SENJA DI HUTAN PINUS

SENJA DI HUTAN PINUS
Siang Juli 1998


__ADS_3

Pagi yang sangat dingin.Aku kembali menarik selimut.Suara ayam jantan masih sesekali kudengar.Berarti belum waktunya subuh. Bulik belum ada suara ke dapur.


Ingin kembali kupejamkan mata ini. Namun trlalu sulit. Bayangan wajahnya kembali hadir. Aahhh... trlalu rindu kurasakan. Mungkinkah dia merasakan hal yang sama?


Namaku Wahyuni. Nama yang singkat diberikan orangtuaku.Namun sangat penuh arti. Ya.. Wahyuni... ada yang memanggilku Wahyu... ada pula yang Yuni.. trserah... asal masih namaku. Asal bukan Angel.. saja... Hi Hi.. Hi.. malu.. karena aku hanya wanita desa.


Saat ini aku main ke rumah Bulik.Sebuah desa di dataran tinggi di kabupaten Pacitan.


Disini aku sangat menemukan kedamaian. Ya.. suasana desa yang tenang.. asri... masih menjaga kesopanan.


"Wahyu... bangun sholat subuh".. suara Bulik membuyarkan lamunan.


" Nggih(ya).. Bulik.. aku sudah bangun.


Kubuka pintu kamar dan Bulik sudah didepanku memberikan mukena.


"Ayo.. kita sholat dulu. "


Selesai sholat .. aktifitas pun dimulai. Aku menyapu.. sedang Bulik ke dapur. Diluar sdh banyak orang yang mau berangkat ke sawah.


Ya... Kehidupan petani didesa adalah kehidupan sederhana penuh cinta. Dari merekalah kita belajar arti kesabaran.


Sekelebat ada bayangan seseorang yang selalu membuat jantungku berdebar.


"Kapan sampai dik..? katanya.. dengan senyum manisnya. Duhhh... hatiku serasa berdebar kencang. Gempa bumi kurasakan.


" Kemarin mas... "jawabku.. dan kuberikan senyum termanis ku seperti Angelina Jolie... (sok ngaku) Hi Hi Hi...


" Mau ke ladang? kn masih pagi..? " ucapku sekenanya..


Diapun tersenyum.. "ya dik.. mumpung belum panas matahari.. "

__ADS_1


Diapun berlalu menuju ke ladang. Aahh... aku memandang punggung nya hingga hilang tetelan tanaman di depan rumah.


"Wahyu... sini bantu Bulik masak.."


"Ya.. Bulik.."


akupun bergegas ke dapur. Menu pagi ini oseng buncis dan goreng tempe.


Suara paklik meminta kopi dari depan rumah.


Bulik segera ke depan tak lupa setoples rengginang buat paklik.


"Wahyu.. kamu jaga rumah.. Bulik mau ke sawah .. Nanti Iput akan menemani kamu.. "


jawab Bulik sambil mengajakku sarapan.


Selesai sarapan akupun segera mencuci piring.


Bulik sdh ke sawah dengan paklik. Tinggal aku sendiri.


Ahh... acaranya masih sama.


Jam di ruang tamu menunjukkan jam 9 pagi. Akupun keluar rumah.


Kupandang sekeliling rumah. Banyak pepohonan. Aku duduk sendiri di teras. Sambil menunggu Iput keponakan ku yang cantik main ke rumah.


"Mbak Wahyu... kapan datang? " Seorang gadis cantik berkerudung coklat berlari2 kearahku.


Aku memeluk tubuh gempal nya.. Sangat erat.


"Kemarin... apa kabarnya? "

__ADS_1


"Gimana sdh laba belum..?? "


" Kemana suamimu? "


Ku berondong pertanyaan.. diapun tertawa keras sekali.


" Duuh... kamu itu ya.. mbak.. Kalau tanya satu-satu.. "Jawabnya dng tertawa.


Akupun melepas pelukanku.


Memberinya kesempatan menjawab pertanyaan ku.


" Alhamdulillah.. mbak.. aku sehat.. belum isi(hamil).. Minta do'anya ya.. "ucapnya sambil memandangku tersenyum.


Duh.. wanita yang didepanku ini 5 tahun usianya diatasku. Selalu memanggilku dng 'mbak Wahyu'..


Dia segera ku ajak ke belakang..


Aku sudah tak sabar ingin berbagi kisah dengan nya..


Kamipun masuk kamarnya yang sekarang aku tempati. Akupun duduk menghadapnya.


Dia memandangku berbeda.


" Ada apa.. ada yang salah denganku..!?? "


tanyaku penasaran.


Iput hanya tersenyum...


"Mbak... aku... ingin tanya sesuatu.. " ucapnya dengan suara yang tercekat..

__ADS_1


Hatiku pun jadi tak tenang.. apa yang akan dia tanya kn..


\*\*\*\*\*


__ADS_2