Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 11


__ADS_3

Jinwo mengejar Velina, Velina menangis di sebuah taman bermain yang tak jauh dari penginapan orang tuanya. Kemudian Jinwo memeluk Velina dari belakang.


“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja kok, jangan seperti itu sama orang tuamu.” Kata Jinwo.


“Tapi dia keterlaluan sama kamu, padahal semuanya kamu yang menyiapkan untuk mereka.” Kata Velina.


“Aku mengerti kenapa ayahmu seperti itu kepadaku, itu karena dia sangat khawatir denganmu. Dia hanya ingin anak perempuannya baik-baik saja di negeri orang. Apalagi budaya disini dan di negaramu sangat berbeda tentu saja dia seperti itu. Sudah ya menangisnya, kamu jelek kalau menangis.” Goda Jinwo.


“Tapi kamu mau sama aku meskipun aku jelek.” Kata Velina.


“Sepertinya kamu memakai ilmu hitam untuk membuatku takluk kepadamu.” Goda Jinwo.


“Ngarang deh, yang ada kamu yang menggodaku terlebih dahulu. Ingat kan dulu kamu mengejar-ngejar aku, sering menawarkan tumpangan saat aku pulang, bahkan kamu sampai rela mengulang mata kuliah hanya untuk menemani aku karena nilaiku jelek karena saat itu hanya aku yang nilainya jelek diantara teman-temanku, kamu bahkan rela begadang untuk mengerjakan tugasku, kamu melakukan semua itu hanya karena ingin mendapatkan perhatianku kan? Hmmmm berarti kamu yang menggodaku terlebih dahulu.” Kata Velina.


“Hahaha kamu masih ingat saja, iya memang aku menggodamu. Cantik hey cantik hey.” Goda Jinwo.


“Dulu saja saat kamu masih mendekatiku manggilnya hey cantik, coba sekarang yang memanggilku dengan sebutan mandu lah, tembem lah, pendek lah, anak kecil lah hmmmm.” Gerutu Velina.


“Ya karena aku sudah berhasil mendapatkanmu hahaha, ayo kembali ke papa mama kamu, pasti mereka mencemaskanmu.” Kata Jinwo.


“Aku lebih baik kembali pulang saja.” Kata Velina.


“Kalau begitu kirim pesan ke orang tuamu agar mereka tidak khawatir.” Kata Jinwo.


“Iya, cepat antarkan aku pulang saja.” Kata Velina.


“Iya iya, si Hyewon masih ditempatmu tidak?” Tanya Jinwo.

__ADS_1


“Dia sekarang menginap di kamar sebelah, masih satu gedung sama aku. Kemarin dia meminta kakek neneknya bantuan dan akhirnya kakek neneknya membiayai apartemen dia dan kuliah dia juga, syukurlah aku ikut senang mendengarnya.” Kata Velina.


“Syukurlah, akhirnya tidak ada yang mengganggu kita kalau sedang berduaan dikamarmu.” Goda Jinwo sambil mencubit pipi Velina.


“Auuu sakit.” Teriak Velina.


“Begitu saja sudah sakit, padahal ada yang lebih sakit lagi loh.” Kata Jinwo.


“Apa coba?” Tanya Velina.


“Yang lebih sakit lagi adalah jika kita tidak bisa lagi bersama karena suatu alasan padahal kita sedang sayang-sayangnya.” Kata Jinwo.


“Hmmmm jadi sekarang kamu menjadi penulis novel romantis ya? Hmmmm pintar sekali kamu, ayo cepat kita pulang.” Kata Velina.


“Padahal memang itu yang sangat menyakitkan.” Kata Jinwo lirih.


Keesokan harinya.


Ibunya Velina menelfon Velina.


“Hallo nak, kamu sudah bangun belum?” Tanya ibu Velina.


“Hoam ini baru bangun ma, ada apa ma?” Tanya Velina.


“Kamu bisa kemari tidak? Ayo kita sarapan bersama, kebetulan ini ada Raka juga, dia datang kemari nak menemui kami.” Kata ibu Velina.


“Apa? Raka datang? Iya tunggu sebentar ma.” Kata Velina.

__ADS_1


“Kenapa dia datang sih? Dasar suka banget cari perhatian orang tuaku, padahal aku ingin datang bersama Jinwo.” Gerutu Velina.


Kemudian dia segera bersiap-siap dan segera menghampiri orang tuanya, kali ini dia mengendarai kereta expres.


Setibanya Velina di penginapan orang tuanya.


“Akhirnya kamu datang juga, ayo nak kita makan dulu.” Ajak ibu Velina.


“Aku kenyang ma, tadi aku sudah makan.” Kata Velina sedikit kesal.



“Kamu kemari naik apa? Kenapa tidak menghubungiku? Aku kan bisa menjemputmu ke apartemenmu.” Kata Raka.


“Aku tadi naik kereta expres. Kenapa kamu tiba-tiba datang kemari? Ada perlu apa sama orang tuaku?” Tanya Velina.


“Papa yang menyuruh dia datang kemari, lebih baik kamu putuskan hubunganmu dengan orang Korea itu dan kalian berdua menikahlah.” Kata ayah Velina.


“Apa? Papa bicara apa sih, lagipula aku masih kuliah pa dan perjalananku masih panjang, aku ingin bekerja dulu agar bisa menjadi independent woman, lagipula aku akan menikah dengan laki-laki yang mencintaiku dan begitu pula sebaliknya pa. Tolong papa jangan memaksaku seperti ini, lebih baik papa fokus saja dengan apa yang terjadi dengan kak Melisa dan suaminya, pasti papa dan mama tidak tau kan apa yang terjadi dengan mereka? Apakah papa dan mama mengira bahwa kak Melisa dan suaminya pergi ke luar kota untuk urusan kerjaan? Papa dan mama tidak tau apa-apa tentang mereka kan, papa sibuk dengan urusan pekerjaan saja sedangkan mama hanya ingin berada di zona nyaman saja tanpa ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dengan anak-anak kalian.” Kata Velina, lagi-lagi dia pergi begitu saja.


“Velina Velina jangan pergi nak.” Panggil ibu Velina.


“Raka tolong kejar dia ya, tante mohon.” Kata ibu Velina kepada Raka.


“Baik tante.” Kata Raka.


Kemudian Raka mengejar Velina.

__ADS_1


__ADS_2