
1 jam kemudian, Nurul sampai juga ditempat kerja dia segera memarkirkan motornya di tempat parkir. Keadaan tempat kerjanya cukup sepi di parkiran karena semua karyawan sudah memulai pekerjaan mereka 1 jam yang lalu. Nurul sempat melirik motor Febri yang sudah terparkir di tempat biasa. Nurul jadi teringat tujuannya juga bahwa dia akan meminta penjelasan kepada Febri tentang kejadian kemarin di kebun binatang.
Nurul segera menuju ruangannya dan berterima kasih kepada temannya yang dimintainya untuk menggantikan dirinya sebentar selama belum datang.
Nurul segera bersiap-siap untuk bekerja. Dia mengecek satu persatu tempat produksi yang biasanya meminta stock di ruangan Nurul. Ketika mendapati tempat produksi Febri, Nurul melihat catatan nama yang berbeda yang mengambil stock. Tentu saja hal tersebut membuktikan bahwa Febri tidak ke ruangannya untuk mengambil stock padahal biasanya memang Febri lah yang mengambil sendiri stocknya dengan tujuan lain ingin bertemu dengan Nurul.
Tetapi tidak untuk hari ini, karena memang ternyata pekerjaan di produksi Febri pagi itu sangat banyak dan semuanya harus selesai sebelum jam istirahat sehingga membuat Febri dan tim nya harus bekerja keras. Maka dari itu Febri membagi tugas bahwa yang mengambil stock temannya sedangkan dirinya menyiapkan mesin produksi yang akan digunakan. Karena memang pagi tadi Febri tidak melihat motor Nurul diparkiran sehingga Febri berpikir bahwa mungkin saja memang Nurul tidak masuk kerja jadi percuma saja dirinya ke ruangan Nurul.
"Jadi tadi kamu gak ke ruanganku? Apa kamu tahu kalau aku ijin terlambat?" gumam Nurul, yang tentu saja ditujukan untuk Febri.
Sebenarnya Nurul ingin memanggil Febri untuk datang ke ruangannya sekarang juga, tetapi dia tidak memiliki alasan yang masuk akal agar tidak membuat teman-temannya curiga. Lagian Nurul juga tahu bahwa tim produksi Febri pagi ini sedang bekerja keras.
"Ya udah lah aku tunggu sampai jam istirahat." gumam Nurul lagi.
Kemudian dia segera bekerja melakukan tugasnya seperti biasa sambil menunggu jam istirahat.
...----------------...
Akhirnya tim produksi Febri berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu dan saat ini hasil pekerjaan mereka sedang di masukkan ke dalam truk pengiriman barang untuk segera dikirim ke tempat tujuan. Dan Nurul lah yang bertugas menjadi QC barang pengiriman.
Ketika Nurul sedang mengecek dia sempat melihat dengan ekor matanya bahwa Febri dan beberapa temannya sedang lewat di sampingnya ketika Febri dan teman-temannya berjalan menuju kantin. Tetapi mereka tidak berani menyapa Nurul karena memang Nurul sedang fokus bekerja. Tanpa mereka ketahui Nurul dan Febri sempat saling melirik bahkan lirikan keduanya bertemu bersamaan tetapi segera ditepis oleh Nurul karena tidak ingin mengundang kecurigaan yang lainnya.
Setelah semua pekerjaan Nurul beres dan truk pengiriman pun sudah berangkat untuk di kirim, Nurul pun kembali menuju ruangannya dan kebetulan bersamaan dengan jam istirahat.
Nurul duduk di kursinya dengan menundukkan kepalanya sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing. Karena memang semalam Nurul kurang istirahat dan pagi tadi dia tidak sempat sarapan karena mengantar anak mereka ke klinik dan sampai di tempat kerja Nurul langsung bekerja tanpa memikirkan rasa laparnya.
Akhirnya Nurul menghubungi bagian kantin, dia memesan kopi untuk di kirim ke ruangannya.
"Baik Bu Nurul akan saya kirimkan segera." ucap pelayan kantin ketika Nurul menghubunginya lewat telepon.
__ADS_1
"...."
"Baik Bu." jawabnya lagi kemudian mematikan panggilan telepon.
Dan kebetulan di sana ada Febri dan teman-temannya yang juga sedang makan di kantin. Febri sudah menyelesaikan makannya sejak beberapa saat yang lalu. Tanpa sengaja Febri mendengarkan percakapan pelayan kantin dan menyebutkan nama Nurul. Febri pun mendekatinya.
"Tadi siapa Bu yang telepon?" tanya Febri basa basi sambil dia membayar pesanan makananya siang itu.
"Bu Nurul minta diantarkan kopi." jawab pelayan kantin sambil menuangkan gula dan kopi di gelas.
"Kog tumben minum kopi." gumam Febri.
"Apa Mas?" tanya pelayan kantin yang memang tidak mendengar ucapan dari Febri karena sedang fokus membuatkan kopi untuk Nurul.
"Oh gak kog Bu. Ini saya mau balik biar saya bawakan sekalian ke ruangannya Bu Nurul aja Bu. Kan ini kantin lagi rame juga." tawar Febri karena memang dia juga ingin menemui Nurul.
"Baiklah kalau tidak merepotkan Mas." jawabnya.
"Gak apa Bu." ucap Febri.
Kemudian Febri menunggu beberapa saat ketika pelayan kantin menyiapkan kopi untuk Nurul. Setelah semuanya selesai Febri pun membawa nampan yang berisi gelas kopi dan menuju ke ruangan Nurul.
Sedangkan beberapa temannya yang datang bersama Febri tentu saja melihat apa yang dilakukan oleh Febri, kemudian salah satu dari mereka bertanya kepada pelayan kantin.
"Si Febri itu bawa apa Bu? Mau diantar kemana?" tanyanya.
"Bawa kopi pesanannya Bu Nurul, soalnya Mas Febri sekalian mau balik jadi dibawakan sekalian. Maklum kantin lagi rame Mas." jawab pelayan kantin apa adanya.
"Halah itu cuma alasan si Febri aja. Uda aku bilang kan kalau Febri sama Bu Nurul itu ada hubungan terlarang. Dan mereka sebenarnya tidak cukup pintar menyembunyikannya." ucap salah satu dari teman Febri.
__ADS_1
"Huss! Jangan gitu Mas, nanti takutnya fitnah kalau gak ada buktinya." sela pelayan kantin yang tidak percaya dengan gosip yang baru saja dia dengar.
"Ya uda kalau kalian gak percaya. Coba aja pulang telat pasti kalian masih lihat mereka berdua di sini." ucapnya lagi yang memang saat itu tidak sengaja memergoki Febri dan Nurul sedang berduaan dan akan janjian.
Dan beberapa orang yang ada disana hanya diam saja karena memang cukup mengambil resiko jika menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.
...----------------...
Begitu sampai di depan pintu ruangan Nurul, Febri mengetuk pintu dengan tangan kanannya sedangkan di tangan kirinya ada nampan yang berisi kopi.
"Masuk." terdengar suara dari dalam ruangan dan bisa ditebak bahwa itu adalah suara Nurul.
Febri segera membuka pintu kemudian menutupnya kembali dan dilihatnyalah Nurul yang meletakkan kepalanya diatas meja sambil memejamkan matanya.
"Terima kasih ya Bu, tolong taruh di meja aja." ucap Nurul tanpa menoleh sedikit pun sehingga dia tidak tahu jika yang datang adalah Febri bukan pelayan kantin.
Febri tidak menjawabnya sama sekali dia hanya diam saja setelah meletakkan kopi di atas meja. Karena merasa tidak ada jawaban, Nurul pun mengangkat kepalanya dan terlihatlah Febri yang juga sedang melihatnya. Nurul pun menegakkan duduknya.
"Kamu kenapa? Kog pucat gitu? Kamu sakit? Tumben minum kopi?" Febri segera saja mengajukan banyak pertanyaan dengan khawatir ketika mendapati keadaan Nurul yang terlihat pucat.
"Kemarin siapa? Pacar kamu? Uda sejak kapan pacaran? Bisa nempel gitu." bukannya menjawab pertanyaan dari Febri justru Nurul balik bertanya dengan nada cemburu.
Mendengar pertanyaan dari Nurul membuat Febri terkekeh dan sangat yakin bahwa Nurul sedang dalam mode cemburu karena kejadian kemarin. Dan tentu saja Febri sudah memiliki jawaban untuk hal itu karena memang diantara dirinya dan teman ceweknya kemarin tidak ada hubungan apa-apa.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1