
Besok adalah waktu pertandingan basket di sekolah Persada yang diikuti oleh sekolah Alex. Dan pertandingan tersebut dibuka untuk umum, sudah dipastikan akan banyak penonton karena waktu diselenggarakan sore ketika siswa siswi sudah jam pulang sekolah. Apalagi basket adalah salah satu olahraga yang banyak peminat penonton ceweknya daripada cowok karena sejujurnya mereka ingin melihat para pemain yang berlari saling merebut bola basket untuk dimasukkan kedalam ring.
Jauh-jauh hari Alex sudah menyuruh Shasha untuk ikut menonton dirinya bertanding, tetapi Shasha belum memberikan kepastian karena Shasha sendiri tidak enak hati kepada Lita jika dia menonton sendiri pertandingan basket demi Alex. Tetapi jika dirinya mengajak Lita pun tidak ada alasan yang kuat untuk mencari alasan kepada Lita.
"Haduh gimana ya enaknya? Ngomong gak ya?" gumam Shasha sambil melamun.
Shasha datang lebih dulu dan dia duduk dibangkunya. Sedang memikirkan bagaimana enaknya ngomong kepada Lita tentang Alex yang mengajaknya nonton pertandingan di sekolah Persada. Jika Shasha yang mengajak lebih dulu pasti Lita akan curiga jika Shasha dan Alex sedang dekat, tetapi jika Shasha tidak ikut melihat pertandingan rasanya sangat menyayangkan sekali.
"Hayo ngelamunin apa!" seru Lita tiba-tiba mengagetkan Shasha, dan tentu saja Shasha pun kaget.
"Ngelamunin apa sih?" tanya Lita sambil duduk di samping Shasha dan meletakkan tas nya di meja.
Ketika Shasha akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Lita, tiba-tiba saja Lita kembali berbicara.
"Eh besok lihat pertandingan basket yuk di SMP Persada? Alex dan tim nya main soalnya." ajak Lita.
"Wah kebetulan sekali nih." batin Shasha.
"Iya boleh." jawab Shasha dengan segera, dan dia tidak perlu berpikir kedua kali.
Lita menatap Shasha dengan mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan jawaban Shasha yang terkesan langsung setuju.
"Kenapa?" tanya Shasha karena Lita yang menatapnya terus menerus.
"Kog tumben kamu langsung mau? Biasanya susah banget ngajak kamu nonton basket." jawab Lita merasa heran.
"Oh itu.. Kan aku mau anterin kamu, lagian kalau dirumah juga bosen, pasti gak ada temen." ucap Shasha memberi alasan yang cukup masuk akal. Karena memang pertandingan dilakukan pada hari Minggu sehingga akan banyak siswa siswi yang menonton.
Lita pun menganggukkan kepala tanda mengerti, padahal sebenarnya memang Shasha menunggu momen Lita mengajaknya untuk menonton pertandingan basket.
__ADS_1
Bel masuk pun berbunyi, Shasha dan Lita melewati hari itu dengan belajar sungguh-sungguh dan mendengarkan apa yang diterangkan oleh guru mereka.
...----------------...
Keesokan harinya Shasha sudah bersiap-siap karena sebentar lagi Lita akan menjemputnya untuk berangkat bersama.
Bagus mengetuk pintu kamar Shasha dan terdengar suara Shasha yang menyuruhnya masuk.
"Kamu jadi pergi sama Lita nonton pertandingan basket?" tanya Bagus sambil duduk di pinggir ranjang Shasha dan memperhatikan Shasha yang mengoleskan lipbalm di bibirnya.
"Jadi donk Pa, kan semalam Shasha udah ijin." jawab Shasha kepada Papanya dengan menatap dari pantulan cermin didepannya.
Bagus pun menganggukkan kepalanya dan memperhatikan penampilan Shasha yang saat itu memakai celana jeans dan kaos berkerah juga tas slempang kecil yang sudah dia siapkan di ranjang juga sepatu kets untuk alas kakinya. Bagus tidak mempermasalahkan penampilan Shasha karena penampilan Shasha saat itu masih cukup sopan dan wajar.
Tidak berapa lama Lita datang dengan hanya membunyikan klakson motornya. Shasha dan Bagus pun keluar dari kamar Shasha untuk menemui Lita. Shasha dan Lita pun berpamitan kepada Bagus untuk pergi, Bagus pun memberi mereka ijin karena memang Bagus sudah mengenal Lita dengan baik.
"Kalian tidak makan dulu?" tawar Bagus sebelum keduanya berangkat.
"Iya Pa." jawab Shasha membenarkan jawaban Lita.
"Ya udah kalian hati-hati ya." ucap Bagus.
"Baik Om."
"Iya Pa." jawab Shasha dan Lita bersamaan.
Lita dan Shasha pun segera melajukan motornya menuju jalan raya untuk langsung ke SMP Persada. Bagus hanya bisa memandang kepergian mereka.
"Anak ku udah dewasa." batin Bagus.
__ADS_1
...----------------...
Begitu tiba di halaman SMP Persada, sudah banyak yang datang dan semua para pendukung sekolah-sekolah yang mengikuti lomba. Shasha dan Lita segera mencari tempat parkir kemudian berjalan menuju tempat diadakannya pertandingan. Dan pertandingan pun belum dimulai tetapi tempat duduk yang disediakan sudah banyak yang penuh.
Shasha dan Lita segera mencari tempat duduk yang masih kosong dan kebetulan bisa melihat dengan jelas ke arah lapangan. Dan terlihat dilapangan basket beberapa pemain yang sudah bersiap, begitu juga Alex dan tim nya dari sekolahan mereka.
Alex dari tadi terlihat panik dengan terus melihat ke arah tempat duduk penonton dan tidak menemukan Shasha di sana. Alex berpikir bahwa Shasha tidak akan datang untuk melihatnya bertanding. Tetapi tidak lama ketika Alex kembali melihat ke arah penonton disana dia menemukan Shasha dan Lita yang sudah duduk manis disana. Alex pun tersenyum senang bahkan melambaikan tangannya, Lita pun membalas lambaian tangan Alex karena Lita berpikir bahwa Alex melambai kepada dirinya sedangkan Shasha hanya tersenyum untuk membalas lambaian tangan Alex. Setelah itu terlihat berbicara kepada pelatihnya dan terlihat berlari kecil menuju tempat duduk Shasha dan Lita.
"Eh Sha, Alex mau kesini." ucap Lita dengan senang sambil merapikan penampilannya agar terlihat lebih rapi ketika Alex ada didepannya.
Shasha justru mengerutkan keningnya karena bingung kenapa Alex yang akan bertanding malah akan menemui dirinya dan Lita.
Dan benar saja tidak lama, Alex sudah berdiri didepannya sambil tersenyum.
"Makasih ya udah datang." ucap Alex yang sebenarnya dia tujukan kepada Shasha.
"Iya sama-sama. Semangat ya Alex!" jawab Lita dengan cepat dan memberikan semangat kepada Alex.
Alex hanya menoleh kepada Lita sesaat dan tersenyum untuk menghargai Lita. Kemudian segera kembali menoleh kepada Shasha.
"Nanti kalau sudah selesai jangan buru-buru pulang ya. Tungguin aku." ucap Alex lagi.
"Iya kita bakal tungguin kog." jawab Lita lagi.
Kemudian Alex berpamitan kepada Shasha dan Lita untuk kembali ke lapangan karena pertandingan akan segera dimulai. Dan ketika Alex berbicara kepada pelatihnya tadi adalah Alex meminta waktu sebentar untuk menemui keluarganya di kursi penonton.
Pertandingan pun akan segera dimulai, sebelum pertandingan inti dimulai ada penampilan drum band dan juga cheerleader terlebih dahulu untuk menambah semarak pertandingan pagi itu.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏