
Waktu terus berlalu, hubungan gelap antara Nurul dan Febri pun seakan aman-aman saja. Karena meskipun sudah banyak yang mencurigai tetapi tidak ada yang berani membongkarnya atau jika ada yang berani maka pekerjaannya lah yang menjadi taruhannya.
Sehingga para karyawan pun hanya berani membicarakan dibelakang Nurul. Meskipun di depan Nurul mereka akan terlihat biasa-biasa saja.
Saat ini jam istirahat pun sedang berlangsung. Seperti biasa hampir seluruh karyawan berkumpul di kantin untuk menikmati makan siang mereka.
"Eh.. Lihat Febri gak?" tanya salah satu teman mereka yang baru saja tiba dikantin dan terlihat mengamati sekeliling.
Tentu saja beberapa karyawan yang sudah tahu gosip yang beredar pun hanya saling pandang.
"Memangnya tadi gak bareng sama kamu? Biasanya kalian sering bareng kan?" tanya salah satu karyawan yang ada di kantin dan sengaja untuk mencari informasi.
"Iya sih tadi bareng, tapi katanya mau ke toilet dulu soalnya aku ganti baju dulu. Habis ganti baju aku susulin ke toilet tapi gak ada kirain uda ke sini ternyata gak ada juga." jawab teman Febri dengan polos karena memang begitulah adanya.
Serentak mereka pun saling pandang dan hanya tersenyum seakan mengejek karena jelas tahu kemana perginya Febri kalau gak menyempatkan ke ruangan Nurul lebih dulu.
"Owww... Toiletnya di depan mungkin." celetuk salah satu dari mereka dengan diiringi kekehan dari beberapa orang yang ada disana. Sedangkan teman Febri yang mencarinya hanya bisa mengerutkan kening karena tidak tahu apa yang dimaksud.
"Tuuu si Febri." tunjuk salah satu dari mereka yang melihat kedatangan Febri ke kantin seorang diri, seketika mereka pun melihat ke arah dimana Febri berjalan menghampiri mereka.
"Uda sana jagain Febri, jangan sampai salah masuk toilet lagi." timpal yang lainnya sehingga kekehan pun semakin terdengar riuh di kantin pada siang itu.
"Kamu darimana Feb?" tanya teman tersebut sambil menghampiri Febri kemudian berjalan mencari meja lain yang masih kosong karena memang meja yang berisi karyawan lain sudah penuh.
"Kan aku uda bilang tadi, ke toilet dulu." jawab Febri santai sambil menyalakan rokok seakan tidak terjadi apa-apa padahal dirinya sudah menjadi bahan gosip teman-teman lainnya.
"Tadi aku uda susulin ke sana, tapi kamu gak ada." ucap teman Febri memberitahu.
__ADS_1
"Ow itu, emm tadi aku balik lagi ke produksi bentar." bohong Febri karena memang sebetulnya dia ke ruangan Nurul lebih dulu hanya sekedar untuk mengajak Nurul istirahat.
"Ow gitu." jawab teman Febri sambil menganggukkan kepala, tetapi sebenarnya dia merasa penasaran dengan apa yang tadi di dengar dari teman-teman yang lain tetapi dia tidak berani bertanya kepada Febri.
Akhirnya mereka pun segera memesan makan siang mereka dan menikmatinya hingga jam istirahat pun selesai.
...----------------...
1 jam sebelum pulang, Nurul terasa ingin buang air kecil dan kebetulan toilet di ruangannya sedang diperbaiki sehingga terpaksa Nurul pun harus ke toilet karyawan. Nurul tidak mempermasalahkan hal itu karena Nurul tidak merasa menjadi senior sehingga mau di toilet dimanapun tidak masalah bagi Nurul.
Nurul segera masuk ke toilet wanita, dan tanpa sepengetahuannya ternyata Febri juga sedang menuju toilet tentu saja ke toilet pria. Febri sempat melihat Nurul yang masuk ke toilet wanita.
"Kog tumben ke toilet karyawan? Memangnya toilet diruangannya kenapa?" gumam Febri yang terus menatap Nurul hingga Nurul menghilang masuk ke toilet.
Febri pun memiliki ide untuk menggoda Nurul, karena Febri sudah hafal jika jam-jam seperti ini akan jarang karyawan yang ke toilet sehingga sudah bisa dipastikan bahwa toilet akan sepi. Febri pun melihat kanan kiri untuk mengamati apakah benar tidak ada orang. Kemudian dengan segera masuk ke dalam toilet wanit dan memastikan ada Nurul di salah satu bilik toilet. Karena disitu ada 3 bilik, yang 1 terbuka karena kosong, yang 2 tertutup. Dan menurut apa yang Febri tahu bahwa salah 1 bilik rusak dan harus ditutup, tentu saja 1 bilik lagi adalah Nurul.
Begitu melihat Nurul akan keluar dari bilik, Febri pun bersiap-siap. Dan bersamaan dengan Nurul yang membuka bilik, Febri pun berdiri di hadapannya.
"Aarrgghh...puff!" teriak Nurul yang segera di tutup mulutnya oleh Febri.
Orang yang ada didalam bilik pun ikut terkejut karena mendengar teriakan tertahan dari seseorang yang belum dia tahu siapa. Orang tersebut akan bersuara tetapi segera ditahan ketika mendengar 2 suara yang tidak asing sedang mengobrol berbisik-bisik. Meskipun berbisik-bisik tetap masih bisa didengarnya karena jarak bilik yang memang cukup dekat.
"Sssttt! Ini aku." bisik Febri.
Nurul pun hanya menganggukkan kepala. Kemudian Febri pun melepaskan perlahan tangannya dari mulut Nurul.
"Kog kamu ke toilet cewek sih? Awas nanti ketahuan." bisik Nurul juga dengan takut-takut.
__ADS_1
"Gak apa-apa, cuma bentar. Kamu kog disini?" tanya Febri yang tentu saja masih saling berbisik.
"Iya toilet ruanganku rusak." jawab Nurul.
"Nanti jadikan sayang?" tanya Febri meminta kepastian dari Nurul.
Mendengar pertanyaan Febri membuat seseorang di dalam bilik menutup mulutnya rapat-rapat seakan takut jika sampai dia mengeluarkan sedikit suara dan kedua orang diluar sana menyadari keberadaannya.
"Itukan Febri sama Bu Nurul? Sayang? Jadi beneran gosip yang beredar selama ini?" batin orang tersebut.
"Iya, kan aku uda bilang. Ketemu ditempat biasa. Uda buruan pergi nanti ada yang lihat." jawab Nurul.
"Kiss dulu." ucap Febri dengan nada manja sambil memanyunkan bibirnya.
Tanpa berpikir panjang Nurul segera mencium sekilas bibir Febri agar Febri segera pergi dari toilet wanita. Tetapi bukan Febri jika hanya terima di cium sekilas, Febri segera menahan tengkuk Nurul dan disesapnya bibir Nurul dengan dalam hingga menimbulkan suara khas antara bibir bertemu dengan bibir.
Setelah itu Febri segera keluar dari toilet wanita, tidak lupa sambil melihat kanan dan kiri. Dan tidak lama disusul oleh Nurul yang juga keluar dari toilet dan menuju ruangannya.
Sedangkan seseorang yang masih ada di dalam bilik, menjadi saksi bagaimana Nurul dan Febri berciuman disana. Meskipun dia tidak melihat secara langsung tetapi bayangan antara Nurul dan Febri nyata di pikirannya.
"Mimpi apa aku semalam, kenapa malah dengerin orang ciuman." gumam orang tersebut kemudian segera menuntaskan hasratnya dan keluar dari toilet tersebut.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1
Maaf yaa bolong-bolong up nya, karena satu rumah gantian sakitnya jadi gak fokus. Ini aja masih gak enak badan tapi aku paksain 😭