Selingkuhan Lima Langkah

Selingkuhan Lima Langkah
Melakukan Kesalahan Yang Sama


__ADS_3

Sore harinya setelah jam kerja usai, Febri sengaja memperlambat pekerjaannya karena dia dan Nurul sudah janjian akan keluar dari tempat bersamaan dan menunggu sebagian besar karyawan pulang lebih dulu.


"Belum selesai Feb?" tanya salah satu teman satu bagian dengan Febri yang sudah bersiap akan pulang.


"Iya bentar lagi." jawab Febri yang masih pura-pura fokus bekerja.


"Apa perlu aku bantuin?" tanya teman tersebut yang akan menghampiri Febri untuk membantu.


"Oh gak usah, kamu pulang duluan aja gak apa-apa kog." cegah Febri dengan segera, karena memang tujuannya berlama-lama karena ada sesuatu hal.


"Oh ya sudah. Aku duluan ya." jawab teman Febri sambil berlalu meninggalkan Febri sendirian.


Begitu juga dengan Nurul dia juga dengan sengaja memperlambat pekerjaannya. Dan beberapa temannya pun sudah berpamitan pulang kepadanya.


Setelah dirasa cukup sepi Febri pun segera mengakhiri pekerjaannya kemudian bersiap menuju ke ruangan Nurul.


"Uda selesai?" sapa Febri begitu membuka pintu ruangan Nurul dan melihat Nurul yang baru saja memasukkan bedak ke dalam tas nya.


"Uda. Ayo!" jawab Nurul sambil menghampiri Febri yang berada di depan pintu.


Kemudian keduanya pun berjalan menuju tempat parkir motor mereka. Mereka akan naik motor sendiri-sendiri dan akan pergi ke kost Febri. Febri masih single dia sudah tidak memiliki keluarga, dia sengaja merantau ke kota yang ditinggali oleh Nurul. Dan kebetulan bertemu Nurul di tempat kerja Febri pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi sayang sekali pertemuan pertama mereka membuat Febri kecewa karena ternyata waktu itu Nurul sedang hamil muda dan tentu saja sudah berkeluarga. Sehingga Febri menahan diri sejenak untuk mendekati Nurul. Tetapi ketika dirasa waktunya tepat, Febri mulai mendekati Nurul. Dan bagai gayung bersambut ternyata Nurul pun merespon pendekatan yang dilakukan oleh Febri.


"Kita mampir makan dulu ya, jangan langsung ke kost." ujar Febri ketika akan mulai menaiki motornya.

__ADS_1


"Mau makan dimana?" tanya Nurul yang belum begitu tahu daerah kost Febri, karena memang mereka belum lama dekat.


Terlihat Febri yang sedang berpikir sejenak, dan kali ini Febri akan menyambut Nurul dengan baik selain karena menyayangi Nurul, Febri juga ingin memberikan kesan baik kepada Nurul.


"Di steak aja." jawab Febri setelah terdiam beberapa saat.


Nurul pun mengiyakan dan mulai mengendarai motornya lebih dulu. Mereka akan berangkat sendiri-sendiri untuk menghindari pertanyaan dari teman-temannya jika ada yang melihat mereka barengan.


Febri memang single dan dia hidup sangat sederhana. Sebenarnya bagi Febri yang mengajak makan seorang wanita dengan menu steak adalah mewah baginya. Tapi untuk kali ini Febri dengan senang hati merogoh sakunya dengan dalam hanya untuk membuat Nurul senang.


Begitu sampai di tempat makan, Febri dan Nurul segera masuk bersama. Disana mereka sudah berani terang-terangan berdua karena tidak ada yang mengenal mereka. Keduanya segera memesan salah satu menu yang ada di tempat itu. Sambil menunggu pesanan mereka, keduanya pun berbincang ringan.


"Gak apa-apa kita makan di tempat kayak gini? Gak mahal disini?" bisik Nurul yang merasa tidak enak hati kepada Febri.


Karena Nurul tahu bahwa Febri sangat sederhana dan tentu saja Nurul bertanya seperti itu karena sudah yakin pasti Febri lah yang akan membayari makanan mereka.


Akhirnya keduanya pun menikmati pesanan mereka yang sudah diantar. Dan setelah selesai mereka pun segera menuju ke kost Febri yang tidak jauh dari tempat itu.


Kost Febri memang bukan tempat kost mewah yang mahal, hanya kamar-kamar sederhana dan penghuni kost nya banyak yang masih single juga.


Begitu sampai di depan Febri segera memarkirkan motornya begitu juga dengan Nurul. Kemudian membuka kunci pintu dan segera saja pemandangan di dalam kamar yang hanya ada kasur di lantai, sebuah lemari dan sebuah meja kursi juga televisi tabung kecil yang sudah cukup usang. Febri tidak malu membawa Nurul ke kost nya karena memang dia menjadi apa adanya dirinya.


"Aku mandi dulu ya." ucap Febri sambil mengambil pakaian di lemari dan wadah yang berisi sabun serta sikat giginya.

__ADS_1


Febri keluar menuju kamar mandi umum yang hanya untuk penghuni kost di sana. Sore ini tidak terlalu antri menunggu karena sebagian besar penghuninya sudah mandi karena memang sudah cukup sore untuk jam mandi.


Febri segera membersihkan diri, sedangkan Nurul memandangi seluruh isi kamar Febri yang memang sangat minimalis tersebut. Nurul pun menyalakan televisi dan mencari-cari channel acara televisi yang bagus. Karena tidak menemukan akhirnya Nurul pun membiarkan televisi menyala dengan menayangkan acara berita selebriti yang sedang viral, yaitu tentang artis yang berselingkuh melalui aplikasi ojol.


"Yang artis aja duitnya banyak, hidupnya enak mewah masih kurang bersyukur. Uda punya pasangan yang setia masih aja cari yang lain. Gimana dengan aku? Jadi wajar donk aku selingkuh kan aku bukan artis hehehe." gumam Nurul sambil terkekeh membayangkannya sendiri.


"Memang Febri apa adanya, dia gak bergaya sok kaya di depanku." lanjut Nurul dengan bangganya memuji Febri.


Entah kenapa perasaan Nurul sebagai seorang Ibu sudah mati. Dia hanya mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Padahal di rumah sudah ada yang menunggu suaminya yang setia dan juga anaknya yang tidak berdosa tetapi Nurul kembali melakukan kesalahn yang sama yang hanya akan menjadi bom waktu dan bisa meledak sewaktu-waktu.


Selesai mandi Febri segera masuk ke dalam kamarnya kemudian mengunci pintunya. Karena begitulah kebanyakan penghuni kost disana. Jika sudah di dalam kamar mereka akan memiliki privasi sendiri-sendiri.


"Lihat apa?" tanya Febri sambil duduk di samping Nurul yang sedang duduk di pinggir kasur dan memeluk Nurul.


Seketika wangi aroma sampo, sabun dan minyak wangi menguar menjadi satu di indera penciuman Nurul. Nurul sempat memejamkan matanya sejenak untuk menikmati keharumannya. Dan memang seperti itulah Febri, dia selalu tampil dengan penampilan yang bersih dan wangi. Sekalipun kehidupannya sangat sederhana dan pakaian yang dipakainya pun bukan pakaian mahal yang bermerk tetapi tidak membuat Febri malu.


"Gag ada acara yang bagus." jawab Nurul sambil berbalik menghadap Febri, dan saat ini posisi mereka berhadap-hadapan.


"Ya uda kita bikin acara sendiri aja kalau gitu." bisik Febri di telinga Nurul.


Sedetik kemudian bibir mereka segera bertemu dan mereka saling bertukar saliva. Tidak lupa tangan Febri meraba setiap inci tubuh Nurul bahkan menyentuh dua benda yang begitu besar menurut Febri tersebut.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2