Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Penjelasan 2


__ADS_3

Febri pun semakin mengikis jarak diantara keduanya, sedangkan Nurul dengan segera memalingkan wajahnya seolah tidak ingin melihat wajah Febri dari dekat. Febri pun segera menarik perlahan dagu Nurul sehingga membuat Nurul terpaksa menghadap ke arah Febri.


"Dia itu cuma teman dan aku sama dia gak ada hubungan apa-apa. Cuma dianya aja yang suka sama aku tapi akunya gak, dan gak aku tanggepi." bisik Febri dengan masih menahan dagu Nurul sehingga Nurul seolah terhipnotis dengan perkataan Febri.


"Kalau bukan siapa-siapa kenapa bisa nempel gitu?" tanya Nurul yang masih cemburu dan tidak mau percaya begitu saja dengan jawaban Febri.


"Kan dia yang nempel-nempel bukan aku. Dan setelah kamu pergi kemarin aku juga langsung pergi kog." jawab Febri dengan jujur.


"Trus kenapa kemarin bisa ke kebun binatang sama suami dan anak kamu? Biar terlihat keluarga bahagia gitu ya? Trus kamu juga gak ngomong sama aku." banyak pertanyaan kembali diberikan Febri kepada Nurul sambil melepaskan tangannya dari dagu Nurul dan sedikit mundur ke belakang sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Aku gak tahu tiba-tiba aja pagi-pagi Mas Bagus ngajak liburan dan aku gak punya alasan buat nolak. Dan gak sempat kasih tahu kamu soalnya buru-buru berangkat." jawab Nurul.


Febri pun hanya diam sambil menatap ke arah Nurul seakan mempertimbangkan dengan jawaban yang diberikan Nurul kepadanya.


"Beneran aku gak bohong Sayang." ucap Nurul lagi.


Febri pun menganggukkan kepalanya tanda percaya kepada Nurul.


"Trus kenapa tumben banget minta kopi?" tanya Febri sambil melirik nampan yang berisi kopi yang dia letakkan di atas meja.


Nurul pun juga ikut melirik ke arah yang dimaksud oleh Febri. Sebelum menjawab pertanyaan dari Febri, terlihat Nurul menghela nafas panjang.


"Aku semalam gak bisa tidur, ingat kejadian kamu sama cewek itu trus habis itu malah anak ku sakit demam dan rewel terus jadi aku makin gak bisa tidur. Pagi tadi langsung aku bawa sama Mas Bagus ke klinik." jawab Nurul panjang lebar.


"Makanya kamu ijin terlambat?" tanya Febri memastikan.


Nurul pun menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Trus sekarang anak kamu sama siapa?" tanya Febri terlihat khawatir.


"Sama Ibu." jawab Nurul.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak ijin kerja aja? Kan kasihan anak kamu, lagi sakit malah kamu titipkan ke Ibu." ucap Febri sedikit kesal dengan apa yang dilakukan Nurul.


"Kan kamu tahu sendiri hari ini hari Senin dan gak boleh ijin." jawab Nurul mengingatkan peraturan yang berlaku di tempat kerja mereka.


"Aku tahu, tapi kan alasan kamu tepat. Dan kamu gak mungkin berbohong akan hal itu." ucap Febri lagi.


"Tapi aku memang pengen ketemu kamu juga, karena pengen dengar langsung dari suara kamu kalau kamu gak ada hubungan apa-apa sama cewek lain." jawab Nurul sambil menarik kedua tangan Febri sehingga keduanya pun kembali berdekatan.


"Iya tapi lain kali jangan gitu ya, kamu harus mementingkan keluarga kamu apalagi anak kamu yang sedang sakit." ucap Febri memberi saran.


"Iya." jawab Nurul.


Keduanya pun berpelukan saling melepas rasa kangen, karena meskipun hari Minggu mereka bertemu tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun.


"Kalau gitu nanti langsung pulang aja gak usah mampir-mampir. Kasihan anak kamu." ucap Febri sambil melepaskan pelukan mereka.


"Tapi aku masih kangen sama kamu." rengek Nurul.


"Iya tahu, tapi anak kamu sakit Sayang. Dan aku gak mau ambil resiko apapun." tegas Febri.


"Ya uda sekarang kamu makan dulu ya jangan minum kopi dulu sebelum makan. Aku balik kerja lagi, nanti takut ada yang curiga." pamit Febri sambil akan berjalan keluar dari ruangan Nurul.


Tetapi dengan segera ditarik kembali oleh Nurul dan Nurul pun mencium bibir Febri dengan sedikit rakus untuk meluapkan rasa kangennya. Dan hal itu terjadi untuk beberapa saat setelah Febri dengan sengaja melepaskan tautan bibir mereka.


"Nakal." ucap Febri dengan terkekeh dan membuka kunci pintu ruangan Nurul kemudian keluar dari sana.


Sedangkan Nurul hanya tersenyum dengan sengaja menggoda Febri. Setelah Febri tidak terlihat Nurul pun melakukan apa yang diperintahkan Febri kepadanya. Dia mengambil kembali nampan yang berisi kopi yang semula untuk dirinya itu untuk dibawanya kembali ke kantin. Karena Nurul akan makan siang terlebih dahulu di kantin.


...----------------...


Sedangkan di kantin, setelah kepergian Febri ke ruangan Nurul teman-teman Febri masih membahas tentang hubungan gelap Febri dan Nurul.

__ADS_1


"Kalau kalian gak percaya, coba aja nanti pulang terlambat pasti kalian lihat Febri sama Bu Nurul masih disini. Dan mereka keluar sama-sama ke arah kost nya Febri." ucap salah satu teman kerja Febri yang memang pernah melihat Febri dan Nurul bersama.


"Tapi kamu memang lihat mereka ke kost nya Febri?" tanya teman yang lain yang masih belum percaya dengan berita yang mereka dengar.


"Ya, aku sih gak tahu ke kost nya Febri apa gak. Tapi arah mereka sama kog ke sana." jawabnya lagi yang masih ingin memastikan bahwa Febri dan Nurul memang memiliki hubungan terlarang.


"Yeeeee.... Kalau itu sih beritanya belum valid. Uda lah gak usah bikin gosip." timpal teman yang lainnya.


"Ssssstttt! Ada Bu Nurul jalan ke sini." bisik teman lainnya lagi yang tidak sengaja melihat kedatangan Nurul yang sedang berjalan menuju kantin di mana mereka masih berkumpul di kantin juga.


Seketika banyak dari mereka yang melihat ke arah Nurul dan seakan tanpa disuruh mereka pun diam saja tidak ada yang berani membahas tentang Nurul dan Febri lagi.


Tetapi Nurul tidak mendengar dan tidak tahu bahwa dirinya sedang menjadi buah bibir bagi orang-orang yang sedang menatap ke arahnya tersebut.


"Siang Bu Nurul." sapa salah satu karyawan tentu saja hanya berbasa basi.


"Siang semuanya." jawab Nurul dengan ramah kepada semuanya.


Karena memang Nurul dianggap orang yang baik dan ramah bahkan tidak ada yang pernah melihat Nurul marah kepada karyawan lain selama mereka bekerja di tempat itu. Sehingga membuat mereka tidak percaya jika memang Nurul memiliki hubungan terlarang dengan Febri, padahal yang mereka lihat Nurul begitu sayang dengan keluarganya dan mereka juga bisa melihat bahwa suami Nurul sangat menyayangi Nurul.


"Uda habis Bu kopinya?" tanya pelayan kantin yang melihat Nurul membawa nampan berisi kopi.


"Ow belum Bu, mau saya minum disini saja soalnya saya mau makan dulu." jawab Nurul sambil duduk dikursinya dan meminta pelayan kantin menu kesukaannya.


"Maaf Bu tadi Mas Febri yang minta antar ke ruangan Bu Nurul katanya mau sekalian kembali kerja." ucap pelayan kantin.


"Iya gak apa-apa Bu, tadi habis antar kopi juga langsung ke tempat produksi kog." bohong Nurul, karena tidak mungkin Nurul menceritakan kejadian selama di ruangannya bersama dengan Febri.


Mendengar ucapan Nurul membuat beberapa karyawan yang masih ada di kantin hanya bisa saling pandang. Seolah saling bertanya, harus percaya kepada Nurul atau kepada salah satu teman mereka.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2