SENJA DI HUTAN PINUS

SENJA DI HUTAN PINUS
MAS SIGIT


__ADS_3

Ku rengkuh bahu Sri. Ku benamkan dalam pelukanku. Sri namamu seperti nama emakku. Aku pun jadi rindu emak. Sedang apa dia sekarang, sehatkah? Ya aku benar-benar kangen suara emak.


Namun apa ada aku hanya bisa sesekali telepon lewat wartel. Bahkan kadang mahal. Itu yang aku jaga. Disini harus hemat. Jangan gampang hamburkan uang. Gaji pertama sebentar lagi aku dapatkan.


Namun sudah banyak barang yang aku inginkan. Dasar... perempuan... seneng sekali belanja.


Namun aku kali ini harus tahan kn.. agar tidak menyesal nanti. Siapa tahu aku tidak krasan beneran dan ingin pulang.


"Mbak.. " suara lirih Sri membuyarkan lamunanku.


Sri merenggangkan pelukanku.


Aku menatap nya.


"Ya ,apa sudah bulat tekadmu? " ku pandang wajah polosnya.


"Aku nurut mbak Wahyu, kutahan kan sampai gajian" Sri menunduk.


Spontan aku memeluknya lagi. Aku senang Sri membatalkan mudiknya.


"Kamu sabar dulu.. setidaknya hingga akhir bulan.Agar bisa bawa banyak oleh -oleh" Ucapku berusaha menenangkan nya. Kutepuk-tepuk pundaknya.


**


"Ngapain itu bengong semua " Mas Sigit dengan senyum ramah mendatangi kami .


Hhmm.. keren juga ini orang kalau begini. Batinku.


"Yuk..nanti aku ingin bicara denganmu " katanya sambil mengetuk meja kasir.


..."Ada apa? " aku melongo."Ada dehh... nanti saja " katanya sambil mengedipkan mata....


...Uuhh.. kesel juga....


Sri dan Eko pada ketawa.Dengan santai diapun kembali ke restoran.

__ADS_1


"Jelas ini.. ada -ada , Sri nanti pulang tak antar. Mbak Wahyu sama Mas Sigit meeting" Eko pun ikutan menggodaku.


Sri tertawa .


Aku kepalkan tinju ke arah Eko. Dia berlari sambil tertawa.


*


Sudah waktunya pulang. Aku ke gudang ganti baju. Sri mengikutiku dari belakang.


"Sri ikut aku ya .. " aku menoleh ke arah Sri yang ambil jaket.


Eehhh dia malah senyum.


"Ya tidaklah mbak.. aku bisa kok pulang sendiri.kan dekat. " Sri mencubit kecil pinggang ku.


"Kira -kira apa ya yang ingin diomongin mas Sigit.? "


"Halah.. pura - pura tidak tahu "


Aku hanya melirik dan duduk di bangku.


"Lho.. ayo ke depan itu Mas Sigit sudah menunggu. " Sri menarik tangan ku.


Aku berjalan keluar dengan Sri.


Mas Sigit tersenyum sok manis.


Kok aku menjadi deg - degan ya..?


"Ayo.. " Mas Sigit sambil memberiku helm.


"Mau kemana mas? " tanya ku pelan.


Dia hanya diam mengerlingkan mata.

__ADS_1


Aku pun memakai helm dan duduk dibelakang.


"Pegangan! nanti jatuh!! " Mas Sigit memberiku perintah.


Jadi ingat Mas Ari yang lembut setiap dibonceng dengannya aku merasa nyaman.


*


Sampailah kami di sebuah restoran.


Aku turun. Wahh... tempat yang bagus. Pasti Mahal makan disini.


"Ayo masuk aku traktir makan enak! " pasang muka datar tanpa ekpresi dia berjalan disampingku.


"Mau apa orang ini.. kok bisanya aku mengikuti dia sampai kesini" batinku seperti tersadar dari mimpi.


Karena aku orang kampung baru masuk ke restoran bagus pertama kali.


Duuh... rasanya kikuk sekali.


Mas Sigit tersenyum melihatku yang kelihatan kikuk.


Segera di menggandeng tanganku.. sempat aku tepis namun semakin erat genggamannya. Aku nurut. Daripada jadi tontonan.


Kami duduk berhadapan. Mas Sigit memanggil pelayan.


"Mau makan apa? " tanyanya padaku.


"Apa saja mas.. " jawabku singkat.


Dia terseyum dan pesan makanan yang aku baru dengar namanya.


"Kamu mungkin bingung kenapa aku ajak kemari. Aku hanya ingin ngobrol denganmu" kata Mas Sigit . Akupun mendongakkan kepala.


**

__ADS_1


__ADS_2