
Minhyuk mengajak Velina ke suatu tempat.
“Kita mau kemana?” Tanya Velina.
“Aku ingin mengajakmu foto prewedding.” Kata Minhyuk.
“Apa? Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak ingin melakukannya.” Kata Velina.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Minhyuk.
“Turunkan saja aku disini, aku ingin pergi ke kantor dengan naik bus.” Kata Velina.
“Aku antar saja.” Kata Minhyuk.
“Bisakah kamu tidak memaksaku?” Kata Velina.
“Tapi aku tidak tega menurunkanmu disini.” Kata Minhyuk.
“Aku tidak apa-apa.” Kata Velina, akhirnya Minhyuk menurunkan Velina dan dia segera naik bus menuju ke tempat kerjanya.
Velina tampak kesal dengan Minhyuk karena seringkali memaksanya, sehingga ia memutuskan untuk membuat surat perjanjian untuk pernikahannya dengan Minhyuk.
**
Satu bulan kemudian, Velina dan Minhyuk resmi menjadi suami istri. Kini Velina tinggal satu rumah dengan Minhyuk. Minhyuk sangat bahagia karena akhirnya dia bisa menikahi Velina namun tidak dengan Velina.
__ADS_1
“Ini kamar utama kita.” Kata Minhyuk.
“Kamu lupa dengan perjanjian kita ya, bahwasanya kita tidak akan pernah satu kamar sebelum aku benar-benar menyukaimu. Kita mengurus keperluan kita masing-masing, aku menerimamu karena terpaksa bukan karena aku menyukaimu, aku hanya menyukai adikmu bukan kamu. Kamulah yang memaksaku untuk menikah. Ingat selalu dengan perjanjian itu.” Kata Velina lalu dia masuk kedalam kamar tamu.
“
Minhyuk sadar bahwasanya dia memang memaksa Velina dan pada akhirnya Minhyuk justru mengalami hal ini setelah pernikahannya dengan Velina.
Malam harinya, Minhyuk memasak untuk makan malam. Velina keluar kamar dengan pakaiannya yang rapi.
“Aku membuatkanmu nasi goreng, kita makan bareng yuk.” Kata Minhyuk.
“Makan saja sendiri, bukankah sudah jelas bahwa kita akan mengurus keperluan kita masing-masing.” Kata Velina.
“Kamu mau pergi kemana? Mau menemui adikku?” Tanya Minhyuk.
“Jangan pergi aku mohon.” Kata Minhyuk.
“Kamu tidak ada hak untuk melarangku pergi, aku tidak menyukaimu dan aku terpaksa menikah denganmu karena paksaan darimu.” Kata Velina.
“Tapi ibumu menyuruh kita untuk menikah kan waktu itu?” Tanya Minhyuk.
“Kalau begitu ceraikan saja aku, aku akan kembali ke Jakarta.” Kata Velina.
“Lalu bagaimana caramu membayar hutang orang tuamu, aku saat itu membantumu lalu apakah inikah balasanmu terhadapku?” Tanya Minhyuk.
__ADS_1
“Aku akan bekerja keras dan mengembalikan semua uang darimu.” Kata Velina.
“Kamu yakin bisa membayarnya? Bukankah Jinwo sudah melupakanmu? Lalu apakah kamu masih saja berharap padanya? Bahkan dia tidak hadir di acara pernikahan kita.” Kata Minhyuk.
“Aku sangat yakin bahwa Jinwo masih memiliki perasaan yang sama denganku.” Kata Velina. Karena kesal akhirnya Minhyuk membawa Velina masuk kedalam kamarnya.
“Ikut aku.” Kata Minhyuk sambil menarik tangan Velina.
“Lepaskan tanganku, kamu apa-apaan sih. Lepaskan tanganku.” Teriak Velina.
“Lebih baik kamu masuk saja kedalam kamar.” Kata Minhyuk mendorong Velina masuk kedalam kamar lalu menguncinya dari luar sehingga Velina terkunci didalam kamar.
Velina berteriak meminta tolong namun Minhyuk tidak peduli lagi karena dia sangat kesal dengan Velina.
“Bagaimana caranya agar dia bisa menjadi milikku, bagaimana caranya agar dia bisa menyukaiku, aku tidak rela jika dia kembali kepada Jinwo, tidak tidak aku harus memikirkan bagaimana caranya.” Kata Minhyuk dalam hati.
Akhirnya Minhyuk membuka kamar Velina dan dia masuk kedalam kamar lalu menguncinya kemudian mengambil kuncinya dan menyimpannya didalam saku.
“Apa yang kamu lakukan? Mana kuncinya? Aku mau keluar.” Kata Velina.
“Aku mohon jangan pergi, tetaplah disini bersamaku.” Kata Minhyuk memeluk Velina dan mendekapnya sedangkan Velina berusaha melepaskan pelukan Minhyuk.
“Lepaskan aku.” Teriak Velina.
“Aku sangat menyukaimu dan mencintaimu, kenapa kamu harus memilih bersama adikku, kenapa kamu tidak memilihku, apa kekuranganku?” Tanya Minhyuk sambil tetap memeluk Velina.
__ADS_1
“Cinta tidak bisa dipaksa, aku mohon lepaskan aku.” Kata Velina sambil menangis.
“Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Kata Minhyuk semakin erat memeluk Velina hingga Velina kesusahan nafas hingga akhirnya Velina jatuh pingsan karena seharian dia belum makan dan dalam kondisi stres. Hal ini membuat Minhyuk panik dan langsung membawa Velina ke rumah sakit.