
Pertandingan basket pun dimulai dan terlihat permainan yang sangat imbang terbukti dari skors yang didapatkan dari sekolah masing-masing yang hampir sama. Para penonton pun saling berteriak histeris, saling memberi semangat dan tepuk tangan yang meriah. Ada juga yang berteriak kecewa karena melihat jagoan mereka yang gagal ketika memasukkan bola ke dalam ring. Begitupun dengan Shasha dan Lita, sebagai salah satu perwakilan pendukung dari sekolah mereka, mereka terus memberi semangat kepada Alex dan tim nya untuk menang. Ditengah-tengah permainan pun terkadang Alex melihat ke arah Shasha dan tersenyum manis sedangkan Shasha hanya membalasnya dengan tersenyum juga karena Lita yang merasa bahwa senyuman itu Alex tujukan untuk dirinya menjadi heboh sendiri.
Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan yang diperoleh SMP Alex dengan skors yang beda tipis. Alex dan tim nya pun senang bahkan mereka melakukan gerakan kemenangan atas usaha mereka.
Satu persatu penonton pun keluar dari lapangan, ada penonton yang merasa kecewa karena sekolahan mereka kalah dan ada juga yang senang karena menang. Shasha dan Lita masih setia duduk di tempatnya karena memang Alex sendiri yang sudah meminta mereka sebelumnya. Sedangkan Alex dan tim nya masih berfoto-foto dan menerima hadiah serta penghargaan yang diberikan.
Selesai menerima hadiah dan sebagainya Alex segera menghampiri Shasha dan Lita di tempat mereka duduk sambil membawa buket bunga yang khusus diberikan kepada pemenang.
"Selamat ya Alex!" seru Lita begitu Alex sudah berada di depan mereka.
"Selamat ya." ucap Shasha juga.
"Makasih ya, kalian masih nunggu." jawab Alex.
"Iya donk kita kan cewek setia." ucap Lita dengan tersenyum manis.
Sedangkan Alex dan Shasha ikut tersenyum mendengar jawaban dari Lita.
"Kalian tunggu di halaman ya, aku mandi sebentar habis itu kita jalan." ucap Alex.
"Iya." jawab Lita dengan segera.
Kemudian Alex segera kembali ke lapangan dengan masih membawa buket bunga dan menuju ke ruang ganti yang sudah disediakan untuk mereka. Buket bunga tetap masih dibawa oleh Alex karena Alex berniat akan menembak Shasha dengan memberinya buket bunga miliknya.Ketika Alex sudah tidak terlihat, Lita pun bersiap-siap mengajak Shasha untuk ke halaman seperti yang sudah diinstruksikan oleh Alex.
"Lit, kita mau kemana? Alex mau ajak kita kemana?" tanya Shasha karena tiba-tiba saja Alex mengajak mereka jalan padahal sebelumnya Alex tidak ngomong apapun kepada Shasha.
"Udah gak apa-apa kita ikut aja. Jarang-jarang kan Alex ajak kita jalan." jawab Lita yang sebenarnya merasa senang.
Lita pun menarik tangan Shasha agar ikut dengannya menuju halaman SMP Persada, Shasha pun hanya bisa pasrah dan mengikutinya.
...----------------...
__ADS_1
Alex benar-benar menepati perkataannya, dia segera menghampiri Shasha dan Lita yang sudah 20 menit menunggunya. Alex sedikit berlari agar lebih cepat sampai di hadapan Shasha dan Lita.
"Sorry ya lama, soalnya tadi antri." ucap Alex dengan nafas terengah-engah karena merasa tidak enak sudah ditunggu oleh orang lain.
"Iya gak apa-apa kog." jawab Lita.
"Kalian bawa motor kan? Ya udah kita langsung aja ke Mall depan ya, kita makan dulu disana." ucap Alex.
"Sorry Lex, makan?" tanya Shasha memastikan, karena Shasha cukup heran saja kenapa Alex mengajak dirinya dan Lita makan bersama.
Lita menyenggol lengan Shasha, karena ini kesempatannya untuk bisa dekat dengan Alex kenapa justru Shasha menolaknya. Shasha hanya menoleh menatap Lita saja.
"Iya kita makan dulu buat ngrayain kemenangan tim basket sekolah kita." jawab Alex memberi alasan.
"Tapi kog cuma kita bertiga, yang lain mana?" tanya Shasha sambil menoleh ke kanan dan kiri tetapi tidka menemukan siswa atau siswi dari sekolah mereka.
"Udah lah Sha, sementara kita rayakan dulu bertiga. Ya kan Lex?" tanya Lita kepada Alex.
Akhirnya Shasha pun menurut, Shasha dan Lita segera bersiap untuk mengendarai motornya sedangkan Alex menuju parkiran dimana motornya juga terparkir disana.
"Gak apa-apalah ada si Lita, sekalian aja dia buat saksi aku nembak Shasha. Biar Shasha sedikit percaya kalau aku serius sama dia karena aku nembak didepan orang lain." gumam Alex, sambil mengikuti motor yang dikendarai oleh Shasha dan Lita dibelakangnya.
...----------------...
Tidak berapa lama mereka sampai di basement Mall, kemudian memarkirkan motor mereka masing-masing. Mereka bertiga segera menuju food court dan memesan makanan yang mereka inginkan. Suasana food court belum cukup ramai karena memang belum waktunya untuk makan siang. Sehingga masih banyak tempat duduk yang kosong.
Ketiganya segera memesan makanan dan menikmatinya begitu makanannya datang. Sambil mengobrol ketiganya menikmati makanan mereka masing-masing. Dan obrolan mereka tidak lepas dari pertandingan yang baru saja mereka laksanakan.
Tiba-tiba saja Alex berdiri mengambil buket bunganya dan berjongkok di depan Shasha. Tentu saja Shasha kaget dengan apa yang dilakukan Alex, terlebih Lita dia juga cukup terkejut karena tahu apa yang akan Alex lakukan kepada Shasha. Lita bukan orang yang bodoh, karena Lita yakin bahwa Alex akan menembak Shasha. Jujur saja sebenarnya Lita merasa kecewa dengan apa yang dia lihat di depan matanya sendiri. Jelas sekali bahwa Lita menyukai Alex tetapi justru Alex menyukai Shasha sahabatnya sendiri. Tetapi Lita pun tidak bisa berbuat apa-apa karena itu semua adalah hak Alex memilih siapa untuk dijadikan pacarnya.
"Shasha, semenjak kita dekat aku sudah merasakan bahwa hidupku tidak baik-baik saja tanpa kamu. Dan ternyata baru aku sadari bahwa aku menyukaimu. Maukah kamu jadi pacarku?" tanya Alex sambil menyodorkan buket bunga kepada Shasha.
__ADS_1
Shasha hanya diam saja, dia melihat Lita yang saat itu cukup sedih dan kecewa karena Shasha masih punya hati tidak mungkin dia akan menyakiti hati Lita, Shasha tahu bahwa Lita menyukai Alex.
"Maaf Lex...." belum selesai Shasha berbicara, Lita segera memotongnya.
"Ayo donk Sha diterima! Kasihan Alex udah lama jongkok, dia juga serius kog sama kamu." ucap Lita kepada Shasha.
"Shasha sering cerita tentang kamu ke aku Lex, Shasha bilang kalau dia suka sama kamu." lanjut Lita kepada Alex.
Dan perkataan Lita itu membuat Shasha membulatkan matanya karena apa yang dikatakan Lita tidak sepenuhnya benar. Karena Shasha memang tidak pernah bercerita kepada Lita jika dirinya menyukai Alex, justru Lita lah yang sering bercerita jika menyukai Alex.
"Benarkah? Berarti di terima donk ini?" tanya Alex sambil masih menyodorkan buket bunga kepada Shasha.
"Ayo Sha, terima aja." bisik Lita kepada Shasha.
"Tapi Lit, kan kamu yang suka sama Alex." jawab Shasha dengan berbisik juga.
"Aku memang suka sama Alex tapi hanya sebatas mengagumi saja. Tapi kalau Alex kelihatannya memang serius sama kamu." ucap Lita menjelaskan.
Shasha kembali menatap Alex yang masih setia dengan posisinya. Shasha mencari jika saja ada kebohongan dimata Alex, tetapi saat itu Shasha tidak menemukannya. Entah karena Alex yang memang tulus atau itu semua tertutup sementara oleh kebaikan Alex.
Setelah mempertimbangkan beberapa saat, akhirnya Shasha pun menerima buket bunga yang sengaja Alex berikan untuknya sambil tersenyum. Alex pun begitu bahagia dia segera berdiri karena dengan Shasha menerima buket bunganya itu berarti bahwa Shasha menerima cintanya.
"Terima kasih ya Sha." ucap Alex kepada Shasha sambil menggenggam tangan Shasha yang sebelah kiri karena tangan sebelah kanan untuk memegang buket bunga.
Melihat sahabatnya bahagia, Lita pun juga ikut bahagia. Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan tetapi Lita berharap bahwa Alex yang terbaik untuk Shasha.
"Satu langkah lebih maju untuk dapat iphone." batin Alex dengan tersenyum smirk tanpa sepengetahuan Shasha dan Lita.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏