SENJA DI HUTAN PINUS

SENJA DI HUTAN PINUS
SALAH KAPRAH


__ADS_3

Aku hanya diam, Mas Sigit banyak bercerita.


Semua pertanyaannya ku jawab singkat.


"Kok diam dari tadi?kamu ngomong lah" kata Mas Sigit.


Aku hanya tersenyum sambil menundukkan wajah.Sebenarnya ingin aku menolak ajakannya tadi. Tapi sudah sering, habis alasanku. Sungguh tidak nyaman. Mas Sigit adalah anak dari bosku. Sikapnya sejak awal sangat perhatian. Kupikir karena aku karyawan baru dan dari kampung.


"Kok malah melamun! Cerita lah.. "


Ujarnya melihat aku diam saja.


"Ayo pulang,sudah selesai makannya" ajakku.


Mas Sigit malah tertawa.


"Masih jam segini Yuk" katanya.


"Kamu jangan takut, tidak usah malu"


"Besuk kamu kan masuk siang" Mas Sigit nampak bingung.


"Maaf mas.. aku pulang dulu ya, sudah ngantuk" Aku berdiri.


"Ya ya.. baiklah.. kita bayar dulu"


Aku sungkan bagaimana pun sangat tidak baik kalau aku lama disini. Pasti Sri dan teman yang lain akan berfikir macam - macam.


Mas Sigit tersenyum memandangku.


Manis juga ini orang.. Sikapnya baik ke semua karyawan. Tanpa pandang bulu.


Apa kira-kira juga banyak karyawan yang diajak makan dikeluar??Mendadak merinding, ku geleng-gelengkan kepala.


"Kamu ngapain?" tanya Mas Sigit menyadarkanku.


"Oohhh tidak apa-apa Mas! mari pulang! " Ajakku sambil melangkah lebih cepat.


**


Sri, Eko, Mbak Rara, Mbak Eni semua sedang duduk bercengkrama di luar.

__ADS_1


"Cie cie.. yang habis malam Rabuan kok sudah pulang? " Serbu teman - teman heboh menyambut kedatangan ku.


Aku bingung tidak bisa menjawab hanya menahan malu.


Mas Sigit memandang ku mesra. Ya Tuhan... sadarkan aku!


Segera aku masuk ke kamar.


Sri mencubit tanganku.Wajahnya pasang muka lucu.


"Apa Sri? "


"Hhhmmmm... asyik nih"


"Jangan nebak-nebak.. tidak seperti yang kamu pikirkan. " Kataku sambil mendorong ke luar.


"Aku mau ganti baju dulu!" Sri tertawa lalu ke luar gabung dengan teman.


Aku ganti daster batik warna hijau. Kupadankan dengan kerudung putih.


Terdengar rame bahagia.


"Waahhh.. segernya yang warna hijau! " teriak Eko menggodaku.


Aku tersenyum duduk disamping Sri.


Mas Sigit memandangiku.


Akupun tersipu. Ku yakinkan diriku jangan sampai tergoda. Ada satu nama yang kusimpan walau belum punya kepastian.


"Kok belum pulang mas? " tanyaku yang heran ngapain masih disini.


"Belum.. dirumah juga sepi., Mending disini ada kamu! "


"Wooowww... asyik nih.. " semua heboh sendiri.


Mukaku langsung panas.. Malu..Hanya bisa diam dengan senyum yang tanpa arti.


Entah bangga/malu aku tidak tahu.


Yang jelas aku tidak ingin sampai itu terjadi. Aku masih ingin kerja disini.

__ADS_1


Semua baik, kerjanya mudah.


"Ya sudah aku pulang dulu, sudah malam tidur! "


Mas Sigit akhirnya pamit.


Lega rasa hatiku.


"Yukk semua masuk kamar! " ajakku pada semua. Biar tidak membully.


"Mbak.. beneran sama Mas Sigit? " tanya Sri


"Tidaklah.. mana berani aku naksir bos"


"Yeee... jangan begitu! Mas Sigit suka kelihatannya"


"Mas Sigit kan memang baik, pada semua'


" Tidak Sri, aku hanya berfikir untuk kerja,"


"Belum mikir yang aneh - aneh"


"Apalagi sama Mas Sigit"


"Aku mau diajak makan keluar karena sebagai rasa terimakasih saja Sri, tidak lebih dari itu! "


"Janganlah kita gampang terpesona dan percaya" kataku sambil memandang wajah ayu Sri.


Sri mengangguk.


"Tidur..! "Aku sudah merebahkan badan di kasur.


" Alhamdulillah.. enaknya"


Sri memelukku..


"Ayo mbak kita mimpi indah sambut pagi hari yang lebih baik lagi"


Aamiin..


***

__ADS_1


__ADS_2