
Velina sedang pergi ke perpustakaan karena akhir pekan dan dia libur magang, seharusnya dia dan Jinwo akan bertemu untuk berlibur namun Jinwo sedang ditugaskan ke cabang perusahaan tempat ia magang. Velina pergi ke perpustakaan sendiri dan dia langsung menuju ke ruang baca untuk membaca buku pinjamannya.
“Hmmmm perpustakaan sepi ya, yang libur akhir pekan ke perpustakaan fix dia adalah mahasiswi rajin dan teladan hmmmm, semangat ya Velina kamu pasti bisa.” Kata Velina lirih.
Velina pergi ke perpustakaan karena dia merasa tertinggal dan harus bisa mengejar ilmu yang ia dapatkan di tempat magang.
Tiba-tiba dia mendengar bisikan segerombolan mahasiswi yang sedang asyik bergosip.
“Coba lihat ini? Bagus kan? Yang edit foto ini jauh lebih tampan loh, dia itu ganteng banget dan katanya dia mahasiswa kampus kita loh.”
“Oh iya? Wah hasil fotonya bagus sekali, siapa nama fotografernya? Dia jurusan apa?”
“Dia jurusan bahasa inggris.”
“Namanya siapa? Kalau dia belum punya pacar aku akan mendekatinya.”
“Namanya Jinwo, dia sangat tampan dan senyumannya itu waw manis sekali semanis gula hahaha.”
“Dia sudah punya pacar belum?”
“Mana aku tau, tapi sepertinya belum punya pacar deh.”
“Kamu dapat fotografer ini dari siapa?”
__ADS_1
“Aku dapat dari rekomendasi temanku yang kapan hari dia foto untuk prawedding. Dia memang tidak bekerja di studio foto sih, tapi dia cukup bagus dalam memotret, hasilnya saja bagus.”
“Ada sosial medianya tidak? Atau nomor ponselnya? Aku juga ingin difoto sama dia, aku lihat fotonya saja sudah tertarik apalagi bertemu langsung.”
“Aku tidak tau sosial medianya, tapi aku punya kartu namanya kok, ini untukmu. Kamu telfon dia sendiri saja, kalau boleh aku saranin ya lebih baik fotonya di tempat yang bertema alam saja pasti bagus.”
“Terima kasih, semoga saja dia belum punya pacar hahaha.”
“Tapi mana mungkin laki-laki tampan sepertinya tidak punya pacar ya, oh ya satu hal lagi dia itu humoris sekali loh jadi tidak akan membuatmu bosan di lokasi pemotretan.”
“Memangnya dia sendiri atau dengan teman-temannya?”
“Sendiri, jadi semua kita yang menentukan untuk lokasinya, kostumnya maupun propertinya, dia hanya mengambil gambar saja sambil mengarahkan pose kita.”
Velina yang mendengarnya pun menjadi curiga, bahwa yang dimaksud adalah pacarnya.
Kemudian dia mengikuti kemana mahasiswi tersebut pergi, lalu dia sengaja menabrak mahasiswi tersebut sehingga kartu nama fotografer tersebut terjatuh, kesempatan bagi Velina untuk melihatnya dengan cepat lalu menghafalkan nomor yang tertera di kartu nama tersebut.
“Maaf maafkan saya, saya tidak sengaja.” Kata Velina.
“Lain kali hati-hati ya.”
Kemudian Velina langsung pergi ke tempat yang sepi di pinggir jalan raya.
__ADS_1
“Aduh berapa tadi nomornya, 089089 aduh lupa sial, ingatanku kenapa melemah sih, ayo otak mohon kerjasamanya dong ayo ingat-ingat kembali dong. Oh iya aku ingat, ok baiklah aku akan menelfon nomor ini untuk memastikan siapa dia sebenarnya, aku harap dia bukanlah Jinwo jerapahku.” Kata Velina. Velina pun menelfon nomor tersebut.
“Hallo dengan JiVe Photoshoot, ada yang bisa saya bantu?” Tanya fotografer tersebut.
“Ini suara si Jinwo jerapah. Kenapa dia tidak memberitahuku? Apa lagi yang dia sembunyikan dariku? Apakah dia mulai tidak mempercayaiku?” Tanya Velina dalam hati.
“Hallo dengan siapa saya bicara?” Tanya fotografer tersebut.
“Iya dengan saya Hae Soo, saya mau pemotretan kak, apakah kakaknya bisa?” Tanya Velina.
“Bisa kak Hae Soo, rencananya dimana, kapan dan temanya apa ya?” Tanya fotografernya.
“Bagaimana kalau besok? Di taman Labirin ya jam 3 siang. Bisa kan?” Tanya Velina.
“Bisa kak, kita ketemuan disana ya kak besok jam 3. Temanya tentang apa ya kak?” Tanya fotografer.
“Saya mau foto dengan pacar saya kak, jadinya temanya pasangan kekasih begitu.” Kata Velina.
“Baik kak.” Kata fotografernya.
Setelah itu Velina menelfon Jinwo.
“Hallo sayang kamu dimana? Aku mau ketemu sekarang, bisa tidak? Aku yang akan menghampirimu, katanya kamu di Seoul kan sekarang?” Tanya Velina.
“Jangan, aku saja yang ke tempatmu.” Kata fotografer.
__ADS_1
“Ok aku tunggu dirumah, jangan lama-lama ya.” Kata Velina.