Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Alex? Bucin Sama Cewek?


__ADS_3

Waktu terus berlalu, Alex dan Shasha pun menjadi semakin dekat. Shasha yang awalnya merasa risih jika Alex selalu mengikutinya pun sekarang menjadi terbiasa dan bahkan merasa kehilangan jika Alex tidak bersamanya padahal Alex sudah ijin kepada Shasha bahwa dia akan latihan.


Saat ini Shasha dan Lita sedang berjalan menuju kantin karena bel istirahat sudah berbunyi. Sejak pagi Lita hanya diam saja kepada Shasha seakan mogok berbicara kepadanya bahkan wajah Lita pun terlihat masam.


"Kamu kenapa Lit? Kog dari tadi cemberut gitu?" tanya Shasha.


Tetapi Lita tetap diam saja tidak ingin menjawabnya bahkan Lita memalingkan wajahnya ketika wajah mereka berhadapan. Shasha pun hanya menghela nafas pelan, karena jika sudah seperti itu memang Lita susah untuk dirayu.


Akhirnya Shasha dan Lita sampai di kantin mereka segera memesan makanan masing-masing. Meskipun sedang ngambek kepada Shasha, Lita tetap masih mau untuk berteman.


Selesai makan, Shasha dan Lita tidak segera pergi karena bel masuk belum berbunyi. Mereka masih duduk-duduk dikantin yang saat itu cukup ramai.


"Kamu pacaran ya sama Alex?" tanya Lita tiba-tiba.


Karena tidak merasa jika Lita berbicara kepadanya Shasha hanya menengok kanan dan kiri, karena dia pikir Lita berbicara kepada orang lain. Tetapi Shasha tidak menemukan siapapun di dekat mereka.


"Kamu ngomong sama aku?" tanya Shasha balik, karena Shasha pikir memang Lita masih marah kepadanya dan tidak mau ngomong.


"Aku ngomong sama piring sama gelas ini!" jawab Lita dengan kesal, karena bisa-bisanya Shasha bertanya seperti itu padahal jelas-jelas Lita berbicara kepadanya.


"Hehehe maaf. Soalnya dari tadi kamu diemin aku sih." ucap Shasha sambil memeluk Lita dari samping dengan manja, Shasha senang akhirnya Lita sudah tidak ngambek lagi kepadanya.


"Uda gak usah mengalihkan pembicaraan." ucap Lita dengan masih berpura-pura kesal tetapi dia diam saja Shasha memeluk lengannya seperti itu.


"Iya-iya, kamu tanya apa tadi?" tanya Shasha yang tidak terlalu jelas dengan pertanyaan Lita sebelumnya.


"Apa kamu pacaran sama Alex?" tanya Lita lagi.

__ADS_1


"Gak, siapa yang bilang?" jawab Shasha sambil balik bertanya kepada Lita.


"Beneran?" tanya Lita dengan mimik wajah yang terlihat lebih ceria dibandingkan sebelumnya.


Sebenarnya Lita cemburu kepada Shasha jika memang Shasha berpacaran dengan Alex karena Lita lebih dulu mengagumi Alex. Tetapi jika memang itu terjadi Lita pun bisa legowo karena memang Alex tidak mungkin memilihnya. Jelas saja Alex lebih memilih Shasha yang lebih cantik dan menarik dibandingkan Lita. Tetapi Lita hanya ingin mengungkapkan kekecewaannya saja kepada Shasha.


"Iya beneran. Emang siapa yang bilang?" jawab Shasha.


"Akhir-akhir ini kan kalian sering bareng aku pikir kalian pacaran." ucap Lita menjelaskan.


"Gak lah. Tapi kenapa emangnya kalau aku sama Alex pacaran beneran?" tanya Shasha sengaja menggoda Lita.


Lita pun kembali memasang wajah cemberut.


"Ya uda aku sadar diri." jawab Lita dengan sedih.


Dan bersamaan dengan itu bel masuk pun berbunyi, mereka segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


...----------------...


Sedangkan di pinggir lapangan basket, terlihat beberapa siswa yang sedang beristirahat karena baru saja selesai latihan. Alex duduk sambil meluruskan kakinya dan meminum air mineral yang dia bawa dengan baju seragam yang sudah basah keringat. Terlihat Joko yang mendekatinya kemudian duduk disamping Alex dan melakukan hal yang sama.


"Cepet juga pergerakanmu." ucap Joko setelah meneguk air mineral.


Alex menoleh ke arah Joko, karena merasa ucapan Joko sangat ambigu. Apakah Joko bertanya tentang pergerakannya di latihan tadi ataukah tentang taruhan yang Joko berikan.


Melihat Alex yang diam saja seakan bingung dengan pertanyaannya pun, Joko kembali menjelaskan tentang pertanyaannya.

__ADS_1


"Shasha." 1 kata itu saja sudah bisa menjelaskan apa maksud dari ucapan Joko yang sebelumnya.


"Demi iphone." jawab Alex yang sudah tahu dengan ucapan Joko.


"Yakin cuma demi iphone? Kan kamu bisa dapatin perawannya juga, kalau dia masih perawan sih." ucap Joko.


"Iya itu juga lah yang paling penting. Kita lihat aja masih perawan apa udah jebol tu anak." jawab Alex.


"Tapi kamu yakin gak cinta sama dia?" tanya Joko memastikan.


Karena jika memang Alex tidak cinta kepada Shasha dan berhasil mengambil keperawanan Shasha hal itu akan sangat membuat Shasha sakit hati.


"Gak lah, gak perlu pakai perasaan bro kalau mendekati cewek." jawab Alex dengan yakin.


"Awas hati-hati aja nanti kamu yang bucin sendiri sama dia." ucap Joko mengingatkan.


"Alex? Bucin sama cewek? Gak ada ceritanya!" jawab Alex dengan percaya diri.


"Iya-iya percaya deh. Kita lihat aja nanti." ucap Joko.


Akhirnya pelatih pun menyuruh mereka kembali latihan karena waktu istirahat sudah selesai. Dan pertandingan antar sekolah akan dilaksanakan beberapa hari ke depan sehingga mereka harus banyak-banyak berlatih agar menang dipertandingan nantinya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2