
Di dalam kelas, Shasha bersikap seperti biasa kepada Lita sedangkan Lita pun begitu karena Lita tidak ingin memaksa Shasha jika memang Shasha tidak ingin berbagi cerita dengannya. Jujur saja sebenarnya Lita merasa kasihan dengan Shasha, tapi nasi sudah menjadi bubur dan mau tidak mau Shasha harus tetap menjalani apa yang sudah dia lakukan.
"Sha, tar kita ke Mall yuk? Uda lama kita gak jalan." ajak Lita, karena sebenarnya memang Lita ingin membuat Shasha menenangkan sejenak pikirannya dari kehamilan diluar nikahnya itu.
"Ehm, sorry Lit kayaknya gak bisa deh. Badanku sekarang gampang capek jadi aku mau langsung istirahat aja." jawab Shasha mencoba menolak ajakan Lita.
Karena memang setelah dirinya hamil ini, Shasha merasakan bahwa tubuhnya mudah sekali merasakan capek.
"Masa iya karena kehamilannya?" batin Lita.
"Oh iya gak apa-apa deh, nanti aku sama Bella aja." ucap Lita yang mencoba mengerti dengan keadaan Shasha yang sudah berbeda.
...----------------...
Selama jam pelajaran berlangsung, pikiran Alex menjadi gelisah. Dia sama sekali tidak bisa fokus mengikuti pelajaran. Alex terus memikirkan bagaimana caranya untuk bisa lari dari tanggung jawab atas kehamilan Shasha.
__ADS_1
Sikap Alex yang seperti itu tentu saja disadari oleh Joko teman sebangkunya. Karena memang Joko tidak tahu apa yang terjadi dengan Alex dan Shasha. Dan Alex adalah tipe orang yang tidak akan bercerita jika dia tidak ditanya lebih dulu.
"Kamu kenapa sih? Gelisah banget gitu?" bisik Joko karena di depan mereka ada guru yang terkenal killer sedang menerangkan pelajaran. Jika ada murid yang tidak memperhatikan maka akan terkena hukuman.
Alex pun hanya melirik Joko saja tanpa mau menjelaskan lebih dulu karena dirinya juga takut jika guru di depan mereka menyadari jika mereka sedang mengobrol.
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, sudah banyak dari mereka yang berhamburan keluar dari kelas menuju kantin. Karena memang setiap kali istirahat kantin akan selalu ramai sehingga mereka saling berebut untuk datang lebih dulu ke kantin.
Tapi tidak untuk Alex, dia masih bertahan duduk dibangkunya sambil meletakkan kepalanya di atas meja. Joko yang masih penasaran dengan sikap Alex pun masih juga duduk menemani Alex.
Seketika Alex pun menatap Joko yang berada disampingnya. Kemudian menegakkan duduknya dan berhadapan dengan Joko.
"Shasha hamil." ucap Alex dengan perlahan, karena di kelas mereka masih ada beberapa teman-teman mereka yang tidak ke kantin dan Alex tidak mau jika mereka mendengarkan perkataan Alex.
Joko yang mendengarnya pun cukup terkejut karena tidak menyangka bahwa Alex dan Shasha akan kebablasan seperti itu. Dan semua yang terjadi kepada Alex dan Shasha masih ada kaitannya dengan dirinya. Karena tantangan dari dirinya lah yang membuat Alex melakukan hal itu kepada Shasha. Tetapi Joko tidak sepenuhnya bersalah, karena jika saja Alex bisa menahan diri maka itu semua tidak akan terjadi.
__ADS_1
"Trus sekarang kamu mau tanggung jawab kan?" tanya Joko yang mencoba ingin tahu apa yang akan dilakukan Alex setelah ini.
"Gila kamu! Masa iya aku tanggung jawab? Aku mau pergi aja dari kota ini." jawab Alex dengan entengnya, karena memang dia tidak ingin melewatkan masa remajanya begitu saja.
"Kamu yang gila! Gak mau tanggung jawab." ucap Joko yang merasa kesal dengan jawaban Alex yang dengan mudahnya.
"Ya uda kamu aja yang tanggung jawab kalau gitu." jawab Alex sambil memasukkan bukunya diatas meja ke dalam tas kemudian bangkit berdiri dengan membawa tas nya dan berjalan keluar dari kelas.
"Kamu mau kemana?" tanya Joko dengan sedikit berteriak karena jarak mereka menjadi cukup jauh.
"Cabut!" jawab Alex dengan berteriak juga tanpa mempedulikan Joko lagi.
...----------------...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏