SENJA DI HUTAN PINUS

SENJA DI HUTAN PINUS
PENGAKUAN


__ADS_3

Hatiku merasa tak karuan..


Duuhh.. apa yang akan dikatakan Iput.Kenapa hatiku seperti sedang mau ujian akuntansi.


Iput mengambil rengginang yg tadi disiapin untuk paklik. Akupun mengikutinya.


Rengginang cemilan kampung yg rasanya crispy melebihi crispynyaa Kfc.. halah... Hi Hi...


Melihat tatapannya yang seperti hakim.. aku jadi grogi..


"Kenapa.. menatapku seperti itu...? tanyaku makin tidak sabar.


Iput hanya cekikikan.


" Mbak... Wahyu makin cantik... kulitnya bersih.. Tidak sepertiku.. "katanya sambil tertawa keras.


" Ah.. ngledek kamu... "jawabku sambil sambil meninju lengannya yang padat.


" Bagaimana kabar mbah di Punung? " tanya Iput.


"Alhamdulillah baik... " jawabku sambil mengambil bantal buat sandaran.


"Ehmm... gimana nikah enak tak? "ucapku asal.


" Ya.. enak lah... kl tdk enak.. KUA tutup" jawab Iput sambil ngakak...


aku pun ikut tertawa...


"Eehhhmmm... mbak.. sdh pny pacar blm? tanya nya.. seolah menyelidiki.


Aku menoleh... dan tersenyum..

__ADS_1


" Entahlah... apa namanya... Sdh ada sih.. tp skrg rasanya mengambang.. "jawabku sambil tersenyum kecut.


Iput memandangku seolah minta kepastian dr jawabku.


"Mbak... jujur saja... tdk apa2 kok.. " jawabnya sedikit memaksa.


Hatiku pun kacau.. karena aku tak tahu harus jawab apa.


"Ya.. kami dekat.. sejak SMP. " Diapun mengangguk.


Aku juga tdk tahu yakin dengan jawaban ku. Sekilas bayangan Didik.. memenuhi ruang hatiku. Ahh... jadi rindu. Tapi seolah ada sosok lain yang juga memandangku.


Ya... laki2 yang setiap kali aku main ke sini.. aku ingin menemuinya.


"Mbak.. kok melamun sendiri... " suara Iput mengagetkan ku.


"Tidak.. tumben tanya2.. ada apa...?? " jawabku penasaran.


"Yuukk.. kedepan... Nanti ada ayam yang masuk kita tidak tahu... " ajakku sambil keluar kamar.. Diapun mengikuti ku dari belakang.


Kami pun duduk di teras. Tak lama... Muncul seseorang sambil membawa keranjang rumput buat ternak..


Hatiku berdesir halus..


"Sdh pulang... lik..? " tanya Iput pada pamannya.


"Ya.. sdh.. aku berangkat pagi.. Sejak kapan datang? " Tanyanya pada keponakan nya tapi matanya memandangku..


Aku ikut tersenyum.. tapi panas rasa pipiku...


"Duuhhh.. Gusti.. kenapa aku ini? " bukankah kami saudara? tepis hatiku..

__ADS_1


Aku sibuk dengan urusan hatiku hingga lupa kalau dia sdh menuju rumahnya.


"Tuuhhh... kan.. bengong lagi... " kata Iput.


"Yeee... kata siapa.. aku hny berfikir... kita masak apa ya..? usaha yang bagus untuk mengalihkan pembicaraan.


" Sebentar lagi Dhuhur.. pasti paklik dan Bulik segera pulang dari sawah.. "akupun melangkah ke dapur.


Kubuka lemari.. mungkin ada tempe yang bisa ku goreng.


" Mbak.. kamu tahu tidak.. Lik Ari selalu terlihat senang setiap kamu datang.. "ucapan Iput mengagetkan.. hingga buat tempe yang ku buka jatuh ke dekat tungku.


" Aahh... kata siapa..? sok tahu.. memangnya kamu bisa baca dalam hati orang? mbah dukun ya..? " walau dalam hati aku senang tapi ku pura-pura kaget.Kalau memang demikian apa boleh rasa ini..


"Put... ".. tiba-tiba Mas Ari memanggil keponakan nya..


" Ya... ada apa lik? "Iput sambil keluar dari dapur.


" Ini.. diberi tahu dari mbah Putri kalau mau di goreng.. "sambil memberi seplastik tahu.


Iput pun lalu memberikan kepadaku.


" Tahu.. mbak.. sekalian di goreng "


"Ya.. sini.. "akupun mengambil tahu dari tangan Iput.


Mas Ari masih di teras sambil bercanda dengan keponakan nya.


Aku memilih menjadi pendengar mereka. Buat menutupi suasana hatiku.


***

__ADS_1


__ADS_2