
Keesokan harinya di sekolah, Shasha ingin menemui Alex untuk membahas niat Alex bertanggung jawab tetapi Shasha tidak menemukan Alex karena memang Alex yang sudah pergi ke luar kota bahkan pagi ini sudah sampai disana. Karena memang pihak sekolah belum menyampaikan perihal kepindahan Alex dari sekolah tersebut.
Shasha masuk ke kelas Alex dan mencari keberadaan Alex tetapi tidak ada, Shasha masih berpikir bahwa mungkin saja Alex belum datang. Shasha akan keluar dari kelas Alex dan berpapasan dengan Joko, Shasha pun mengurungkan niatnya untuk pergi karena ingin bertanya kepada Joko. Yang Shasha tahu Joko adalah teman dekat Alex dan pasti mengetahui kenapa Alex belum datang pagi ini.
"Joko, kog Alex belum datang ya?" tanya Shasha.
Joko yang merasa dirinya dipanggil pun menghampiri Shasha dan berdiri di hadapan Shasha. Tanpa sengaja Joko melihat ke arah perut Shasha yang masih rata. Seakan tahu bahwa dirinya diperhatikan Shasha segera menutupi perutnya dengan kedua tangan dan sedikit mundur. Joko pun menyadari pergerakan dari Shasha.
"Oh sorry-sorry." ucap Joko meminta maaf karena merasa dirinya kurang sopan jika memperhatikan Shasha seperti itu.
"Tadi kamu tanya apa?" tanya Joko, tetapi kali ini dia melihat mata Shasha.
"Alex kog belum datang." jawab Shasha.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu, semalam aku coba telepon tapi gak diangkat." ucap Joko menjelaskan.
"Gitu ya. Ya uda kalau gitu." pamit Shasha kemudian pergi meninggalkan Joko yang masih berdiri di depan kelasnya.
"Sorry Sha, gara-gara aku kamu jadi korban." gumam Joko yang melihat kepergian Alex dengan iba.
"Tapi dimana sih kamu Lex? Dari semalam dihubungi gak bisa. Jangan sampai kamu ngilang." ucap Joko yang kemudian mengambil ponselnya dan kembali menghubungi Alex dan ternyata nomor Alex sudah tidak aktif lagi.
Selama jam pelajaran berlangsung, pikiran Shasha selalu tentang dimana Alex berada. Karena Shasha pun sudah berulang kali bahkan ratusan kali menghubungi Alex tetapi tidak bisa dan tidak aktif. Shasha benar-benar merasa bahwa Alex menghindarinya dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan.
Lita yang duduk disampingnya pun secara tidak langsung melihat apa yang Shasha lakukan. Jujur saja sebenarnya Lita merasa kasihan tetapi Lita tidak mau ikut campur terlalu dalam selama Shasha sendiri belum cerita apapun kepadanya.
"Sha, ayo kita ke kantin. Memangnya kamu gak lapar?" tanya Lita dan hal itu membuat Shasha tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
Bel istirahat sudah 5 menit yang lalu berbunyi tetapi Shasha tidak mendengarnya karena memang sedang memikirkan hal lain.
"Kamu aja deh, aku gak lapar." jawab Shasha, karena memang dia sedang tidak merasa lapar dan masih ingin melanjutkan lamunannya.
"Uda pokoknya ayo kamu harus makan, titik!" paksa Lita yang dengan segera menarik tangan Shasha untuk berdiri dan pergi ke kantin.
Karena maksud Lita memang baik, sekarang ditubuh Shasha tidak sendiri lagi ada janin yang harus dia pikirkan. Lita tidak mau sahabatnya itu akan menyesal nantinya atau berbuat hal yang tidak-tidak karena merasa tidak menginginkan keberadaan janin yang tidak berdosa tersebut.
Akhirnya dengan terpaksa Shasha pun berdiri dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Lita.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏