Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 35


__ADS_3

Keesokan harinya.


Velina pergi ke kampus pagi-pagi, dia menunggu di tempat parkir. Dia datang pagi-pagi untuk bisa bertemu dengan Jinwo.


Tidak lama kemudian datanglah Jinwo. Velina segera menghampirinya.


“Ada apa lagi? Tolong jauh-jauh dariku.” Kata Jinwo.


“Aku tau sebenarnya ini semua salahku, aku yang memblokir nomormu dan tidak menghubungimu bahkan aku justru bertunangan dengan orang lain tapi itu semua rencana dan keinginan orang tuaku, aku hanya mengikuti semua perkataan orang tuaku saja karena jika aku menentangnya maka aku tidak diperbolehkan untuk kembali ke Korea bahkan untuk melanjutkan kuliahku saja pasti akan dilarang.” Kata Velina.


“Lalu kenapa orang tuamu melarangmu berpacaran denganku? Memangnya apa salahku sampai orang tuamu melakukan hal sampai sejauh itu? Seandainya saja kamu dan orang tuamu tau seperti apa aku pasti.” Kata Jinwo yang hampir keceplosan.


“Apa maksudmu?” Tanya Velina.


“Lupakan, mulai detik ini tolong jangan muncul didepanku.” Kata Jinwo.


“Tapi kan kita satu kampus mana mungkin kita tidak akan bertemu?” Tanya Velina.


“Kalau begitu aku yang akan pindah.” Kata Jinwo.


“Kenapa kamu sampai seperti ini kepadaku?” Tanya Velina sambil menangis.


“Kenapa kamu juga sampai bertunangan dengannya? Itu sama saja kamu bakal menikah dengannya kan?” Tanya Jinwo.


“Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Velina.


“Tidak perlu mengkhawatirkanku, aku sudah bisa melepas dan merelakanmu kok.” Kata Jinwo lalu dia pergi begitu saja.


“Jinwo Jinwo jangan pergi.” Kata Velina sambil sesenggukan menangis.

__ADS_1


Tiba-tiba datanglah Hyewon menghampiri Velina.


“Hei tidak apa-apa.” Kata Hyewon.


“Jinwo pergi meninggalkanku.” Kata Velina sambil menangis.


“Jinwo mundur karena kamu telah bertunangan dengan Raka.” Kata Hyewon.


“Dia bilang seperti itu kepadamu?” Tanya Velina.


“Iya, dia sudah menjelaskannya semua kepadaku. Saat itu dia menangis histeris saat mengetahui kamu bertunangan dengan Raka namun dia tidak ingin merusak hubunganmu dengan Raka akhirnya dia mencoba untuk melepasmu, dia ingin move on darimu. Dia ingin kamu fokus saja dengan hidupmu. Itu yang dia katakan kepadaku saat itu.” Kata Hyewon.


“Tapi aku yakin kalau dia masih menyukaiku, aku bertunangan dengan Raka juga bukanlah keinginanku.” Kata Velina.


“Memang dia masih menyukaimu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.” Kata Hyewon.


“Aku harus bagaimana?” Tanya Velina sambil sesenggukan.


**


H-7 pemilihan berlangsung.


Velina kembali pulang ke Indonesia. Semua keluarganya sibuk dengan urusan masing-masing, namun Velina tampak biasa saja.


“Ada apa sih ma kok sepertinya papa sangat gelisah?” Tanya Velina.


“Papa kamu sedang dalam bahaya, sepertinya papa kamu akan kalah.” Kata Santika.


“Loh kenapa memangnya? Bukankah papanya Raka akan mendukung sepenuhnya ma?” Tanya Velina.

__ADS_1


“Papanya Raka itu hanya menjalankan semua yang dikatakan oleh yayasan, dan saat ini yayasan tidak mau membiayai dan mendukung papa hanya karena perintah satu orang sayang.” Kata Santika.


“Maksud mama? Aku bahkan rela bertunangan dengan Raka demi papa.” Kata Velina.


“Jadi sebenarnya yayasan yang menaungi papa dan papanya Raka itu dikendalikan oleh orang yang sangat berpengaruh, dan orang tersebut yang mengelola keuangan juga di yayasan tersebut padahal dia bukanlah ketuanya, orang itu bukan asli orang Indonesia, dan kabarnya dia tidak mau lagi mendukung papa untuk maju dan menang. Kalau yayasan tidak mendukung papa sudah dipastikan papa akan kalah.” Kata Santika.


“Siapa orang itu ma?” Tanya Velina.


“Dia tinggal di Korea dan asli orang Korea, yayasan itu memang tidak hanya beranggotakan orang Indonesia saja, tapi investornya berasal dari luar negeri, apalagi orang itu memiliki mata-mata yang tinggal di Indonesia sehingga setiap gerak-gerik papa dan orang-orang di yayasan tersebut akan diketahui oleh mereka. Mama bingung harus melakukan apalagi untuk papa, sudah pasti papa akan kalah jika tetap maju.” Kata Santika.


“Tapi kalau papa mundur juga tidak bisa ma karena kan pemilihan juga sebentar lagi, memangnya alasannya apa kok tiba-tiba yayasan tidak mau lagi mendukung papa?” Tanya Velina.


“Sepertinya ada masalah internal, mama dan papa juga tidak tau.” Kata Santika.


“Lalu untuk apa aku harus rela bertunangan dengan Raka kalau ujung-ujungnya papa akan kalah ma?” Tanya Velina.


“Lalu kamu berencana akan berpisah dengan Raka? Jangan macam-macam kamu ya.” Kata Santika.


“Mama tau siapa orang yang mama maksud tadi?” Tanya Velina.


“Maksud kamu ketua yayasannya? Kalau ketua yayasannya itu orang Indonesia namun dia snagat patuh dengan orang Korea tersebut, sial benar-benar sial. Mama tidak tau siapa orangnya karena mama tidak pernah bertemu dengan mereka.” Kata Santika.


“Aku kan juga pernah tinggal di Korea ma, siapa tau aku bisa mencari tau siapa orang itu ma.” Kata Velina.


“Meskipun kamu tau, memangnya kamu bisa bantu apa?” Tanya Santika.


“Ya siapa tau aku bisa bantu ma.” Kata Velina.


“Mama cuma foto ini, ini saja mama dapatkan dari orang tertentu. Ini foto orang Korea itu dan yang di sebelahnya sepertinya orang suruhannya yang tinggal di Indonesia.” Kata Santika.

__ADS_1


“Aku pernah melihat orang yang difoto ini tapi kapan dan dimana ya.” Kata Velina dalam hati.


__ADS_2