
Dirumah sakit.
Minhyuk menelfon Jinwo untuk datang ke rumah sakit karena Velina memanggil-manggil nama Jinwo.
“Cepat datang ke rumah sakit, Velina pingsan.” Kata Minhyuk.
“Apa? Velina pingsan?” Tanya Jinwo, seketika Jinwo pun langsung pergi ke rumah sakit.
Jinwo tiba di rumah sakit.
“Dimana Velina? Apa yang terjadi? Kenapa dia bisa pingsan sih?” Tanya Jinwo kesal.
“Dia sudah ditangani dokter, temui dia.” Kata Minhyuk. Jinwo pun segera masuk kedalam ruang inap Velina, ternyata Velina sudah sadar namun kondisinya masih lemah.
“Kamu kenapa?” Tanya Jinwo.
“Jinwo.” Kata Velina sangat senang melihat Jinwo datang menjenguknya, dia langsung turun dari ranjang rumah sakit lalu berlari ke arah Jinwo dan memeluknya.
“Bawa aku pergi.” Kata Velina.
“Hei hei lepaskan aku, kamu sekarang kan istri kakakku.” Kata Jinwo.
“Tapi aku tidak menyukainya apalagi mencintainya. Kamu datang kesini karena megkhawatirkanku kan? Iya kan?” Tanya Velina.
“Tentu saja aku khawatir dengan kondisimu, kamu pasti belum makan kan? Aku membawakanmu bubur kesukaanmu dulu saat kuliah. Kamu makan ya.” Kata Jinwo.
“Suapi aku.” Kata Velina.
“Iya, cepat kembali ke ranjangmu. Berbaringlah.” Kata Jinwo.
Jinwo pun menyuapi Velina bubur, dan tak lama kemudian Minhyuk masuk. Jinwo pun meletakkan piringnya lalu menyuruh Velina makan sendiri karena tidak enak dengan Minhyuk.
__ADS_1
“Makanlah sendiri.” Kata Jinwo.
“Kenapa? Tidak apa-apa, cepat suapi aku.” Kata Velina.
“Aku keluar dulu menghirup udara segar. Kak tolong suapi istrimu.” Kata Jinwo lalu dia keluar.
“Jinwo Jinwo kamu mau kemana?” Teriak Velina.
Minhyuk lantas mendekati Velina.
“Aku bisa makan sendiri.” Kata Velina.
“Kamu pingsan karena seharian belum makan. Tolong makan yang teratur ya.” Kata Minhyuk.
“Kenapa Jinwo bisa ada disini? Apakah kamu yang menelfonnya?” Tanya Velina.
“Iya karena kamu memanggil nama dia.” Kata Minhyuk.
“Sini aku suapi biar cepat selesai makanmu.” Kata Minhyuk.
“Aku bisa sendiri.” Kata Velina.
“Kata dokter kalau cairan infusmu habis, kamu bisa kembali pulang ke rumah.” Kata Minhyuk.
“Iya, bisakah kamu keluar dari sini?” Tanya Velina.
“Baiklah, aku tunggu diluar dulu. Kalau butuh apa-apa panggil aku.” Kata Minhyuk.
“Aku bisa meminta tolong suster disini.” Kata Velina.
**
__ADS_1
Minhyuk menghampiri Jinwo.
“Kapan Velina bisa kembali pulang?” Tanya Jinwo.
“Setelah cairan infusnya habis.” Kata Minhyuk.
“Kenapa dia bisa tidak makan seharian?” Tanya Jinwo.
“Dia tidak mau makan bahkan dia hanya mengurung diri didalam kamarnya.” Kata Minhyuk.
“Tapi kamu adalah suaminya, kesehatan dia adalah tanggungjawabmu. Aku merelakan Velina tidak untuk melihatnya seperti ini bahkan sampai masuk rumah sakit karena pingsan kelaparan.” Kata Jinwo.
“Aku akan lebih memperhatikan dia lagi.” Kata Minhyuk.
“Jangan pernah membuatnya menderita atau aku akan merebutnya darimu. Ingat selalu bahwa saat ini dia adalah milikmu tapi hatinya adalah untukku bukan untukmu.” Kata Jinwo lalu dia pergi dan menemui Velina.
Sedangkan Minhyuk bingung entah apa yang harus ia lakukan. Akhirnya dia diam-diam mengintip dan mendengarkan percakapan Jinwo dan Velina karena saking penasarannya.
Ternyata Velina memeluk Jinwo dengan sangat erat.
“Aku pulang dulu ya, cairan infusmu sebentar lagi habis. Jaga kesehatanmu ya dan jangan sampai telat makan.” Kata Jinwo.
“Iya sayang, i love you.” Kata Velina mencium bibir Jinwo.
“Hei jangan seperti ini, kamu milik kakakku sekarang.” Kata Jinwo.
“Tapi hatiku hanyalah untukmu.” Kata Velina.
Minhyuk yang melihatnya pun menjadi sangat cemburu akhirnya dia masuk kedalam kamar inap tersebut.
“Katanya kamu mau pulang?” Tanya Minhyuk.
__ADS_1
“Iya aku balik dulu, jaga dia dengan baik.” Kata Jinwo.