
"Maafin aku yaa Lit, karna uda gak jujur sama kamu. Karena aku takut sama apa yang sudah terjadi dengan diriku." ucap Shasha dengan sesenggukan ketika dirinya sudah mulai merasa tenang setelah menangis mengeluarkan sesak di dadanya.
"Gak apa-apa Sha. Maaf juga karna aku sebenarnya mendengar pembicaraan kalian ketika kamu menunjukkan hasil testpack kepada Alex." jawab Lita.
"Trus sekarang aku harus gimana Lit? Aku gak tahu Alex pergi kemana." ucap Shasha yang terdengar putus asa.
"Kamu uda coba hubungi Alex?" tanya Lita.
"Uda dari beberapa hari yang lalu Sha, pantes aja nomornya gak aktif." jawab Shasha.
Lita dan Shasha pun sama-sama terdiam, memikirkan apa yang harus mereka lakukan.
"Ayah kamu sudah tahu?" tanya Lita.
Shasha menjawab dengan gelengan kepala. Karena Shasha berpikir jika Alex sudah mau bertanggung jawab dan mengatakan kepada orang tuanya, maka Shasha akan membawa Alex kepada Bagus untuk mengatakan semuanya.
"Ayo sekarang juga kita ke rumah Alex. Meskipun Alex gak ada kita bisa ngomong langsung kepada orang tuanya." ucap Lita memberi saran.
Shasha seketika menatap Lita seakan memastikan apa yang dikatakan oleh Lita. Dan Shasha merasakan bahwa Lita benar-benar tulus ingin membantunya maka dari itu Lita mengajak Shasha untuk menemui kedua orang tua Alex.
__ADS_1
"Tapi aku takut kalau orang tua Alex gak mau mengakuinya Lit." ucap Shasha khawatir.
"Itu kita pikir nanti yang penting kita sudah berani bicara jujur kepada orang tua Alex bagaimana kelakuan anaknya selama ini." jawab Lita.
"Tapi aku juga belum tahu rumahnya Alex Lit." ucap Shasha lirih. Karena memang selama Alex dan Shasha berpacaran Alex tidak pernah mengajak Shasha ke rumahnya, mereka hanya bertemu di tempat kost yang sengaja Alex pakai ketika memuaskan hawa nafsunya saja.
"Kita bisa tanya Joko." jawab Lita ketika melihat Joko yang melewati kelas mereka dan akan pulang.
Lita segera keluar untuk memanggil Joko agar tidak semakin jauh.
"Joko...!!" panggil Lita.
"Apaan?" tanya Joko.
Joko tentu tahu siapa Lita, karena ketika Alex dan Shasha berpacaran, Lita pun sering terlihat bersama Shasha.
"Sini dulu." ucap Lita sambil menarik tangan Joko untuk diajak masuk ke dalam kelas.
Disana Joko melihat Shasha yang duduk di kursinya. Dan sangat jelas wajah Shasha terlihat sedih karena pasti Shasha sudah mengetahui tentang kepindahan Alex. Joko pun sebenarnya juga baru saja mengetahui hal itu ketika pelatih basket mereka menyampaikan berita tersebut.
__ADS_1
Lita pun menyuruh Joko untuk duduk di depan mereka. Kemudian Lita pun menceritakan apa yang menjadi rencananya untuk menemui dan berbicara kepada orang tua Alex. Tujuan Lita mengajak Joko agar Joko menemani mereka ke rumah Alex dan karena hanya Joko yang mengetahui rumah Alex. Karena Lita yakin bahwa Joko sudah mengetahui bahwa Alex menghamili Shasha.
"Tapi beneran kamu gak tahu Alex pindah kemana?" tanya Lita memastikan untuk kesekiankalinya.
"Perlu aku pinjam toak masjid untuk ngomong lagi?" jawab Joko dengan malas, karena dia sudah jujur tetapi Lita masih tetap saja tidak percaya.
"Iya-iya percaya." ucap Lita.
"Ya uda sekarang aja kita ke rumah Alex." lanjut Lita sambil berdiri dan bersiap akan pergi dengan diikuti oleh Shasha dan Joko.
"Oke." jawab Joko.
"Ini aku lakuin karena untuk menebus rasa bersalahku sama kamu Sha." batin Joko ketika melihat Shasha yang hanya diam saja dan merasa kasihan kepadanya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1