Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Malunya Itu Lho...


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga sudah berada didalam mobil Joko untuk mengantar Shasha pulang ke rumah. Maksud hati Lita ingin sekali mengantar Shasha sampai di rumah dan membantu Shasha untuk berbicara langsung dengan Ayahnya tetapi Shasha menolaknya, karena ingin menyelesaikannya sendiri apa yang menjadi kesalahannya.


"Beneran Sha, aku gak perlu ikut ke rumah? Aku bantu ngomong sama Ayah Bagus." bujuk Lita untuk kesekiankalinya.


Shasha pun tersenyum lebih dulu sambil menggenggam tangan Lita sebelum menjawab pertanyaan dari Lita.


"Beneran Lit, terima kasih banyak kamu uda mau bantu tapi sebaiknya memang aku sendiri dulu yang ngomong sama Ayahku." jawab Shasha meyakinkan.


Akhirnya Lita pun pasrah, Joko pun menurunkan Shasha di tempat biasa Shasha menunggu angkutan umum ketika akan berangkat sekolah. Tetapi Lita masih tetap ikut Joko karena letak rumah Lita memang sedikit lebih jauh dan sebagai seorang lelaki yang bertanggung jawab Joko mengantar Lita pulang ke rumah meskipun tidak ada hubungan spesial di antara mereka.


Setelah Shasha turun dan berpamitan, Joko belum menjalankan mobilnya untuk membelah jalanan pada siang hari itu. Tetapi justru hanya berdiam diri saja. Lita yang menyadari hal itu pun merasa bingung dengan apa yang Joko lakukan.


"Ayo buruan jalan, kog malah diem aja? Apa kamu nyuruh aku turun disini juga?" tanya Lita.


Joko hanya melirik malas dari kaca spion di atasnya.


"Memangnya kamu gak sadar?" ucap Joko yang kembali bertanya.

__ADS_1


"Sadar gimana?" tanya Lita bingung.


"Aku bukan sopir kamu!" jawab Joko dengan kesal.


Bagaimana tidak, sedari tadi hanya Joko yang duduk di depan karena Shasha dan Lita duduk dibelakang berdua. Dan Joko sudah seperti menjadi sopir pribadi bagi Shasha dan Lita.


"Ya trus aku duduk depan dekat kamu?" tanya Lita yang tidak mengerti ucapan Joko.


"Menurut kamu?!" jawab Joko dengan kesal.


"Tapi beneran kamu gak tahu kemana Alex pindah?" tanya Lita setelah keduanya terdiam beberapa saat.


Terdengar helaan nafas panjang dari Joko sebagai tanda bahwa Joko malas menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama untuk beberapa kali. Lita pun menyadari hal itu, kemudian segera menatap Joko yang sedang mengemudi sambil tersenyum karena sudah tahu jawaban dari Joko tanpa dia mengucapkannya sekalipun.


Keduanya kembali terdiam, tiba-tiba saja Joko teringat bahwa mereka belum makan karena memang sejak pulang sekolah mereka langsung pergi ke rumah Alex. Karena Joko sendiri merasa lapar, tidak mungkin jika dirinya saja yang akan makan tanpa mengajak Lita.


"Kamu gak lapar? Makan dulu yuk." ajak Joko.

__ADS_1


"Gak ah, gak lapar kog." jawab Lita dengan gengsi.


"Ih masa iya aku makan berdua sama Joko, kenapa ngajaknya gak pas sama Shasha tadi sih. Kan kalau tadi ngajaknya aku mau soalnya emang uda lapar ini."


Selesai Lita menjawab seperti itu, keduanya kembali terdiam. Tetapi tiba-tiba saja cacing-cacing di perut Lita mulai berdemo seakan tahu jika ada seseorang yang akan memberinya makan tapi ditolak oleh sang pemilik perut. Joko tentu saja mendengar suara demo cacing-cacing tersebut seketika menoleh ke arah Lita, karena sangat jelas suara tersebut berasal dari perut Lita. Joko pun tersenyum meledek ke arah Lita karena merasa Lita menolak ajakannya hanya karena gengsi.


"Memang ya lain dimulut lain di perut hahhaa." ucap Joko yang langsung menepikan mobilnya ketika melihat rumah makan padang disekitar mereka.


Lita yang jelas sekali mendengar sindiran dari Joko pun hanya bisa diam saja dengan menahan malu bahkan memalingkan wajahnya menatap jendela kaca yang berada disebelah kirinya.


"Malunya itu lho...."


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2