SENJA DI HUTAN PINUS

SENJA DI HUTAN PINUS
BELAJAR


__ADS_3

Malam makin larut. Aku belum bisa terpejam. Emak sudah tertidur pulas disampingku. Emak pasti sangat lelah. Tidak tega aku melihatnya. Maafkan aku mak.. kalau akau harus pergi.. Semoga ini yang terbaik untuk kita. Airmata ku sudah tidak bisa dibendung lagi. Aku tahan jangan sampai emak terbangun.


Bissmillah besuk aku harus berangkat ke Jakarta.


"Yuu... bangun sudah siang" suara lembut emak membangun kan ku.


"Ya... mak.. aku bangun" masih malas sebenarnya.


Hatiku tidak karuan seperti ini.


Tiba-tiba aku sudah rindu dengan emak.


Padahal aku belum ke mana-mana.


Masakan emak sudah menggoda perut. Rasa lapar menyergap ku rasanya.


Emak..kenapa aku jadi bimbang begini?


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul Sembilan pagi. Aku harus segera dandan dan ke terminal.


Kulirik emak sedang sedih namun sedang di tutupinya .. Entah terbuat dari apa hatinya. Makin teriris jiwa ini duuh.. Gusti.. batinku.


"Jangan sampai ada yang ketinggalan... diperiksa sekali lagi.. Hati-hati.. Jaga diri baik-baik.. " nasihat emak lirih.


"Ya... pasti.. " aku sudah bisa melanjutkan kata-kata lagi... terlalu pedih ku rasakan.


"Mbak... Wahyu... " mbak Rini yang akan mengantarku ke terminal.


"Ya... sini.. masuk dulu.. " aku ke depan pintu.


Mbak Rini lalu duduk di samping emak.


"Ini... bawa kesana... tapi bukanya nanti ya... " sambil memberi aku bungkusan.

__ADS_1


Hatiku makin tidak karuan. Ingin aku menangis. Tapi itu akan semakin membuat emak sedih.


"Yuukkk.. kita berangkat...lebih baik lama menunggu disana... " mbak Rini mengajakku.


Segera ku peluk emak.. kucium pipinya.. ku raih tangannya...


Banyak doa yang kupanjatkan dalam hati. Jagalah emakku ya Allah... kutitipkan dia hanya pada-MU..


Lalu aku berjalan ke terminal dengan mbak Rini. Untung tidak jauh jarak rumah ke terminal. Cukup lima menit sudah sampai.


Aku dan Mbak Rini duduk berdampingan tanpa banyak bicara.


Padahal biasanya kalau sudah ngobrol... bisa berjam-jam. Banyak sekali yang kami bicarakan. Tidak ada tema.


"Sebentar lagi bisnya datang.. " Mbak Rini memberitahuku.


"Ya.. " Dan aku sudah tidak bisa membendung lagi air mata.


Kami berpelukan erat.


Bisa Aneka Jaya sudah ada didepanku.


Pak Iswandi yang akan mengantarku sudah ada didalam bus.


"Ayo.. Yu... " seru Pak Iswadi kepadaku..


"Aku berangkat dulu.. do'akan.. semoga betah dan semua baik -baik saja".. aku pamit ke Mbak Rini.


"Pasti.. kita harus saling mendoakn.. " jawab Mbak Rini di sela-sela tangis nya.


Aku pun masuk ke dalam bus. Kulambaikn tanganku ke arah mbak Rini.


Emak.. aku berangkat...

__ADS_1


Airmata ku tidak bisa dibendung lagi.


Hampir setengah jam perjalanan aku tidak bisa berhenti menangis.


Pak Iswadi hanya diam. Seolah memberi kesempatan padaku untuk menangis.


Tanpa terasa....


Selamat Datang Jakarta...


Sampai juga aku di ibukota. Persis di televisi yang aku lihat dirumah Mbah Kasdi.


Televisi pun aku tidak punya.


Jakarta... ajarkan aku mengenalmu... Ramah lah engkau kepadaku..


Sampai juga aku didalam mess. Banyak bertemu teman-teman.


Aku harus bisa membawa diri. Ini banyak teman dari berbagai daerah.


Ya.. aku akan bekerja di restoran.


"Namaku Wahyuni...dari Pacitan. " tanganku ku ulurkan kepada teman-teman.


Alhamdulillah semua menyambutmu ramah.


Aku harus terbiasa mendengar orang bercanda.. orang bergosip dari artis hingga teman sendiri...


Aku harus lebih sabar belajar.. belajar banyak hal...


Sekelebat bayangan emak...


Emak.. aku sudah di kota metropolitan.. suatu saat semoga kita bisa mengajakmu main kesini.

__ADS_1


__ADS_2