendiri.

__ADS_1


"Bu, Bagus udah datang baik-baik dia juga ngomong baik-baik mau jemput Nurul sekolah." bisik Nurul sambil merengek dan memegang tangan Ibu nya.


Ibu Sumi kembali bergeming, beliau kembali kalut dengan pikirannya sendiri. Dan terlihat Ibu Sumi kembali menghela nafas panjang.


"Apakah ini saatnya memberi Nurul kebebasan memilih? Tidak mungkin selamanya dia akan menuruti perkataanku. Ya uda diijinkan aja lah, daripada nanti mereka malah bertemu diluar tanpa sepengetahuanku." batin Ibu Sumi.


Padahal memang benar apa yang dipikirkan Ibu Sumi, selama ini Nurul selalu bertemu dengan cowok-cowok dipinggir jalan jika ingin mengantar Nurul sekolah.


Bagus pun tetap berdiri di tempatnya tanpa merasa takut dan mundur sekalipun. Karena dia yakin kedatangannya dengan niat baik jadi Bagus yakin bahwa Ibu Sumi juga akan berbuat baik kepadanya.


"Ya sudah Ibu mengijinkan." jawab Ibu Sumi akhirnya.


Tentu saja jawaban itu membuat Nurul dan Bagus bahagia. Akhirnya gunung es Ibu Sumi bisa diruntuhkan dengan keteguhan yang Bagus miliki.


Keduanya pun berpamitan kepada Ibu Sumi untuk berangkat sekolah bersama. Dan tentu saja karena keadaan sudah pagi banyak tetangga sekitar yang sudah mulai beraktifitas, banyak diantara mereka yang heran melihat Bagus menjemput Nurul di rumahnya. Karena mereka tahu bahwa Ibu Sumi kemungkinan besar tidak akan mengijinkan anak tetangganya mendekati Nurul tetapi apa yang dilihat mereka pagi ini cukup membuat mereka terkejut.


"Lho Ibu Sumi bukannya itu Bagus? Kog boleh jemput Nurul dirumah?" tanya salah satu tetangga dekat mereka.


"Gak takut nanti mereka jadi keterusa trus nikah?" tanyanya lagi.


"Gak mungkin mereka nikah, kan agama mereka beda. Lagian lumayan biar Nurul gak naik angkot." jawab Ibu Sumi yang sebenarnya merasa malu karena ketahuan tetangga dekatnya.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2