
Waktu terus berlalu, hubungan gelap antara Febri dan Nurul belum ada yang mengetahui karena mereka bermain sangat cantik di tempat kerja sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Begitupun ketika Nurul berada di rumah, dia selalu punya cara untuk menghubungi Febri. Tentu saja ketika Bagus tidak ada dirumah. Dan jika Bagus ada dirumah sekalipun Nurul pasti akan memberitahu Febri untuk tidak menghubunginya.
Hari ini adalah hari Sabtu dimana biasanya jam kerja hanya setengah hari dan besok mereka akan libur kerja setelah sepekan lamanya bekerja keras. Di hari libur biasanya Nurul hanya menghabiskan waktu bersama anak dan suaminya.
"Aku paling gak suka kalau hari Sabtu gini." ucap Febri, ketika dia memiliki kesempatan datang ke ruangan Nurul tentu saja disana hanya ada mereka berdua.
"Kenapa?" tanya Nurul yang fokus dengan pertanyaan Febri.
"Soalnya besok libur." jawab Febri dengan memasang wajah cemberut.
"Kan enak kalau libur, bisa istirahat dirumah." ucap Nurul dengan pemikirannya.
"Itu kalau kamu, kalau aku ya sedih soalnya gak bisa ketemu kamu." jawab Febri yang kembali memasang wajah cemberut.
Mendengar perkataan Febri tersebut membuat Nurul tersipu malu. Dia tidak menyangka bisa diberi gombalan oleh anak muda.
"Kamu kalau dirumah jangan terlalu dekat dengan suami kamu, trus kalian berdua gak boleh berhubungan badan sesering mungkin." lanjut Febri lagi masih dengan kecemberutannya.
"Memangnya kenapa?" tanya Nurul tidak mengerti, padahal dia sama Bagus kan suami istri yang sah.
"Masa kamu gak ngerti?" tanya Febri.
"Gak, makanya kamu bilang aja." jawab Nurul yang masih belum mengerti.
"Aku cemburu." ucap Febri dengan memalingkan wajahnya. Antara malu atau memang ingin menunjukkan kepada Nurul bahwa dia serius.
Nurul dengan jelas mendengar ucapan Febri, dia pun tersipu karena Febri berani terang-terangan mengatakan bahwa dia cemburu bahkan dengan suaminya sendiri.
"Apa? Kog aku gak denger ya." ucap Nurul dengan sengaja menggoda Febri.
Mendengar itu Febri dengan segera menatap ke arah Nurul. Karena bisa-bisanya Nurul tidak mendengar ucapannya padahal dia sudah menahan malu untuk mengatakannya. Tetapi Nurul justru terkekeh karena merasa lucu dengan kecemburuan Febri.
"Iya-iya aku paham kog. Trus kalau gak boleh sering-sering sama suami ku, bolehnya sering-sering sama kamu ya?" tanya Nurul dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Ayuukkk!" seru Febri dengan semangat.
Kemudian keduanya tertawa bersama-sama. Hingga akhirnya jam kerja siang itu pun usai. Seluruh karyawan pulang ke rumah mereka masing-masing. Febri dan Nurul sengaja untuk hari ini tidak berduaan karena agar Bagus tidak curiga karena Nurul yang sering pulang terlambat.
...----------------...
Minggu pagi, Bagus bangun pagi seperti biasa. Sedangkan Nurul dan anak mereka masih terlelap. Bagus pun membiarkan kedua kesayangannya itu tidur nyenyak, karena Bagus merasa kasihan hampir tiap malam Nurul begadang untuk mengurus anak mereka.
1 jam berlalu, Nurul pun terbangun dan melihat suaminya sudah tidak ada di tempat tidur sedangkan anak mereka masih tertidur. Nurul segera menuju ke belakang rumah dan ternyata Bagus sedang menjemur pakaian. Ya, setelah bangun tidur Bagus segera mencuci baju dan membersihkan rumah.
"Lho Mas, kog uda jemur. Mas tadi yang nyuci?" tanya Nurul kaget karena memang tidak biasanya Bagus melakukan hal itu.
"Iya Dek." jawab Bagus tanpa menoleh ke arah Nurul dan tetap fokus menjemur pakaian.
"Mas juga yang bersih-bersih rumah?" tanya Nurul lagi.
"Iya Dek." jawab Bagus lagi dengan jawaban yang sama.
Nurul pun hanya terdiam sambil terus memperhatikan Bagus menjemur pakaian hingga selesai. Bagus pun menghampiri Nurul kemudian merangkul bahunya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah.
Nurul pun belum merespon apapun karena sebenarnya dia malas untuk pergi keluar di hari libur. Karena dia ingin bermalas-malasan dirumah sambil sesekali mencuri waktu untuk saling mengirim pesan kepada Febri.
"Gimana dek, kamu mau kan?" tanya Bagus karena Nurul hanya diam saja.
"Iya deh Mas." jawab Nurul dengan biasa saja, seperti tidak ada rasa terima kasih kepada suami yang sudah baik kepadanya.
"Kalau gitu aku masak dulu habis itu bangunin Adek." lanjut Nurul yang akan menuju ke dapur, tetapi kemudian segera di cegah oleh Bagus.
"Ehh, gak usah Dek. Kita nanti makan di luar aja. Hari ini Mas mau ajak kalian bersenang-senang." ucap Bagus.
Nurul hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan apa yang direncanakan oleh Bagus hari ini.
"Sekarang mendingan kamu mandi dulu aja, biar Mas yang bangunin adek." lanjut Bagus.
Nurul pun menuruti permintaan Bagus, dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Bagus menuju kamar mereka untuk membangunkan anak mereka.
__ADS_1
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mereka sampai juga di kebun binantang. Sebelum masuk Bagus mengajak mereka untuk mencari tempat makan lebih dahulu.
"Kita cari sarapan dulu ya Dek. Kamu mau makan apa?" tanya Bagus sambil membaca tulisan menu makanan di sekitar tempat itu.
"Apa aja Mas." jawab Nurul.
Akhirnya Bagus pun memilih tempat makan dengan menu makanan yang cukup komplit. Sehingga keduanya bisa memilih menu makanan yang mereka sukai.
Setelah selesai Bagus segera membeli tiket masuk ke kebun binatang untuk dirinya dan juga Nurul. Karena anak mereka yang masih cukup kecil sehingga tidak dikenai tiket masuk.
Bagus mengambil alih gendongan anak mereka dari Nurul. Begitu sampai di dalam Bagus dengan antusias menunjukkan hewan-hewan kepada anaknya di gendongannya. Sedangkan Nurul hanya mengikuti dengan berjalan dibelakang mereka sambil sesekali ikut melihat ke kanan dan kiri.
Begitu sampai di depan kandang gajah, tiba-tiba saja Nurul di sapa oleh seseorang yang mengenalnya.
"Bu Nurul." panggil orang tersebut.
Nurul pun menoleh mencari sumber suara yang memanggilnya, Bagus pun ikut menoleh karena merasa nama istrinya dipanggil oleh seseorang dengan suara asing yang tidak dia kenal.
"Eh.. Febri." jawab Nurul dengan terkejut karena tidak sengaja bertemu dengan Febri di kebun binatang padahal mereka tidak ada janji apa-apa.
"Halo Pak, kenalkan saya Febri teman kerja Bu Nurul bagian produksi." ucap Febri tanpa menghiraukan pertanyaan dari Nurul sambil mengajak Bagus berjabat tangan.
Karena memang agar Bagus tidak curiga dengan kedekatan mereka dan juga karena Febri merasa cemburu melihat kedekatan Nurul dengan keluarga kecil mereka.
Bagus pun menerima jabatan tangan dari Febri sambil mengenalkan namanya kepada Febri.
"Ya sudah mari Pak, Bu saya mau bertemu teman saya dulu." pamit Febri setelah mereka berbasa basi cukup lama.
Febri pun segera meninggalkan Nurul dan keluarga kecilnya sedangkan Nurul tidak bisa berkata apa-apa karena adanya Bagus diantara mereka. Tetapi besok ketika mereka bekerja Nurul berjanji akan meminta penjelasan dari Febri kenapa dia bisa pergi ke kebun binatang dan dengan siapa Febri pergi ke sana.
...***************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏