
Keesokan harinya, Febri dan Nurul bekerja seperti biasa seperti tidak ada hal apapun. Padahal sebenarnya hampir seluruh karyawan memandang rendah keduanya karena hubungan gelap yang mereka lakukan.
Saat tengah bekerja, Febri dihampiri oleh Tarjo kemudian dirangkulnya. Febri mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan sikap Tarjo yang tidak biasanya seperti itu.
"Gimana Feb? Sehat?" tanya Tarjo basa basi tetapi Febri tidak menjawabnya dia hanya diam saja sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan Tarjo selanjutnya.
"Ahh pasti sehat donk ya hehe. Ow ya nanti istirahat kita makan mie ayam di warung seberang sama anak-anak ya? Tenang aja aku nanti yang traktir semuanya." ucap Tarjo.
"Dan kamu harus ikut karena ini semua berkat kamu." lanjut Tarjo dengan berbisik kepada Febri.
Setelah mengatakan hal itu Tarjo segera meninggalkan Febri untuk kembali bekerja. Tinggallah Febri dengan pemikirannya sendiri yang memang tidak tahu maksud dari Tarjo.
__ADS_1
"Maksudnya apa sih kog berkat aku? Padahal kan aku gak ngapa-ngapain." gumam Febri yang melihat kepergian Tarjo.
Tetapi Febri pun tidak ingin mengambil pusing dia membiarkan saja dan kembali bekerja lagi seperti sebelum Tarjo datang.
Sedangkan di pantry Nurul sedang membuat teh untuk dirinya sendiri karena dia merasa ingin minum-minuman hangat. Tiba-tiba saja masuklah 2 orang karyawan wanita yang berbeda bagian dengan Nurul ke dalam pantry juga. Ketika melihat Nurul yang sudah berada lebih dulu di dalam pantry keduanya segera memalingkan wajah seolah tidak melihat keberadaan Nurul padahal Nurul dan mereka dengan jelas saling pandang dan Nurul sempat menyapa mereka dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Tetapi mereka tidak mau menanggapi apa yang dilakukan Nurul.
Setelah selesai Nurul segera keluar dari pantry, sebenarnya niat hati ingin sekali dia kembali menyapa tetapi Nurul takut jika dia tidak dianggap lagi. Akhirnya Nurul pun memilih untuk langsung keluar saja tanpa menyapa.
Begitu baru sampai di dekat pintu Nurul mendengar 2 orang wanita yang didalam pantry berkata satu sama lain.
"Iya aku juga gak habis pikir deh, amit-amit." jawab teman satunya lagi sambil mengelus perutnya yang kebetulan saat itu dia sedang hamil.
__ADS_1
Karena menurut mitos ketika si ibu hamil mengalami atau melihat hal yang tidak baik di depan matanya dia harus mengelus perutnya sambil berkata-kata agar anak yang dikandungnya tidak mengikuti atau mengalami hal-hal yang ibunya lihat
Nurul yang masih berada di dekat pintu pun tentu saja mendengar dengan jelas pembicaraan keduanya. Nurul bukan orang yang bodoh, dia tahu bahwa yang sedang dibicarakan adalah dirinya. Dengan menahan tangis Nurul segera kembali ke ruangannya dan setelah itu dia segera menutup pintu ruangannya kemudian meletakkan teh nya di meja. Yang sebelumnya dia ingin sekali minum teh hangat setelah mendengar percakapan tersebut membuat Nurul tidak lagi ingin meminumnya.
"Aduh bagaimana ini? Masa iya seluruh karyawan sudah tahu hubungan gelapku dengan Febri? Tapi Febri udah tahu belum." gumam Nurul dengan ketakutan, karena jika benar semua sudah mengetahuinya Nurul dan Febri akan sangat malu. Dan jika bos mereka mengetahui maka salah satu dari mereka harus keluar dari perusahaan, itulah peraturan perusahaan ditempat Nurul dan Febri bekerja.
"Gimana caranya manggil Febri kesini ya?" gumam Nurul lagi karena dia ingin bertanya kepada Febri.
Nurul pun hanya bisa menunggu dan berharap Febri datang ke ruangannya dengan memakai alasan apapun. Karena Nurul sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏