Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Kog Gitu?


__ADS_3

Hubungan Bagus dan Nurul seakan sudah menjadi rahasia umum di desa tersebut dan Ibu Sumi pun juga sudah mendengar kabar hubungan mereka berdua. Ibu Sumi belum tahu jika Bagus serius bahkan ingin menikahi Nurul segera karena memang Nurul belum mengatakan apapun kepada Ibu nya.


"Nurul, apa benar yang Ibu dengar?" tanya Ibu Sumi kepada Nurul.


Saat ini mereka sedang bersantai bersama di ruang keluarga dan sedang menonton televisi.


"Memangnya apa yang Ibu dengar?" tanya Nurul balik kepada Ibu nya.


"Kamu pacaran sama Bagus?" tanya Ibu Sumi lagi.


"Bu kalau misalnya Bagus serius dan ngajak Nurul nikah gimana?" bukannya menjawab pertanyaan dari Ibu nya justru Nurul kembali memberikan pertanyaan.


"Nurul, kan kamu tahu Ibu gak mau jika kamu menikah..." jawab Ibu Sumi.


Tetapi belum selesai berbicara, Nurul sudah memotongnya.


"Iya-iya Nurul ngerti Bu. Tapi kan jodoh gak ada yang tahu." sela Nurul memotong pembicaraan Ibu nya.


Ibu Sumi menghela nafas panjang, sepertinya ketakutannya selama ini tentang anaknya yang tidak boleh menikah dengan tetangga pun akan terjadi. Karena melihat Nurul yang sepertinya mencintai Bagus begitupun dengan Bagus.


Ketika akan kembali berbicara, Nurul segera pamit kepada Ibu nya untuk masuk ke dalam kamar dengan alasan mengantuk. Karena Nurul tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, yaitu Ibu nya akan terus memperingatkan Nurul tentang larangannya.


Ibu Sumi pun tidak bisa menahan Nurul. Dia membiarkan Nurul masuk ke kamar.


......................


Tidak berbeda dengan Bagus, saat ini Bagus pun sedang berusaha meyakinkan Ibu nya agar memberi restu jika dirinya ingin menikahi Nurul.


"Bu, Bagus mohon beri restu kami." ucap Bagus untuk kesekiankalinya.


"Memangnya setelah menikah kamu mau kasih makan Nurul pakai apa? Kan kalian masih sekolah." jawab Ibu nya Bagus.


Bagus sudah menjelaskan kepada Ibu nya bahwa dia ingin menikahi Nurul saat ini juga. Meskipun mereka belum lulus sekolah karena sebentar lagi sudah ujian sekolah jadi Bagus ingin ketika lulus sekolah mereka sudah menyandang status suami istri. Jika harus lepas sekolah pun akan sia-sia karena waktu mereka tinggal sebentar lagi.


"Apa jangan-jangan Nurul sudah kamu hamili?" tanya Ibu nya Bagus tidak percaya jika memang hal itu terjadi.

__ADS_1


"Ibu! Gak mungkinlah Bagus sampai berbuat seperti itu!" jawab Bagus dengan nada tinggi, karena bisa-bisanya Ibu nya menuduh dirinya sudah menghamili Nurul.


"Habisnya kamu ngebet pengen nikah sekarang." ucap Ibu nya Bagus dengan kesal.


"Kan Bagus uda jelaskan alasan Bagus Bu." jawab Bagus.


"Gak tau lah Ibu pusing sama kamu." ucap Ibu nya Bagus dengan bangkit berdiri.


"Itu ayam nya datang, ayo kita selesaikan pesanannya." lanjut Ibu Bagus dengan berjalan menuju ke depan rumah untuk melihat mobil yang mengantarkan ayam.


"Tapi Ibu setuju kan?" teriak Bagus ketika melihat Ibu nya pergi menjauh.


Dan setelah itu tidak ada lagi jawaban dari Ibu nya. Bagus pun bangkit berdiri untuk mengikuti Ibu nya.


......................


Waktu terus berlalu, kabar tentang Bagus dan Nurul yang akan menikah pun sudah mulai tersebar. Banyak para tetangga yang mengira Nurul memang sudah hamil tetapi Nurul dan Bagus tidak mempedulikan tentang gosip tersebut. Yang penting dirinya memang tidak seperti apa yang sedang digosipkan. Apalagi mereka yang tinggal di desa tentu saja berita seperti itu akan mudah tersebar.


"Ini yang sejak dulu aku hindari, tapi kenapa sekarang terjadi." batin Ibu Sumi ketika sedang melamun sendirian di rumah.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, para orang tua hanya bisa merestui apa yang menjadi keinginan mereka. Asalkan mereka bisa bahagia dengan pilihan mereka.


......................


Nurul berjalan sendiri menuju halte, dia akan naik kendaraan umum. Dan tentu saja berita itu terdengar sampai ditelinga Judika. Karena rumah Bagus dan Judika itu berhadapan. Dan keluarga Bagus yang sedang ke luar kota pun juga diketahui oleh Judika.


Judika sengaja menunggu Nurul di halte karena dia tahu pasti Nurul akan naik kendaraan umum. Ternyata benar, setelah menunggu 10 menit akhirnya Nurul datang juga. Dari kejauhan Nurul sudah bisa melihat Judika yang berada di halte. Nurul segera menghampiri Judika.


"Judika, kog kamu disini? Lagi nungguin siapa?" tanya Nurul begitu mereka sudah berhadapan.


"Nungguin kamu." jawab Judika dengan yakin.


"Nungguin aku?" tanya Nurul dengan mengerutkan keningnya.


"Iya, ayo aku antar sekolah." jawab Judika dengan bersiap akan mengantarkan Nurul.

__ADS_1


Nurul pun terlihat berpikir sejenak, kemudian dia mengiyakan ajakan Judika. Nurul segera naik ke motor Judika dan mereka pun berangkat ke sekolah Nurul bersama.


"Kamu mau nikah ya sama Bagus?" tanya Judika ketika mereka sedang dalam perjalanan.


"Ehm... Iya sih." jawab Nurul.


"Kog kayaknya buru-buru kan kalian masih sekolah. Kamu gak mungkin...?" tanya Judika dengan menggantungkan pertanyaannya.


"Gak lah! Aku masih perawan tahu." jawab Nurul dengan kesal karena dia tahu apa yang akan ditanyakan Judika, tentu saja akan sama seperti gosip yang sedang beredar di desanya.


"Iya bercanda ahh." ucap Judika dengan terkekeh bahkan dia memegang tangan Nurul untuk dibawanya ke depan agar terlihat Nurul berpegangan dengan Judika.


Nurul pun diam saja saat Judika melakukan hal itu. Karena dia masih merasa kesal dengan Judika yang juga berpikiran sama seperti yang lainnya.


Mereka pun sudah sampai di sekolahan Nurul. Nurul segera turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Judika. Tetapi sebelum masuk Judika menahan Nurul sebentar.


"Tapi boleh kan, kalau nanti kamu uda nikah kita main berdua? Tapi tentu aja jangan sampai ketahuan Bagus." tanya Judika dengan santai dengan posisi dia masih berada di atas motor sedangkan Nurul berdiri di depannya.


Tentu saja Nurul kaget dengan pertanyaan Judika. Kenapa Judika berani bertanya seperti itu, apakah itu menunjukkan bahwa Judika sebenarnya tidak rela jika dirinya menikah dengan Bagus.


"Kog gitu?" Nurul balik bertanya kepada Judika.


"Iya, kita kan baru jalan sekali. Dan sekarang tahu-tahu denger kabar kamu uda mau nikah." jawab Judika.


"Gimana? Mau ya?" tanya Judika lagi karena Nurul belum juga memberinya jawaban.


"Trus nanti gimana?" tanya Nurul yang belum mengerti maksud Judika.


"Ya nanti kita atur waktu lah, yang penting Bagus dan semuanya jangan sampai tahu aja." jawab Judika memastikan.


"Iya deh." ucap Nurul akhirnya memberi keputusan.


Keduanya pun berpisah dan Judika berjanji dia akan menjemput Nurul pulang sekolah nanti.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2