
Nurul segera menyalami mertuanya dan beliau pun menyambutnya dengan baik, karena bagaimanapun Nurul masih memiliki sopan santun. Tetapi ketika akan menyalami Bagus, Bagus segera memalingkan wajahnya ke arah lain tidak mau melihat Nurul dan tentu saja dengan itu Bagus tidak mau menerima uluran tangan dari Nurul. Nurul pun akhirnya menarik kembali tangannya dan duduk di depan mertua dan ayah dari anaknya.
"Bu..." ucap Nurul dengan perlahan.
"Ibu sudah dengar semuanya." jawab Ibu Parni memotong ucapan yang akan dilontarkan oleh Nurul.
"Maafkan Nurul Bu. Maafkan Nurul Mas." ucap Nurul kepada keduanya bergantian.
Tetapi Bagus hanya diam saja tidak berniat menanggapi permintaan maaf dari Nurul. Sedangkan Ibu Parni terlihat menghela nafas panjang sebelum kembali berbicara.
"Keputusan ada ditangan kalian berdua, Ibu tidak berhak ikut campur. Tapi jika memang keputusan kalian seperti ini sebenarnya Ibu sangat menyayangkannya. Ibu kasihan dengan Shasha, dia akan kehilangan kasih sayang dari orang tua yang tidak utuh." ucap Ibu Parni panjang lebar.
Nurul hanya bisa menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa karena memang dia merasa bersalah dan pantas menerima ini semua. Ketiganya terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya Bagus membuka suara untuk memecah keheningan diantara mereka bertiga.
"Aku akan urus surat cerainya dengan segera dan jangan harap hak asuh Shasha ada ditangan kamu. Karena aku yang akan membesarkan Shasha dengan tanganku sendiri." ucap Bagus dengan tegas.
Mendengar ucapan dari Bagus membuat Nurul terkejut. Sebenarnya tidak menjadi masalah jika harus bercerai tetapi Shasha yang saat itu masih kecil harusnya masih membutuhkan Nurul sebagai ibunya. Tetapi memang kesalahan ada di Nurul, Nurul lah yang berselingkuh sehingga sudah pasti hak asuh Shasha akan jatuh ditangan Bagus.
"Tapi Mas..." ucap Nurul.
Bagus segera menghentikan ucapan Nurul dengan memberikan kode menggunakan telapak tangannya.
"Kita sudah bukan suami istri lagi dan jangan panggil aku Mas. Silahkan kamu pulang aku dan Ibu ku akan kerumahmu untuk mengembalikan kamu kepada orang tua mu dengan baik-baik." ucap Bagus dengan tegas dan sambil bangkit berdiri.
__ADS_1
Sedetik kemudian Bagus masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri karena dia akan bersiap pergi ke rumah Nurul dan akan memulangkan Nurul kepada Ibu Sumi dengan baik-baik. Tinggallah Nurul dengan Ibu Parni yang masih duduk di halaman. Nurul menatap Ibu Parni seakan menandakan bahwa dirinya meminta bantuan, tetapi Ibu Parni tidak bisa berbuat apa-apa beliau hanya menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa Nurul harus mengikuti perkataan Bagus.
Akhirnya Nurul pun pamit kepada Ibu Parni untuk pulang ke rumah. Nasi sudah menjadi bubur, Nurul menyesal pun akan percuma saja karena semuanya sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Mau tidak mau Nurul harus menjalani kehidupannya kedepan dengan menanggung apa yang semua sudah dia lakukan.
...----------------...
Beberapa hari berlalu, Bagus benar-benar melakukan apa yang dia katakan. Bagus mengurus perceraiannya dengan Nurul, Bagus juga meminta hak asuh anaknya dipihak Bagus. Padahal seharusnya hak asuh anak dibawah umur jatuh ditangan seorang Ibu tetapi karena Bagus menunjukkan kesalahan Nurul sehingga pengadilan pun memutuskan hak asuh anak mereka jatuh ditangan ayah.
Apalagi mereka hidup di sebuah desa yang apabila ada sedikit gosip saja sudah langsung menyebar. Orang-orang di desa mereka pun melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Nurul pulang ke rumah Ibunya dengan tidak membawa anak dan suaminya. Dan tentu saja orang-orang di desa menyimpulkan bahwa Nurul dan Bagus bercerai.
"Ibu kan sudah pernah bilang jangan menikah dengan tetangga, jadinya seperti ini kan? Kamu cerai sama Bagus, apa itu gak buat malu keluarga kita? Khususnya Ibu malu." ucap Ibu Sumi dengan kesal dan marah.
Nurul hanya bisa menundukkan kepalanya menyadari kesalahannya.
"Iya kalau kalian cerai Bagus yang selingkuh itu wajar seorang laki-laki. Tapi ini kamu Nurul yang selingkuh! Apa kamu gak mikir perasaan Ibu?" lanjut Ibu Sumi dengan masih kesal.
"Trus sekarang apa selingkuhanmu mau bertanggung jawab menikahimu?" tanya Ibu Sumi dengan nada yang sudah mulai turun.
Mendengar pertanyaan Ibunya membuat Nurul menatap Ibunya tidak percaya. Apa mungkin Ibunya berpikir bahwa Nurul akan segera dinikahkan dengan Febri padahal dia baru saja bercerai. Karena Nurul hanya diam saja, Ibu Sumi kembali berbicara.
"Ibu minta dia bertanggung jawab sama kamu, sekalipun kamu gak sampai hamil. Karena Ibu yakin sudah tidak ada lagi yang mau sama kamu dengan status kamu yang seperti ini." ucap Ibu Sumi kemudian segera bangkit berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.
Nurul yang masih duduk di ruang tamu pun hanya bisa menundukkan kepalanya sambil memeganginya. Bukan karena pusing tetapi karena semuanya nasi sudah menjadi bubur.
__ADS_1
...----------------...
Malam ini Judika sedang berada di rumah Hari seperti biasa. Dan mereka berdua tentu saja sudah mendengar gosip yang beredar.
"Kamu sudah dengar beritanya Nurul sama Bagus cerai?" tanya Hari yang saat itu duduk disamping Judika dan keduanya sambil merokok.
"Hmmm..." jawab Judika hanya dengan deheman saja.
"Untung saja bukan pas sama kamu dulu." ucap Hari.
Tentu saja maksud Hari adalah ketika Nurul dan Judika ketahuan berselingkuh. Keduanya sama-sama dimaafkan dan diberi kesempatan, tetapi kali ini berbeda karena Bagus langsung menceraikan Nurul.
Judika hanya diam saja, karena memang benar apa yang dikatakan oleh Hari. Jika saat itu Bagus menceraikan Nurul otomatis Judika disuruh bertanggung jawab untuk menikahi Nurul padahal saat itu Judika baru saja menikah meskipun dia tidak mencintai istrinya.
"Iya kamu bener. Tapi sekarang kamu tenang aja, aku mainnya aman. Bukan sama istri orang lagi." jawab Judika dengan ambigu.
Hari pun langsung menatap Judika dengan tajam. Karena bukannya bertobat justru Judika masih tetap saja berselingkuh.
"Tobat kamu! Tobat!" ucap Hari sambil memukul pelan lengan Judika kemudian segera masuk ke dalam rumah karena saat itu mereka sedang berada di teras rumah Hari.
"Kamu belum pernah nyoba soalnya. Coba deh kamu coba sekali pasti ketagihan hahaha." jawab Judika sambil menyusul Hari masuk ke dalam rumah.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏