
Jinwo tiba dirumah Velina, Velina pun segera membukakan pintu untuk Jinwo.
“Hai cantik.” Goda Jinwo sambil mengedipkan matanya.
“Kamu bilang seperti itu ke semua wanita ya?” Gerutu Velina.
“Astaga ya tidak lah, cuma ke kamu saja sayang.” Rayu Jinwo.
“Hmmmm kata-katamu sama seperti rayuan para lelaki buaya.” Kata Velina.
“Kamu kenapa sih? Kok cemberut seperti itu? Padahal aku usahakan untuk kesini loh.” Kata Jinwo.
“Besok jam 3 ke taman labirin ya.” Kata Velina.
“Besok? Kok mendadak sih sayang? Aku tidak bisa kalau besok karena aku sudah ada janji. Malam saja bagaimana?” Tanya Jinwo.
“Ada janji apa? Mau ketemu siapa memangnya? Cuma sebentar saja kok, pokoknya kalau kamu tidak bisa, aku bakal ngambek dan marah sama kamu.” Kata Velina.
“Jangan seperti itu dong sayang, aku memang ada janji besok jam 3. Lagipula mau ngapain sih ke taman labirin?” Tanya Jinwo.
__ADS_1
“Aku ingin pergi saja kesana berdua denganmu.” Kata Velina.
“Lain kali saja ya, aku benar-benar tidak bisa sayang.” Kata Jinwo memohon kepada Jinwo.
“Terus kamu bisanya kapan?” Tanya Velina.
“Bagaimana kalau malam saja? Jam 8 atau 9 malam kita pergi ke taman lampion saja katanya disana sedang ada festival.” Kata Jinwo.
“Hmmm baiklah kalau begitu besok malam ya.” Kata Velina.
“Iya sayang, kalau malam aku pasti bisa kok. Apa sih yang tidak buat kamu Velina cantik.” Goda Jinwo sambil mencubit pipi Velina.
“Aduh sakit, awas ya kalau kamu ingkar janji dan awas saja kalau kamu berbohong padaku.” Ancam Velina.
**
Keesokan harinya.
Velina pergi ke supermarket.
__ADS_1
Setibanya di supermarket, kakaknya yang ada di Indonesia menelfon.
“Iya kak ada apa?” Tanya Velina.
“Tolong kirimkan kakak uang ya, kakak butuh uang sekarang soalnya.” Kata Melisa.
“Buat apa lagi memangnya kak? Bulan lalu aku sudah mengirimkan uang ke kakak pakai uang bulanan dari papa.” Kata Velina.
“Uang bulanan kamu dari papa itu jumlahnya besar loh, atau kamu mau aku bilang ke papa sama mama kalau kamu berpacaran dengan si Jinwo bahkan pernah tinggal satu atap dengannya? Biar sekalian saja kamu dimarahi oleh mereka, kamu itu disekolahin mahal-mahal malah pelit sama saudara sendiri.” Kata Melisa.
“Bukan begitu kak, tapi uang bulananku tinggal sedikit kak.” Kata Velina.
“Makanya jangan boros-boros tinggal di luar negeri, kamu itu tinggal enak saja loh kuliah disana tapi giliran saudaramu butuh sesuatu malah kamu seperti ini.” Kata Melisa.
“Kak tinggal disini itu juga butuh banyak biaya dan belum lagi biaya sewa apartemenku juga mahal kok karena di daerah Seoul. Padahal gedung apartemenku juga tidak terlalu luas. Kenapa kakak tidak meminta kepada papa dan mama saja?” Tanya Velina.
“Kamu lupa ya? Papa kan tidak mau lagi memberiku uang gara-gara kakak menikah dengan kak Arya. Pokoknya cepat kirimkan kakak uang ya, sekarang ya kalau bisa.” Kata Melisa lalu menutup telfonnya.
“Arghhhhhh.” Teriak Velina kesal.
__ADS_1
Kemudian dia segera kembali pulang ke rumah untuk menaruh belanjaannya. Setelah itu barulah dia pergi ke taman labirin.
“Aku harus memastikan apa benar fotografer itu adalah si Jinwo? Jika benar itu adalah Jinwo, aku benar-benar sangat marah dengannya karena dia menyembunyikan hal itu dariku.” Kata Velina.