Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Pertemuan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Bagus mengajak Nurul dan anak mereka berjalan lagi di sekitar kandang-kandang hewan. Dan dari kejauhan Bagus melihat ada sebuah panggung dangdut yang sedang menampilkan seorang penyanyi dan beberapa orang yang berjoget di depan panggung.


"Eh ada panggung Dek, yuk coba kita lihat sebentar ke sana." ajak Bagus kepada Nurul.


Nurul pun hanya menganggukkan kepala, Bagus menggandeng tangan Nurul untuk dibawanya berjalan menghampiri panggung dangdut tersebut.


Dari kejauhan Nurul bisa melihat dengan jelas seorang laki-laki yang sangat mirip dengan Febri dan disebelahnya ada seorang wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya. Cowok tersebut memang tidak menolak tetapi dia juga tidak menanggapi jadi hanya ceweknya saja yang terlihat dekat-dekat.


Semakin mendekat Nurul bisa langsung memastikan bahwa benar cowok tersebut adalah Febri. Nurul sudah menatap Febri dengan tajam tetapi pada saat itu Febri belum menyadari kedatangan Nurul dan suaminya karena Febri sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya sambil menikmati musik dangdut.


"Dek bukannya itu teman kamu yang tadi?" tanya Bagus yang ternyata juga masih menghafal Febri melalui pakaian yang dipakai oleh Febri.


"Iya mungkin Mas." jawab Nurul dengan malas karena melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang sudah dilakukan Febri dengan wanita lain.


Bagus mengajak Nurul berjalan menghampiri Febri, dan disaat yang bersamaan Febri melihat kedatangan Nurul dan suaminya tetapi Febri belum menyadari dengan apa yang dilakukan oleh wanita disebelahnya yang ternyata memang temannya juga yang sudah lama mendekati dan menyukai Febri.


"Lhoh Mas, kesini juga? Suka dangdut juga?" tanya Febri dengan tersenyum, kemudian melirik Nurul yang berdiri disebelah Bagus yang ternyata sedang menatapnya dengan tajam.


"Ya lumayanlah Febri hehe." jawab Bagus.


"Itu pacar kamu ya? Cantik juga, kalian cocok yang cowok ganteng yang ceweknya cantik." lanjut Bagus sambil melihat Febri dan cewek disebelahnya bergantian.


Mendengar pertanyaan dari suami Nurul membuat Febri tersadar dengan apa yang dilakukan teman ceweknya dan kenapa Nurul menatap tajam dirinya.


"Mampus! Ternyata dari tadi Nurul melihat ku begini?" batin Febri.

__ADS_1


Febri pun berusaha melepaskan lengannya yang selalu dipegang oleh teman ceweknya. Sedangkan si cewek tetap berusaha memegang erat pada lengan Febri.


"Mau otw jadi pacar Mas, Mbak doain aja ya." jawab si cewek kepada Bagus dan Nurul.


Terlihat Bagus yang menganggukkan kepala tanda mengerti sedangkan Nurul cuek saja tidak mau menatap ke arah si cewek. Sedangkan Febri terlihat hanya salah tingkah karena bingung harus menjelaskan seperti apa.


"Apaan sih kamu." hanya itu yang bisa diucapkan Febri kepada teman ceweknya, tetapi si cewek pun tidak menanggapi ucapan Febri.


"Ya sudah kalau begitu kami pergi dulu ya." pamit Bagus kepada Febri.


"Atau kamu masih mau di sini Dek?" kemudian bertanya kepada Nurul yang sedari tadi hanya diam saja mendengar percakapan mereka karena memang Bagus tidak menyadari sesuatu hal antara Febri dan istrinya.


"Pulang aja Mas, disini panas." jawab Nurul dengan menekankan kata panas dan menatap tajam kepada Febri bahkan melirik si cewek, tetapi tentu saja hal itu tidak diketahui oleh Bagus.


"Ow ya sudah ayo kita pulang saja, kasihan kamu sama dedek." ucap Bagus kemudian berjabatan tangan dengan Febri dan temannya sedangkan Nurul terlihat lebih dulu meninggalkan mereka sambil menggendong anak mereka.


...----------------...


Keesokan harinya Febri sedang bersiap-siap akan berangkat bekerja. Dia sudah memikirkan sejak semalam bahwa dia akan marah kepada Nurul karena sudah jalan-jalan bersama dengan keluarga kecilnya tanpa berpamitan kepada Febri. Padahal di hari sabtu sebelumnya Febri sudah berpesan bahwa Nurul tidak boleh terlalu dekat dengan suaminya tetapi ini mereka malah terlihat jalan bersama seperti keluarga bahagia pada umunya.


Sebenarnya alasan Febri marah tidak masuk akal, karena bagaimanapun Nurul memiliki keluarga jadi meskipun dia menjalin hubungan gelap dia tidak boleh lupa dengan keluarga tempatnya pulang.


Febri sengaja datang sedikit siang dari biasanya dia berangkat karena dia memang ingin sengaja menunggu kedatangan Nurul. Febri menunggu di tempat parkir, tetapi hingga jam masuk akan tiba Nurul tidak juga terlihat. Sudah beberapa temannya yang bertemu di tempat parkir mengajaknya masuk tetapi Febri selalu memberi alasan untuk mereka masuk lebih dulu. Dan hingga jam kerja pun dimulai Nurul tidak juga terlihat, akhirnya Febri pun terpaksa masuk kerja lebih dulu.


"Kamu sengaja menghindar ya? Oke baiklah!" batin Febri dengan melangkah masuk ke tempat kerjanya, tanpa dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, Nurul dan Bagus sedang berada di klinik. Karena semalam tiba-tiba saja anak mereka panas tinggi dan pagi ini mereka berdua mengantar ke dokter untuk memeriksakan keadaannya.


"Apa gak sebaiknya kamu ijin kerja aja Dek? Kasihan Ibu kalau mengurus dedek lagi sakit gini." ucap Bagus memberi usul.


Karena sebenarnya Bagus tahu bahwa tempa kerja Nurul ada peraturan bahwa setiap hari Senin dilarang untuk ijin tidak masuk, tetapi jika terlambat dengan alasan yang tepat masih bisa dimaklumi.


"Gak bisa Mas, kan Mas tahu sendiri tempat kerja aku gimana." jawab Nurul yang saat itu sedang mengirim pesan kepada atasannya meminta ijin datang terlambat dengan alasan sedang memeriksakan anaknya.


Jujur saja sebenarnya Nurul memang ingin segera masuk kerja, karena sejak semalam juga dia selalu memikirkan pertemuan tidak terduganya dengan Febri dan seorang cewek, apalagi terlihat si cewek yang begitu sangat dekat dengan Febri. Nurul akan meminta penjelasan dari Febri.


Memikirkan hal tersebut membuat Nurul tidak tidur semalam apalagi ditambah dengan anaknya yang terus saja rewel karena demam sehingga membuat Nurul yang memang terlihat kurang istirahat.


"Tapi Mas kasihan sama kamu Dek, semalam gak bisa tidu trus seharian harus kerja." ucap Bagus dengan khawatir.


"Gak apa-apa Mas." jawab Nurul berusaha membuat suaminya tenang.


Karena memang Nurul memiliki tujuan lain selain untuk bekerja. Dia ingin meminta penjelasan kepada Febri.


Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, nama anak mereka pun dipanggil. Keduanya pun masuk dengan anak mereka digendongan Nurul karena sedang rewel sehingga hanya mau digendong oleh Nurul.


Setelah diperiksa Bagus pun menunggu obat yang sudah diresepkan oleh Dokter. Kemudian setelah semuanya selesai mereka pun segera pulang langsung ke rumah Ibu Sumi untuk menitipkan anak mereka dan Nurul yang langsung berangkat bekerja. Karena sebelumnya Nurul sudah bersiap dengan pakaian kerjanya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2