
Keesokan harinya, Nurul membantu sang mertua seperti biasanya. Tetapi hari ini dia merasa berbeda hatinya serasa berbunga-bunga. Entah karena dia akan janjian dengan Judika atau memang sedang bahagia saja.
Seperti biasa, Bagus bersiap-siap akan pergi ke pasar untuk mengantar pesanan-pesanan ayam. Saat ini dia sedang sarapan dengan ditemani oleh sang istri. Nurul sengaja belum mandi karena dia berniat akan dandan selesai mandi nanti, jika dia mandi sekarang maka Bagus akan curiga dan Nurul tidak mau itu terjadi nanti bisa-bisa dia akan batal janjian dengan Judika.
"Nanti jadi kirim lamaran lagi sama Liana Dek?" tanya Bagus sambil menikmati makanannya.
"Iya jadi Mas, semakin banyak masukan lamaran nanti akan semakin besar peluang dapat kerjaannya kan." jawab Nurul dengan memberi alasan yang masuk akal.
"Bukannya kemarin uda banyak lamaran yang kalian masukkan?" tanya Bagus yang sebenarnya merasa tidak enak pagi itu, tetapi dia tidak menceritakan kepada istrinya karena merasa itu hanya perasaannya saja dan tidak ingin membuat Nurul kecewa jika dia menghalangi usaha yang dilakukan Nurul. Apalagi Bagus tahu jika istrinya pergi dengan Liana jadi Bagus percaya pada keduanya dan tidak memiliki rasa curiga sama sekali padahal tanpa dia tahu bahwa sebenarnya Liana menyimpan semua kebusukan istrinya.
"Kan biar banyak peluangnya Mas." jawab Nurul yang sebenarnya mulai merasa kesal karena Bagus banyak bertanya.
Bagus menghela nafas panjang, kalau sudah seperti itu pasti mood Nurul akan berubah tidak enak jadi Bagus memilih untuk mengalah.
"Ya sudah nanti hati-hati ya. Kalau ada apa-apa hubungi Mas." ucap Bagus yang sudah menyelesaikan sarapannya dan bersiap untuk berangkat.
"Iya Mas." jawab Nurul yang ikut mengantarkan Bagus kedepan rumah.
Bagus berpamitan kepada Nurul dan seperti biasa Nurul mencium tangan, kedua pipi, dahi dan bahkan bibir Bagus sekilas di depan rumah. Dan bersamaan dengan itu Judika melihat apa yang sedang mereka lakukan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena memang apa yang dilakukan Bagus dan Nurul adalah hal biasa yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah.
Dan tanpa sengaja Nurul pun melihat ke arah Judika yang saat itu sedang menatapnya, pandangan mata mereka pun bertemu. Tetapi Judika segera menatap ke arah lain karena dia tidak mau jika Bagus menyadari apa yang dilakukan Judika dan Nurul melalui pandangan mata mereka yang seakan berbicara satu sama lain.
"Mampus Judika lihat aku sama Bagus ciuman." batin Nurul takut.
Entah kenapa Nurul justru takut jika Judika cemburu, padahal apa yang dilakukan Nurul kepada Bagus bukan sesuatu hal yang menimbulkan dosa.
Bagus segera mengendarai motornya dan menyapa Judika yang saat itu masih berada di depan rumahnya. Judika pun menjawab sapaan Bagus dengan ramah karena memang tidak ingin membuat Bagus curiga jika dirinya menyukai istrinya itu.
Setelah motor Bagus tidak terlihat lagi, Judika dan Nurul pun masih berada di depan rumah masing-masing. Judika segera berbicara melalui gerakan bibir saja.
__ADS_1
"Jangan lupa nanti kita ketemu." ucap Judika.
Nurul pun bisa membaca gerak bibir Judika dengan baik sehingga Nurul hanya memberinya tanda jempol saja.
Tiba-tiba saja Ibu muda yang semalam melihat interaksi mereka pun keluar dari rumahnya karena melihat Nurul dan Judika yang seperti mencurigakan.
"Eh.. Mas Judika dan Mbak Nurul. Tumben lagi pada diluar semua nih?" tanya Ibu Muda yang bernama Wahyu tersebut.
Rumah Wahyu ini berdekatan dengan rumah mertua Nurul sehingga memang sudah mengenal mereka berdua dengan baik.
"Iya habis ngrokok. Ya uda aku masuk dulu." jawab Judika lebih memilih menghindari Wahyu, karena Judika merasa bahwa Wahyu memiliki niat jahat dan bisa saja mencium perselingkuhan dirinya dengan Nurul.
"Lho kog masuk Mas." ucap Wahyu tetapi tidak di respon sama sekali oleh Judika.
Kini tinggallah Wahyu dan Nurul saja yang masih berada di depan rumah. Nurul sebenarnya tidak memiliki perasaan jahat apa-apa dengan Wahyu sehingga Nurul pun biasa saja dengannya.
"Masih." jawab Nurul singkat.
"Sama Liana juga?" tanya Wahyu lagi.
"Iya." jawab Nurul.
"Kemana?" tanya Wahyu yang semakin kepo dengan urusan Nurul.
"Ya kemana aja yang ada lowongannya." jawab Nurul yang mulai kesal.
"Ya uda aku mandi dulu, bau ayam nih." lanjut Nurul yang segera saja masuk ke dalam rumah dan memang ingin membersihkan diri.
Wahyu pun mendengus kesal karena dia tidak bisa mendapatkan informasi apa-apa. Tetapi ketika dia hendak pulang ke rumah, Liana pun terlihat keluar dari rumahnya dengan membawa sapu karena Liana akan menyapu halaman depan rumahnya. Wahyu pun tersenyum dalam hati karena kali ini dia ingin mengorek informasi dari Liana.
__ADS_1
"Uda mandi Li?" tanya Wahyu basa basi, padahal tanpa bertanya pun Wahyu harusnya sudah bisa tahu hanya dengan melihat penampilan Liana yang cantik.
"Udah lah. Mbak Wahyu belum pasti kan." jawab Liana sambil tetap menyapu.
"Hehhehe belum. Memangnya mau kemana kog uda cantik aja? Kan masih belum dapat kerjaan kamu?" tanya Wahyu yang mulai menjalankan usahanya kepo dengan urusan orang lain.
"Diajak Mbak Nurul aku Mbak." jawab Liana apa adanya.
"Kemana?" tanya Wahyu yang semakin semangat untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dari Liana khususnya tentang Nurul dan Judika.
"Ketemuan sama Mas Judika di hotel hahaha." bisik Liana dengan tertawa, karena Liana berpikir bahwa perkataan Nurul semalam tentang bertemu dengan Judika di hotel hanya bercanda sehingga Liana pun dengan santai mengatakan kepada Wahyu hal yang sama.
"Di hotel? Ngapain?" tanya Wahyu yang sebenarnya shock mendengar jawaban dari Liana.
"Kepo Ihh... Mana aku tahu Mbak." jawab Liana sambil membuang sampah daun-daun yang barusan dia sapu ke tempat sampah.
Liana pun meninggalkan Wahyu sendirian di depan rumahnya. Dengan masih terbengong-bengong karena shock Wahyu mencoba mencernanya. Karena Wahyu tidak habis pikir jika memang Judika dan Nurul akan bertemu di hotel. Tentu saja jika mereka bertemu di hotel tidak akan mungkin hanya mengobrol saja, pasti akan melakukan hal-hal dewasa apalagi Judika dan Nurul sudah menikah jadi sudah pasti mereka akan melakukannya.
"Wah hot gosip nih kayaknya." gumam Wahyu sambil tersenyum dalam hati.
Kemudian dengan segera Wahyu masuk ke dalam rumahnya untuk melakukan kembali pekerjaan rumahnya yang semula dia tinggal karena melihat Judika dan Nurul yang berada di depan rumah.
...****************...
Jaman sekarang masih ada gak ya kira-kira orang kayak Wahyu? 🤔🤭
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1