
Dan benar saja, seperti sudah saling mengerti hati masing-masing, Febri datang ke ruangan Nurul dengan diam-diam disaat semua orang sedang sibuk bekerja. Karena di satu sisi Febri yang kangen dengan Nurul dan di sisi lain Febri juga ingin mengetahui apakah Nurul mengalami hal mengganjal seperti apa yang dia alami.
Begitu membuka pintu Febri segera masuk dan kembali menutup pintu bahkan menguncinya. Nurul yang sedang fokus bekerja cukup terkejut dengan kedatangan seseorang di ruangannya.
"Febri?" panggil Nurul sambil berdiri dan menghampiri Febri, Febri pun melakukan hal yang sama.
"Aku kangen sama kamu." jawab Febri sambil akan memeluk Nurul tetapi segera di tepis oleh Nurul dan hal itu membuat Febri mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Nurul seperti itu.
"Kamu kenapa?" tanya Febri dengan mimik wajah yang terlihat tidak suka dengan sikap Nurul.
"Bukan gitu, aku merasa semua karyawan udah tahu hubungan kita." jawab Nurul dengan khawatir.
"Maksud kamu gimana?" tanya Febri yang memang tidak paham dengan apa yang dikatakan Nurul.
Nurul pun menceritakan kejadian yang dia alami beberapa saat yang lalu di pantry dan bagaimana dia dibicarakan oleh karyawan lainnya.
"Oh brarti memang bener semua udah tahu, buktinya Tarjo tadi ngomong seperti itu. Brarti aku harus hati-hati dan untuk sementara jaga jarak dulu." batin Febri.
"Trus kita harus gimana?" tanya Nurul dengan takut. Karena di satu sisi Nurul takut jika memang semua karyawan sudah tahu hubungan gelapnya dengan Febri dan di sisi lain Nurul takut jika akan berdampak dengan keluarganya.
"Udah gak usah panik gitu. Lebih baik untuk sementara kita jaga jarak dulu aja, biar semuanya reda lebih dulu." usul Febri karena dia juga tidak mau melihat rumah tangga orang yang disayanginya terkena masalah karena dirinya.
Nurul langsung menatap Febri seakan tidak percaya dengan perkataan Febri. Nurul jadi berpikir bahwa Febri tidak berani bertanggung jawab.
"Jangan mikir macem-macem! Aku bakal tanggung jawab kalau kamu sampai kenapa-kenapa. Tapi maksud aku untuk sekarang kita main aman dulu." ucap Febri segera seakan tahu apa yang ada dipikiran Nurul.
Nurul pun bisa bernafas lega dengan jawaban Febri. Akhirnya Nurul hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menuruti saran dari Febri.
__ADS_1
Akhirnya Febri dan Nurul pun berpelukan sebentar setelah itu Febri segera keluar dari ruangan Nurul agar tidak ada yang curiga jika dia berada di ruangan Nurul terlalu lama. Febri dan Nurul pun untuk sementara menjaga jarak dan membatasi diri mereka untuk tidak bertemu lebih dulu.
...----------------...
Waktu terus berlalu, Febri dan Nurul benar-benar menjaga jarak untuk tidak selalu bertemu. Bahkan yang biasanya keduanya bertemu di kost Febri mulai saat itu keduanya tidak lagi bertemu disana. Ketika berpapasan di tempat kerja pun keduanya tidak saling menyapa. Tetapi karyawan yang memperhatikan mereka tidak percaya begitu saja, karena bisa saja diluar hari kerja keduanya masih sering bertemu.
Hari ini pemilik perusahaan ada urusan keluarga mendadak sehingga seluruh karyawan dan hari kerja saat itu dipulangkan setengah hari setelah jam istirahat. Berita itu sudah diumumkan oleh pemilik perusahaan langsung ketika meeting pagi tadi bersama seluruh karyawan.
Banyak karyawan yang tidak langsung pulang ke rumah, mereka mengadakan acara mendadak bersama dirumah salah satu karyawan yang lain. Tidak berbeda jauh dengan Febri, semalam Febri mendapat info dari temannya bahwa ada promo pembukaan hotel sehingga hanya bayar setengah harga saja. Febri pun berniat ingin mengajak Nurul ke hotel tersebut karena memang saat ini adalah waktu yang tepat.
"Boleh juga nih, ajak Nurul kesana. Uda kangen juga lagian kan bisa sewa yang beberapa jam aja pas nanti jam pulang kerja bisa check out." batin Febri.
Febri pun segera mengirim pesan kepada Nurul dan menyampaikan niatnya tersebut. Nurul pun merespon dengan cepat dan menyetujui ide Febri. Karena memang keduanya sudah lama tidak berduaan. Apalagi sekarang pulang kerja setengah hari saja. Akhirnya keduanya pun janjian untuk bertemu ditempat berbeda agar tidak ada lagi yang mencurigai.
Jam istirahat pun tiba, seluruh karyawan memilih bersiap untuk langsung pulang daripada makan di kantin. Begitupun dengan Febri dan Nurul. Mereka berangkat sendiri-sendiri menuju hotel yang sudah ditunjukkan Febri kepada Nurul.
...----------------...
"Kamu sudah hubungi Nurul belum?" tanya Ibu Parni yang masih berusaha menenangkan Shasha.
"Sudah Bu, tapi ponselnya gak aktif." jawab Bagus yang masih berusaha menghubungi Nurul.
"Ya udah mendingan kamu susulin Nurul aja ke tempat kerja dan minta ijin pulang setengah hari soalnya Shasha rewel terus gitu." saran Ibu Parni.
"Tapi Ibu gak apa-apa Bagus tinggal sendiri dengan kondisi Shasha yang rewel begini?" tanya Bagus.
"Iya gak apa-apa." jawab Ibu Parni.
__ADS_1
Akhirnya Bagus pun berpamitan untuk pergi ke tempat kerja Nurul dan menyuruhnya ijin pulang dengan alasan anaknya yang rewel. Dan ponsel Nurul tidak bisa dihubungi karena Nurul menggunakan wifi ketika di tempat kerja dan saat pulang Nurul lupa untuk memindahkan ke mode data sehingga membuat Bagus tidak bisa menghubungi Nurul.
Sampai di tempat kerja, Bagus merasa heran karena kondisi tempat kerja yang cukup sepi bahkan motor-motor karyawan yang terparkir tidak ada semua.
"Kog sepi? Apa libur? Tapi tadi Nurul masuk kerja kog." gumam Bagus yang masih melihat-lihat sekeliling tempat kerja Nurul.
Akhirnya karena penasaran, Bagus pun memencet bel di pintu gerbang dan keluarlah seorang satpam. Bagus pun menyapanya dengan sopan.
"Maaf Pak, apa libur ya?" tanya Bagus dengan segera.
"Ow ini tadi masuk setengah hari Pak karena Bos ada acara keluarga mendadak. Dan semuanya sudah pulang sekitar 1 jam yang lalu." jawab Pak satpam apa adanya.
"Sudah pulang 1 jam yang lalu? Harusnya Nurul sudah sampai rumah donk." gumam Bagus.
"Bapak mau cari siapa?" tanya Pak satpam lagi.
"Saya mau cari istri saya Pak, namanya Nurul." jawab Bagus.
Pak satpam terlihat berpikir sebentar, karena beliau belum begitu hafal dengan karyawan di tempat kerjanya karena baru bekerja 1 bulan dan tentu saja belum tahu jika Bagus suami Nurul.
"Ow Ibu Nurul ya? Sudah pulang juga kog Pak." jawab Pak satpam setelah mencoba mengingatnya.
"Begitu ya Pak. Ya sudah kalau begitu saya permisi. Terima kasih." ucap Bagus berpamitan.
Setelah Pak satpam mengiyakan, Bagus pun segera pergi dan kembali berusaha menghubungi Nurul tetapi tetap saja ponsel Nurul masih tidak bisa dihubungi.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏